Fashion Mood di Grind n Pull Makassar | Maheswara Batik Berbahan Tenun Troso Jepara

25 November 2019

Foto by : Fadly & Faisal Ramli
taken by Fujifilm X-T10 and Sony A7 Mark II

Talkshow Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Bersama Pegiat Media Sosial Cegah Narkoba

Salam semua,
ini kenapa saya bisa hadir di acara talkshow BNN ini ? lebih tepatnya kenapa mau? kan bukan niche blog saya, atau kenapa bisa tertarik? hehehe,
karena beberapa waktu belakangan ini, saya sering ditinggal tugas sama suami untuk ngurusin tentang penangkapan barang ilegal yang kebanyakan adalah berbagai jenis narkoba yang disalahgunakan.

Setiap tanya ke suami, ada apa lagi kali ini? biasanya kan ya rokok yang tidak berpita cukai, dan belakangan ini hampir sama jawabannya tentang narkoba terus. Narkoba yang masuk lewat jalur pelabuhan dan bandara yang dimana bagian tugas suami adalah memproteksi hal itu.

Kadang kalau saya pikir, ternyata kok ya banyak banget ya yang sering bawa ke Makassar? Dan gak tanggung-tanggung gitu, selalu ada, meskipun udah digagalkan penyelundupannya.

Dan kehadiran saya di acara talkshow yang diadakan BNN Provinsi Sul-sel ini seolah mengkonfirmasi kebenaran tentang banyaknya selundupan narkoba yang masuk ke provinsi sulsel tercinta ini.

Berlokasi di Hotel Grand Maleo jl Pelita Raya, kota Makassar, saya hadir bersama teman-teman pegiat media sosial lainnya yang ada di Makassar yang diundang oleh pihak BNN.

BNN dalam hal ini sudah mendekatkan diri ke para netizen, yang artinya BNN paham kekuatan sebuah media sosial yang penyebaran infonya sangat luas dan cepat.

Saat sampai di tujuan, saya diminta registrasi dan diberikan kertas survey untuk diisi, kemudian disuruh makan siang dulu, heheh baru datang disuruh makan dulu, pas lagi lapar-laparnya memang jam makan kan ya. Ternyata di ruang makan sudah hadir beberapa teman blogger, dan beberapa selebgram dan konten kreatir video instagram, sampai penyanyi cover yang hits di Makassar juga hadir.

Setelah saling sapa dan makan siang, saya sempat membaca lembaran kertas survey, isinya sih pertanyaan tentang tau tidaknya kita terhadap dampak penyalahhunaan narkoba. Yang harus dijawab dengan Setuju atau tidak setuju. Kira-kira pembahan bentar berat gak ya?
baca terus tulisna ini hueheuheueh...
 Saat masuk keruangan, kurang lebih audience itu sebanyak 50 orang, selain pegiat media sosial, ternyata ada juga duta dutaan gitu yang hadir.

Pembicara di talkshow ini adalah Bapak Ketua BNN provinsi Sulawesi Selatan, Brigjend Pol DRS Idris Kadir, SH. yang langsung menyapa kami dengan memberikan data akurat tentang pengguna penyalahgunaan narkoba di sulawesi selatan ini.

Yup langsung dikasih data loh, dan kaget juga pas dikasih tau kalau ternyata Sulawesi Selatan ini menempati posisi ke 7 (10 besar) penyalahgunaan tertinggi di seluruh Indonesia. Miris banget ya.

Dan awalnya tuh sejak tahun 2015 sulsel menduduki peringkat 9,. ke tahun 2019 ini , its mean sekarang, jaman now, malah ke posisi nomor 7, meningkat banget dan bisa dibilang , sulsel tuh darurat narkoba.

Karena kalau dibandingin dengan jumlah tangkapan baik oleh BNN yang bekerjasama dengan pihak lain, termasuk beacukai, kantor suami, ataupun Kepolisian, terbilang cukup banyak. Itu dibuktikan dengan jumlah tahanan yang mendekam di Rutan dan Lapas di Sulsel.

Penyalahgunaan Narkoba Menjangkit Seluruh Strata Lapisan Masyarakat.

Yang sangat amat disayangkan, penyalahgunaan narkoba ini sudah sampai ke tingkat lapisan masyarakat bagian bawah, yang pengagguran, malah sering kedapatan menyalahgunakan narkoba. Pelajar SMP, SMA, sampai mahasiswa ikut menyalahgunakan narkoba, dan yang memprihatinkan kelompok pekerja juga banyak yang menyalahgunakan narkoba.

Menurut data yang diperlihatkan, proses pengedaran atau penyelundupan narkoba itu terbanyak melalui jalur laut, proteksi pelabuhan harus makin ditingkatkan, jadinya BNN mencanangkan kerja system join operation bersama bagian-bagian pemerintahan lainnya, seperti BPOM, Beacukai, dan Kepolisian. 

Sampai sini pembahasan masih seserius itu, karena memang narkoba ini hal yang harus diseriusin diberantah, atau dicegah.

