True White Instaradiance By IPL Kali Kedua Pada Yang Sama Perawatan Wajah di Erha Clinic

08 January 2020
Belakangan ini saya sering ketemuan sama teman-teman lama, ya fotografer lama, teman yang bareng event dulu, ataupun teman sekolah dulu yang sekarang sudah stay Makassar. Beverapa ngajakin ketemuan dan mengomentari muka saya. 
"Wih glowing ceu..."
"Sekarang lumayan cerah ya mukanya"
"Qiahh, tambah cantik ko gang"
"Duh dari dulu gak berubah ih, masih kayak anak gadis"

HAHAH mohon maaf itu bukan kenarsisan ku tuliskan komentar teman-teman ya, tapi kenyataan dan sekaligus mau memberikan informasi berfaedah, dan mau ceritakan tekad ku untuk merawat kulit wajah ini. 

Gak segampang itu loh sebenarnya kalau mau merawat wajah harus ada yang namanya KONSISTEN dan CONTINUE


Harus ada repeat dan kali kedua pada yang sama, serta kesabaran untuk mendapatkan hasil yang membuat kulit terlihat terawat. Misal saya gak pernah jerawatan, itu ya karena dulu saya berjuang ngilangin jerawat, waktu SMP sampai SMA gila-gilaan banget jerawatku, rutin ngasih macam-macam masker sampai yang organik yang hasil racikan nenek-nenek ramuan daun-daunan pun udah aku coba untuk hilangin jerawat, hiks.. andai dulu tidak konsisten dan tidak kontinyu, sampai sekarang mungkin jerawatan terus, dan jadi acne fighter.

Tapi kenyataannya adalah, saya betul, konsisten untuk memakai skin care dan melakukan perawatan wajah di klinik yang alhamdulillah akhirnya cocok. 

Nah ini juga nih perjalanan mencari klinik perawatan wajah yang cocok, tidak segampang melambai-lambaikan tangan. huhu trial and error juga. 

Untuk yang sering baca blog dan memgikuti keseharianku, ciehlaahhh sok ya! hehe maaf! So, ya yang biasa berkunjung ke blog sudah pasti ngebaca tentang review treatment yang saya lakukan belum lama ini kan ya. 

Treatment Truwhite Instaradiance by IPL di ERHA Mall Ratu Indah, baca reviewnya dengan klik tulisan yang di garis bawahi ini ya!

Kalau kalian sudah baca di situ, pasti sudah paham kan kenapa penting untuk merawat wajah sejak dini? hehehe yaa jangan nanti kulitnya sudah kendor baru mau serius perawatan wajah di klinik, harusnya, sebelumnya dong ya. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, itu juga berlaku untuk persoalan kesehatan kulit wajah. 

Awalnya pas pertama coba perawatan di Erha Apothecary, dikasi saran sama dokternya untuk jenis True White Instaradiance By IPL. Kupikir ya instan ya? 
ya maksudnya hasilnya cuma bisa dilihat pas selesai treatment gitu dan tidak berkhasiat lagi besok-besok. 

Tapi ternyata saya salah loh! kenapa ? Simak dulu ya ceritaku.
Tipe kulit saya ini tipe kulit kering dulunya. Pertama datang ke Erha, dokter bilang kulitku kering, dan berpori-pori besar, serta agak kusam. 

Apa yang menyebabkan kulit kering ?

Mungkin bisa jadi hormon ya, tapi selama yang saya ketahui ini, penyebab utama itu adalah ya tidak lembab, makanya kering. Hehehee. Kenapa tidak lembab? 
  • bisa jadi karena selama ini salah memakai sabun pencuci muka, sabun cuci mukanya bikin kulit ketarik-tarik dan mengurangi elastisitas. Biasanya sabun cuci muka yang berbusa dan ada kandungan sodium lauryl sulfate atau sodium laureth sulfate.
  • Exfoliasi wajah dengan keras, scrub muka sampai ditekan-tekan kencang itu jangan loh, bisa lecet dan bikin kering. Scrub wajah memang penting tapi jangan dilakukan tiap hari. 
  • Keluar rumah tidak pakai sunscreen atau pelembab. Duh panjang lebar deh kalau saya mau jelasin kenapa kita harus pakai sunscreen dan pelembab. Sinar UV itu bahaya banget buat kulit, bikin kusam pula. Upayakan yuk pakai sunscreen everyday. 
Nah, kulit wajah bisa berubah juga loh. Dari kering menjadi Normal atau kombinasi, dengan perawatan khusus yang rutin dilakukan. Seperti treatmen True White Instaradiance By IPL ini di Erha. 

