Cerita Traveling Naik Bus Dari Surabaya Menuju Jogjakarta

14 January 2019

Salam semua, mau cerita tentang liburan pernikahan saya dan suami kami jalan jalan ke kota Surabaya dan Yogyakarta. sebenarnya tujuan awal sih ke Yogyakarta tapi kita beli tiketnya tujuan surabaya dulu baru dilanjutkan ke Yogyakarta. 

ini kali pertama saya jalan-jalan ke luar provinsi berdua aja loh. biasanya dilarang sama orangtua hahahhaa... keluar kota aja harus bareng keluarga, kalau ke jakarta biasanya dibolehinnya sama keluarga, sama temen pun kalau rame2 tetap ga di ijinin hehehehe.. jadi exited banged pas dapat liburan nikahan jalanjalan. udah ada yang jagain :) 

Nah tiba di Surabaya itu siang, saya dan suami menginap di hotel vini vidi vici di sekitar pasar baru Tunjungan plaza. Sengaja kami memilih dari Makassar ke Surabaya untuk menuju Yogyakarta, karena pengen ngerasain liburan di dua kota gitu. 

Sempat jalan keliling kota Surabaya, kebetulan suami pernah bertugas di Surabaya jadi dapat pinjaman motor dari temannya. setelah capek keliling surabaya malammnya kami dinner di Tunjungan plaza tempatnya menarik :) plaza yang kebanyakan resto dan cafenya, swalayan dan tempat shoopingya kurang mendominasi.
 
malam itu cuma makan dikit di situ, entah mungkin karena capek jalan2 jadi agak jetlag dikit heheheh tapi setelah reda, baru nafsu pengen makan bebek goreng, diantarlah saya ke Tugu pahlawan yang disana ada warung bebek goreng, antriannya rame dan nommm nommm noommm gurihdan enak banged :)


Baca juga : Kuliner Bali, Bebek Tepi Sawah

Keesokan harinya, pagi-pagi kita udah harus cekout hotel karena mau melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta kita memilih naik bus karena kalau naik kereta itu,terjadwal. Bisa aja adanya malam sementara saya dan suami pengennya berangkat pagi jadi milih naik bus aja. sebelum cekout kita sempat breakfast di Hotel. saya suka pekarangan dalam nya hotel V3 ini bernuansa ala Maroko. 
"Sayang, terminal bus nya jauh?" tanyaku ke suami
Suami jawab santai, "Di Surabaya semua dekat, karena gak ada macet" 

Saat sampai di terminal bus bungarasih Surabaya, orang belum ramai, karena pagi itu pukul 08.00, suami sudah beli tiket langsung di loket, kalau sekarang bisa di Joglosemar Travel. Saya sedikit cemas, karena perjalanannya katanya makan waktu tujuh jam, hiks.. saya paling gak suka sebenarnya perjalanan darat yang jauh. Tapi karena masih pengantin baru nih ya, jadi oke aja, yang penting bisa bobo di pundak mu ya suamiku. HAHAHAH. 

Baca juga : Liburan Mudah Ke Bali


Saat naik ke bus, kami diberi sepotong kertas berisi nama menu makanan dan minuman, disuruh centangin menu itu, ada nasi campur, nasi soto ayam, nasi ayam lalapan, dan untuk minuman ada pilihan es teh manis, es jeruk, dan es kelapa. 

"Sayang tadi yang menu makanan untuk makan di bus? padahal kan kita bawa ini bekal di tas" ya saya belanja di supermarket cemilan buat perjalanan. Suami jawab "Ndak tau juga sayang..." HAHAHAHA ini ternyata pertama kalinya juga suami naik bus ke Yogyakarta, dia yang ajak karena saran dari temannya juga. 
Sepanjang jalan, saya cuma liat sawah kiri kanan, kurang seruh sih sebenarnya, uhf, untung ruangan bus nya menyenangkan, kursinya bisa direabahkan sedikit, dan banyak bekal yang membahagiakan. 