Dan menurutku hasilnya berkhasiat sampai dua minggun lebih. Jadi saya merasa cocok kalau treatment di Erha ini . Laff banget.

Kunjungan Kedua di Erha Apothecary Mall Ratu Indah Untuk Treatment True White Instaradiance by IPL.


Seperti biasa saya datang ke Mall Ratu Indah siang hari, maklum ya ibu-ibu kayak saya bisanya bebas kalau jam pulang sekolah, abis jemput anak, masak buat mereka, suapin, trus pamit me time dulu HAHAHAHA. 

Saya ambil jadwal jam 14.00 Wita untuk janjian treatment, langsung datang aja sih ke Mall Ratu Indah, bisa juga via telpon. 

Proses registrasinya capcus banget, karena ini kali kedua saya datang, jadi tinggal sebut saja nama saya, soalnya sudah terdaftar sebagai member. 

Erha Apothecari Mall Ratu Indah waktu itu terbilang cukup ramai, tapi tetap bisa dnegan nyaman menunggu, duduk di sofa set ruang tunggunya yang empuk banget, kalau nyender pas ngantuk, ketiduran deh. 

Saya suka suasana Erha Apothecary di sini, ambiancenya homey dan cozy. Tidak banyak klinik kecantikan yang dekorasinya fresh nature dengan pajangan bunga dan dedaunan hijau.
Beberapa therapisnya kalau lewat juga senyum ke pengunjung yang sedang menunggu, mereka juga "attabe-tabe" (permisi-dalam bahasa makassar) berjalan agak membungkus saat lewat di depan kami yang sedang menunggu di sofa, sopan banget. LUV ! Gak ada therapis yang mukanya masam atau bengkok-bengkok bermuram durja huahha.

Tidak lama menunggu, satu therapist datang memanggil nama saya, "Ibu Zilqiah..." Saat saya berdiri, dia mengkonfirmasi ulang tentang dokter saya, "Ibu Zilqiah konsul dulu kan sama dokter? silahkan lewat sini!" 

Tidak jauh dari ruang tunggu, naik dua anak tangga, saya masuk ke ruangan dokternya, langsung disambut ramah juga. Tapi dokter kali ini beda dengan yang pernah menangani saya waktu pertama berkunjung, lebih dewasa, dan bicaranya juga lebih tegas, tapi obrolan kami seputar wajah saya bisa terbawa santai.

"Mbak Zilqiah, suka makeup di?" Komentar pertamanya saat saya masuk, hahaha aiya lah saya dandan pastinya,jadi ya dibilang begitu. 

Saya menanggapinya dengan senyum "Iya nih dok, kalau gak makeup takutnya kusam kliatannya hehee..."

Dokter menyambung lagi, "Tapi gak pernah jerawatan ya? Permasalahannya hanya di kulit kombinasinya ini mau tampak lebih cerah aja."

"Oh kombinasi kah type kulitku dok?" Tanyaku balik. Karena ya seperti yang saya bilang tadi, type kulit ku selama ini kering. 

Dokter menyalakan ring light khususnya untuk lebih jelas melihat kulit wajah saya, dan kemudian berujar lagi, "Ya ini pas kalau kita treatment True White Instaradiance dari IPL juga, sambilk saya resepkan krim yang bisa menunjang proses treatment nya biar hasilnya lebih maksimal ya."
Kemudian masuklah saya ke ruang treatment diantar therapistnya. Ruang treatment yang saya masuki kali ini beda dengan yang waktu pertama kali saya ke sini, sepertinya sih ini di sebelahnya, tempatnya lebih luas, karena ada 3 ranjang. 

Tapi mesin untuk treatmentnya masih tetap yang sama sih menurutku. Saya sukanya di Erha tuh, gak ribet taruh-taruh barang kita, tas besar atau kecil atau banyak bawaannya, tetap bisa ditampung box penyimpanan barang pasien yang treatment. Bersih pula. Penting nih. 
Saya mulai baring di ranjang paling ujung. Dan seorang therapist mulai mengatur posisi saya dan selalu menginfokan terlebih dahulu apa yang dikerjakannya saat melakukan beberapa step pembuka. "Baik Bu, sekarang saya hapus dulu ya makeupnya, dengan cleanser, saya mulai ya..."

Saya suka banget cara therapistnya menghandle wajah saya, lembut tapi detail, gak asal, sampai di area-area blackhead dibersihin semua pakai cleanser. Kecuali bagian mata hehehe. Sambil wajahku di pijit-pijit gitu jadi keaysikan. 

Step kedua, dibersihkan dan diberi pelembab, didiamkan beberapa menit, lalu dibersihkan kembali. 
"Baik Bu, mulai dari sini, akan diambil alih dokter ya untuk melanjutkan prosesnya dengan menggunakan alat IPL, saya izin menutup matanya ya"
Saat mata saya sudah di tutup, dan merasa dokter sudah handle, karena diajak bicara tentang stepnya. 

Treatment ini menggunakan metode IPL terbaru menggunakan kecepatan tinggi, energiyang rendah, dengan jumlah shot yang lebih banyak sehingga memberikan hasil treatment yang lebih
maksimal dibandingkan IPL konvensional. 


Kombinasinya dengan Hydra-Glow Boost, meredakan
kemerahan, menambah kelembapan, memberikan efek “instant glowing”. Sehingga
memberikan hasil akhir instant brightening, instant glowing, dan hydrating skin dan saat
penggunaan make up tidak perlu terlalu tebal.
Selama proses treatment, dokternya komunikatif sekali, dia selallu memberi info setiap step yang dilakukan. 

"Sekarang saya olehkan pelembab ya, wajahnya nanti akan terasa sedikit gatal, artiya itu bereaksi ya..."

"Berikutnya saya pakai alat ya, reaksinya akan sedikit silau, tapi itu hanya reaksi dan tidak membahayakan untuk kulit, karena alat ini menembuh sampai ke lapisan kulit paling dama,.saya mulai yaa..."

"Kita sekarang akan melakukan Hydra Glow boost ya, kalau merasa dingin, itu hanya reaksi saja. Ini untuk mencerahkan dan membuat wajah elastis.."

Step terakhir, dokter menyerahkan ke Therapistnya kembali, muka saya katanya sisa dioleskan pelembab yang instan glow, lebih membuat wajah tampak glowing dan tidak membuat kulit kemerahan setelah treatmenr.
Teman-teman bisa lihat sendiri kan hasilnya, before after, dalam satu kali treatment kelihatan hasilnya. Jadi gak rugi banget datang berkali-kali ya.

Setelah memakai kembali hijab saya, saya dipersilahkan masuk kembali ke ruang dokter, ternyata dokter memberi saya resep untuk krim wajah. Awalnya sih saya ogah-ogahan pakai krim, karena saya tuuh anti krim-krim banget soalnya pernah trauma sama krim racikan yang porsesnya cepat tapi menyisakan lubang pori besar di wajahku T_T

Setelah mendengar ke-parno-an ku, dokternya malah bilang, ini diracik khusus sesuai jenis kulit bu Zilqiah, kita tau Ph kulit wajah ibu berapa jadi kita racikkan krim yang sesuai dengan Ph kulitnya. Tidak kurang dan tidak lebih.

Ternyata loh krim racikan dokter memang gak sama dengan yang ada di luaran sana, memang sudah diresepkan sesuai dengan Ph kulit kita masing-masing gitu.

Perlu dicatat aja sih ya cuma dokter spesialis kulit (dermatolog) yang memang ahli dalam bidanganya, bersertifikasi, dan sudah memiliki izin praktek yang bisa meracik obat atau krim wajah buat pasien yaaa...

Jadi selama kita berkonsultasi dan beli krim racikan ke dokter yang sudah terpercaya di klinik yang reputasinya baik, kayak di Erha ini, seharusnya krim racikan dokter tidak akan jelek, bahaya, dan bikin ketergantungan setelah krimnya habis.
Oh iya selain krim racikan dokter yang diresepkan, saya juga disarankan untuk memakai sunscreen dari Erha. Erha Apothecary kan juga banyak produk OTC (Over The Counter) yang bisa kita beli di Erha clinic terdekat. 

Selama dua minggu saya cobain rutin memakai krim dan sunscreen dari Erha, saya merasa kulit wajah saya lebih sehat, kenyal, dan tentu saja glowing ceuuu.. 