Tapi menjelang siang, sudah jam 13.00 bus berhenti di sebuah rumah makan besar banget halaman parkirnya. Nama daerahnya Ngawi. Ternyata itu tadi gunanya kita mencentang makanan, turun dari bus, menuju rest area di rumah makan itu, masuk sana udah langsung diteriakin "NASI CAMPUR SIAPA??" nah suami angkat tangan, dibawain deh nasi campur ke kita, karena kita centang menunya tadi, kita gak menunggu lama makannya. 

Sopir dan kernet sudah memberi aba-aba untuk naik kembali ke bus, setelah waktu istirahat kurang lebih 30 menit, eh tapi ada juga yang berganti bus dari kabupaten Ngawi ini. Ngawi dekat dengan kabupaten Sragen, tiap ada gate kabupaten, kernet akan teriak, dan ada juga penumpang yang turun. 

Kurang lebih tepat 7 jam, perjalanan. Karena saya sediakan bantal leher untuk tidur, jadinya saya tertidur cukup lama, dengan membayar 70ribu perorang sampai lah kita di kota Yogyakarta tepat setelah magribh. 
Saat sampai di Jogja, saya dan suami sempat kebingungan mau naik apa lagi ke hotel, waktu sama-sama pertama kalinya kami ke Jogja.

"Sayang, saya tanya-tanya dulu tukang ojek ya tentang hotelnya." usul suami. 

Tahun 2013 belum bikin planning mau nginap dimana, tiket beli langsung di lokasi, ga kayak sekarang udah bisa online pesannya HAHAHHAAHAH jaman ya jaman. 

Akhirnya karena informasi dari tukang ojek, kami juga ikutan naik ojek jadinya, tapi untung mas ojeknya mau tukeran motor, jadi saya tetap di boncengin sama suami, dan mas ojek semotor juga sama ojek yang satu.

Dibawanya kami ke hotel dekat keraton, nanti saya review hotelnya juga deh, cari fotonya dulu :) 

Jadi ya seru juga kok naik bus ke Jogja, perjalanan memang lama tapi kita santai aja, karena ruangan bus nya besar dan kursinya nyaman. Harga tiket bus nya juga murah. Intinya jangan lupa cemilan aja, karena dari rest area tadi, agak jauh lagi sampai tujuan. 

Trus cerita kami di Jogja bisa teman-teman baca di sini ya : Hello Prambanan Jogjakarta



Susu Formula Yang Mengandung Serat Yang Tinggi Cocok Untuk Pertumbuhan Anak Usia 1-5 Tahun Bebelac Gold 3

09 January 2019
Salam semua
Mau cerita lagi tentang duozam nih di blog. Mereka sudah memasuki usia untuk memulai sekolah di Taman Kanak-kanak, yaitu usia 3 dan 4 tahun. Abangzam tahun ini sudah mau mulai masuk TK dan tentunya saya sebagai bundanya, harus mempersiapkan segala kebutuhannya. 

Bukan cuma soal persiapan sekolah dimana, perlengkapannya, dan lain sebagainya. Tapi lebih kepada persiapan kesehatan dan pertumbuhannya. Gak mau kan kalau sementara sekolah tapi mereka jadi sering sakit dan akhirnya jadi jarang masuk sekolah. Ahhh jangan sampai ya. Aamiin

Nah, kalau saya memulai dari mempersiapkan susunya, hehe. Jujur duozam terbilang sudah jarang minum susu saat mereka berusia 2 tahun kemarin, saya lebih ngeboost di makanannya aja. 

Dan waktu itu, pernah si dedek Maraja kena diare, pertanda bahwa pencernaannya mengalami masalah. Sampai diopname di rumah sakit, kata dokter sih memang sebanyak 30 persen anak mengalami gangguan pencernaan, dan 3 dari 10 anak mengalami pencernaan sensitif. Masalah ini pastinya akan mempengaruhi tumbuh kembangnya kan?

Saat Maraja masuk rumah sakit itu, saya jadi banyak dapat pencerahan dari dokter, saya ngasih tau dokternya kalau memang anak-anak saya jarang minum susu, lah dokternya nge gas dan bilang, 
"Bu, kita aja yang dewasa ini masih butuh susu loh! Apalagi anak-anak."

Auto Post Signature