Semoga kemudian hari, kalau ketemu lagi dengan teman-teman lama, komentar mereka masih sama ya hehehe. 
Di Erha ini bukan cuma untuk wajah saja ya
Lengkap untuk rambut, dan tubuh juga, tangan dan kaki.
bukan juga cuma untuk perempuan, lelaki juga bisa
Karena taglinenya tuh ERHA Skin, Hair and Laser Expert

Oh iya aku cek di akun sosial media ERHA:

Instagramnya @erha.dermatology
website nya www.erha.co.id
lagi ada special offer loh
yang butuh perawatan wajah atau rambut, bisa banget kalian cek webisitenya langsung

#AMdukungUMKM : Sambal 2Mama Teman Nasi Panas

19 December 2019
Bagi saya, sejak kecil, makan itu belum dibilang makan beneran kalau belum ada sambelnya. Pokoknya peranan sambel, entah itu cobek matah, ditumis, atau cuma sekedar cabe rawit digigit langsung, peranan vital banget di meja makan saya dan keluarga. 

Sampai kebawa setelah nikah, tapi malah dapat suami yang tidak bisa makan pedes, hahaha kalau pedes dikit, pasti mules, jadi kadang yang menikmati sambel pedis pasti saya aja. Kadang saya buat sambel jadi dua bagian, yang level pedas rendah dan level pedas tinggi hots banget. 

Tapi ya kalau nguleg sambil itu butuh juga tenaga ektra, effort juga bikin sambel loh, saya malah jarang banget nguleg sambel hiks.. padahal pengen banget selalu ada sambel. Lah gimana? HAHAHAHA 

Chung Gi Wa Makassar : Resto Barbeque Ala Korea Yang Kini Halal Dengan Konsep All You Can Eat

17 December 2019
Salam semua, mau review lagi salah satu restoran BBQ ala Korea yang ada di kotaku, kota Makassar nih. Mungkin banyak yang udah tau Chung Gi Wa Resto yang ada di beberapa kota di Indonesia, dan kota Makassar juga ada cabangnya. 

Berlokasi di Lantai 1 mall phinisi point Makassar, Chung Gi Wa resto ini sudah dibuka sejak Agustus 2017 dengan konsep yang sama dengan resto Chung Gi Wa di kota lainnya. Tapi spesialnya, Chung Gi Wa di Makassar dilabeli Halal, "NO PORK AND LARD" 

Dan semua orang yang sudah pernah ke sana, pasti akan repeat, datang lagi berkunjung, karena enak-enak menunya. Termasuk saya, saya sempat posting di instagram beberapa foto dan video saya sedang menikmati makanan di Chung Gi Wa, dan ada banyak teman yang tinggal di luar kota, bertanya "Qi..., bukannya Chung Gi Waitu non halal ya? Soalnya di Jakarta sini, dia non halal, dagingnya campur dalam satu kulkas gitu"

Saya langsung kirimin dia foto poster resto Chung Gi Wa yang dengan tulisan besar dan tebal "NO PROK NO LARD" itu, jadi mungkin itu yang bikin Chung Gi Wa spesial di Makassar. 

Chung Gi Wa juga sering banyak promo, termasuk yang paket-paketan berdua atau bertiga sampai berempat, kalau bulan ramadhan juga sering ada "Pak Rahmat" paket hemat ramadhan. Daging sapi yang disajikan beserta bumbu marinatednya, memikat hati banget emang kalau sudah dicobain. Favorite saya itu adalah semua aneka sop yang ada di menu, apalagi galbitang dan sop kimchi nya yang pedas asam, juara. Seasonignya juga lumayan, side dishesnya banyak dan enak gurih semua.

SEMPAT BIKIN PATAH HATI.

Tapi ada satu hal yang sempat bikin patah hati, setelah tiga tahun, di awal tahun 2019, Chung Gi Wa mulai mempromosikan menu barunya, yang disebut sebagai menu khusus. 

Yah, spechless ya, karena dengan info seperti itu, saya tentunya gak akan mau ke sana lagi, karena bercampur dengan non halal, kecewa dan semacam patah hati sih, karena berkurang lagi satu tempat nge BBQ favorite kalau ramean sama teman. 

Di instagram saya jadinya banyak DM juga, mengutarakan kekecewaannya dan berbagi kesedihan bersama HAHAHAHAH. Tapi yasudahlah ya kepentingan bisnis juga kan, mau protes gak bisa seenaknya haha, kita siapa gitu kan? 

Dan di bulan november kemarin sempat jalan ke mall phinisi point, ada event di sana, dan gak sengaja lewat di outletnya, TUTUP ! Yup, liatnya Chung Gi Wa lagi tutup, dalam hati bergumam, "Pasti kurang peminat nih kan karena ada menu khusus, kehilangan label halal sih ya jadinya tutup..." 

Tapi di benak lain sambil berharap juga sih, semoga tim Chung Gi Wa Makassar bisa buka kembali dengan menu halal kembali gitu. Makanya sih ya gausah menu-menu khusus.

Re-Opening Chung Gi Wa 

 Halal & Yummi

Akhirnya harapan pun jadi nyata, di instagram lewat infonya kalau ternyata Chung Gi Wa ini tutup untuk renovasi dan akan kembali di bulan Desember ini dengan menu konsep baru yang NO PORK NO LARD. 

Eh senang sekali dong tentunya, Chung Gi Wa beneran mau kembali buka dan kembali halal. 
But, Wait !
Apakah dengan kembali mempromosikan menu NO PORK NO LARD, saya langsung gak was-was gitu? nggak ya, tetep masih berkerut nih alis. Untuk meyakinkan diri, pertama kontak teman dlu yang kerja di phinis point, dan dia menganjurkan saya untuk datang aja pas opening gitu dan bisa tanya-tanya puas sama branch managernya nanti.

Benar aja, Minggu lalu, saat pertama kali Chung Gi Wa buka kembali, mereka menggusung menu konsep ALL YOU CAN EAT. Tambah happy dong saya, soalnya saya ini termasuk pemangsa daging sapi sampai puas, gak puas kalau di porsikan a la carte HAHAHAHA. 

No Pork No Lard, belum menjamin apakah resto itu halal atau belum. Saya datang kesana, mencoba melihat suasana sekitar, menu-menu buffet yang disajikan, pokoknya pas dipersilahkan duduk, saya udah coba merhatiin banget semuanya. Ada yang berubah dengan Chung Gi Wa sebelumnya? Ada. 

Saya merasa tempatnya agak sempit dari sebelumnya, tempat bakar daging yang biasanya ada di bagian depan dalam kaca gitu, sudah tidak ada. Mas yang daritadi memerhatikan saya, langsung nyamperin, "Ada yang bisa dibantu bu? Ibu bisa langsung pilih daging di depan"
Saya to The Point nih, "Mas, ini kan katanya udah halal gitu ya, bumbu-bumbunya iini gimana? masih pakai bahan yang dari pusat?"

Masnya tersenyum dan sepertinya ngerti banget sama apa yang saya khawatirkan. "Iya Bu resto ini buka kembali dengan bismillah, hehehe. Bahkan semua peralatan lama kami ganti dengan yang baru. Bisa ibu perhatiin, seasoning nya ini kami sedikit, karena cuma memastikan yang berbahan baku halal. Kayak minyak wijen dan saos seasoning ini kami buat dari tempe, tahu, asam, dan bahan lokal lain." 

"Ini juga bumbu kimchinya, fresh ini bu, bukan fermentasi yang dikasih alkohol, no rum sama sekali, ini kimchi fresh dengan bumbunya," Lanjut masnya.

Juga mbak Tika selaku branch Manager resto, "Kita tau mbak, pasti media bakalan nanya-nanya gitu kan, sebelum itu ya kami harus benar-benar membenahi, semua peralatan masak dan piring-piring saji ini, kami ganti dengan yang baru."

Kebetulannya juga, suami teman saya, Chef Irham, beliau yang mengelola Chung Gi Wa sekarang, beliau muslim, pastinya juga sudah memastikan hal itu sebelum Chung Gi Wa resto buka kembali. 

The Menu : Premium Package 129.000/orang 

(belum termasuk pajak) 

Saya pun bisa dengan tenang melangkah ke menu buffet untuk memulai menikmati All You Can Eat,  karena konsepnya self service ya, kita yang mengambil sendiri sesuka hati dan semampunya kita makan. 

Saat melangkah ke menu buffet, termasuk banyak banget variannya kalau dibanding dengan resto BBQ all you can eat lainnya. Liat foto di atas tadi yaa :)

Menu yang ada di buffet itu antara lain : 
  • Nasi putih
  • Nasi goreng
  • Acar timun
  • Kimchi, banchan paling khas dan paling andalan kalao nge BBQ korean
  • Kaarage, ayam pop goreng tepung yang gurih
  • Japchae, Tumisan bihun 
  • Pajeon, pancake sayuran yang kayak martabak asin ukruan kecil
  • Terong balado ala saos korea
  • Kentang dan Ubi goreng
  • Sop Kimchi yang segar dan gurih. (Tiap hari berganti sop nya) 
Kemudian bagian yang paling favirite, adalah, mengambil dagingnya huehehe. Saya paling suka usamgyeop, jadi pas ke bagian depan, tempat daging diambil, langsung mata tertuju ke irisan usamgyeop yang bisa dengan bebas saya ambil sendiri slide demi slide hihihehehhe (tp tetap dikontrol ya kira-kira abis gak?) 

Untuk pilihan daging, ada banyak macam juga loh, Untuk tim protein darat, antara lain :
  • Bulgogi -  sirloin atau bagian daging sapi pilihan. Bumbu bulgogi adalah campuran kecap asin dan gula ditambah rempah lain gitu. kalau suka yang agak manis asin, favorite nih pasti
  • Spicy Bulgogi - Kalau tim pedas pasti gak ketinggalan ambil ini banyak, hehe
  • Galbi - daging yang ada di sekitar tulang iga, ini gak dibumbuin, original aja ini.
  • Chadolbagi - Daging yang lemaknya agak banyak 
  • Usamgyop - favoriteku ini bagian daging sapi yang tebal dan lemaknya ada di kiri kanan irisan daging, tipis dan paling yummy diantara daging lain.
  • Chicken - ada juga daging ayam fillet bagian dada
  • Chicken Satay - yang sudah ditusuk langsung dan tinggal dibakar
Untuk pilihan para tim konsumsi protein laut, juga tersedia loh, ada udang dan cumi-cumi. Untuk minumannya hanya ada satu macam sih, hanya ocha saja. Tapi kusuka OCHA nyaaa, segar dan katanya tuh dari air jagung yang dibakar, gak pekat banget kayak biasanya, ini segarrr nyess langsung kalau abis minum.

Paket Menu Special Wagyu Beef 155.000/orang 

(belum termasuk pajak)

Jadi penjelasan di atas tadi itu untuk menu standart yang disebut sebagai premium paket ya, di Chung Gi Wa ini ada dua jenis paket menu. Premium dan Spesial wagyu ini. 

bedanya apa? Hanya di penambahan daging wagyu yang bisa kita minta langsung ke mbak waitersnya. Jadi untuk daging wagyu, tidak bisa diambil sendiri, nanti kita request paketnya baru bisa disajikan. 

Bedanya apa sih daging wagyu ini dengan daging yang di paket premium?
Beda di rasa dan ke empukan dagiingnya. Wagyu ini ceritanya daging yang kelas atas gitu, empuk banget, juice, dan meski tidak dibumbui, dia sudah terasa otentik korean BBQ banget dah. 

Promo selama bulan Desember, Buy 3 Get 4 

Gak salah banget kalau kalian dan teman-teman mau lunch atau dinner bareng di Chung Gi Wa Resto, menurutku ini terenak dibanding resto BBQ lain (sesuai kelasnya) yang pernah kudatangi, menu buffetnya juga paling banyak. 

Ya meskipun saos seasoningnya cuma minyak wijen dan saos tempe, tapi itu kan karena menjaga kualitas Halal-nya, gak pengen masukin saos-saos yang gak berlabel halal, untuk dijadikan saos seasoning.

Tapi sama sekali gak mengganggu seleraku saat menikmati BBQ di Chung Gi Wa ini. Rekomendeeeeuuussss banget udah. Tempatnya juga strategis, dalam mall. jadi gak usah puyeng janjain ketemu, tempat parkir atau kepanasan. Suasananya juga kalau sudah di dalam, berasa kayak beneran lagi di korea. Heheheu.

Tolong disampaikan kabar gembira ini ya dengan share postingan ini ke teman-teman kalian, hehehe bahwa intinya Chung Gi Wa sudah buka kembali, dengan bismillah Halal & Yummy. 

Apalagi selama bulan Desember ini ada promo yang tidak bisa kalian abaikan, datang makan ber-4, di bill cuma dibayar ber-3 aja. 

Fashion Mood di Grind n Pull Makassar | Maheswara Batik Berbahan Tenun Troso Jepara

25 November 2019

Foto by : Fadly & Faisal Ramli
taken by Fujifilm X-T10 and Sony A7 Mark II

Auto Post Signature