Masuk ke pembicara kedua, ada Bapak Ishak Iskandar, SKM.,M.Kes selaku Kabid P2M BNNP SulSel. Lebih menekankan ke cara pencegahannya. Sebagaimana kita ketahui bersama pentingnya edukasi dini mengenai dampak dan bahaya narkoba.

Akan banyak sekali kerugian sosial yang kita alami kalau penyalahgunaan narkoba ini terus bertambah, ini bukan tentang diri sendiri yang kadang kala kalau ngeliat berita tentang narkoba kita sering nyelutuk "Ah, saya gak mungkin pakai kok," kemudian cuek dengan sekitarnya. Padahal kita juga harus ikut turn mengedukasi semua lapisan masyarakat yang ada di sekitar kita.

Bapak Ishak ini lebih menekankan tentang informasi dan edukasi mengenai kerugaian dan dampak narkoba di lingkungan sosial, cara pencegahannya dengan terus menerus melempar edukasi.

Untuk langkah awal yang BNN terapkan adalah dengan cara membuat media sosial dan website yang bisa di akses seluruh lapisan masyarakat. Makanya BNN ini mengundang selueurh pegiat media sosial yang ada di Makassar untuk membuat dan menyebarkan informasi edukasi tentang pencegahan narkoba.

Di media sosial yang BNN punya, sudah dilahirkan yang namanya #SobatCegah, tapi Bapak Ishak merasa kalau masyarakat masih minim untuk melirik konten mereka, jadi suatu langkah yang tepat aja menurutnya kalau mengajak selebgram, influencer, blogger, jurnalis, admin info, dan para konten kreator untuk bersatu membuat sebuah konten positif tentang cegah narkoba.
Seperti yang dibilang tadi, BNN sudah menyadari tentang kekuatan media sosial, semua informasi bisa diakses lewat satu genggaman, yaitu smartphone. Besar sekali keinginan pihak BNN untuk mengajak para pegiat media sosial untuk mengkampanyekan tentang cegah narkoba.

Karena BNN tau kalau sekarang tuh jamannya milenial, jadi memang butuh para milenial untuk berdiskusi bersama dan mengajak kerjasama untuk saling bersinergi dalam kampanye cegah narkoba.

Nah, tentang milenial jaman now, hadir juga salah satu konten kreator yang cukup beken namanya di kota Makassar yang dimana kontennya selalu berisi sebuah kritikan terhadap fenomena kehidupan yang terjadi di tengah masyarakat kota Makassar.

Adalah Rijal Djamal, yang saya kenal sebagai suporter loyal PSM karena sudah  menciptakan lagu pantun untuk PSM yang viral di seluruh kalangan. Ya saya kenalnya karena itu, dan tau juga karena beberapa circle pertemanan saya, ada yang tertambat di circle pertemanannya, ah Makassar mah kecil ya heuheueheheuhe. Sebut saja, temannya teman, EH :p

Padahal sih aslinya beliau itu seorang motivator organisasi, tapi actor juga sih, direktur juga gitu, yang jelas dia konten kreator lah :D

Nah saat kak Rijal ini yang speech, baru deh suasana yang agak serius tadi karena data-data, berubah cair karena kata-kata. Kerennya lagi, kak Rijal memulai perkenalan dirinya dengan sapaan ala pantun.

"Tak kenal maka tak sayang
tak menari jika tak berpita
tak sudi saya kemari, kalau bukan karena cinta.
Perkenalkan nama saya Rijal Djamal
Makassar Kolaka dan Bone saya berasal
logat bugis masih kental, cita-cita ikhlas beramal
karena berat menjadi orang yang terkenal.
banyak yang kira saya mirip ustads maulana, Duta, bahkan mirip AL
makanya gadis-gadis milenial banyak berkhayal mau dinikahi secara massal
karena saya tidak punya modal, akad nikahnya di masjid istiqlal
jangan lupa pilih pemimpin yang bisa turunkan uang panaik agar tidak mahal..."

kira-kira begitu perkenalannya, panjang ya dan menarik serta mencairkan suasana banget hahaha. Yang tadinya semuanya pada serius kayak di foto candid ini, berubah jadi ngakak, ketawa dan senyum-senyum, audience pun riuh.

Langsung deh moderator bilang "Yang hadir semua di sini adalah entertainer pak Jendral, jadi memang lebih cocok suasananya seperti ini, dibandingkan suasana awal tadi, ehhehe"

Moderator menekankan lagi kalau memang talkshow ini akan berjalan secara have fun, sebagaimana kita biasanya berkarya dengan fun tanpa beban.

Jadi posisi Kak Rijal Djamal di sini adalah sebagai speaker sebagai perwakilan mileniar kreator yang ada di Kota Makassar. Mengajak berdiskusi juga dan menceritakan tentang giatnya untuk mencegah narkoba ke generasi milenial di sekitarnya.


Setiap Konten Itu Ada Pasarnya Masing-Masing

Pegiat media sosial sekarang sudah banyak aliran, ada yang kontennya untuk hiburan dan ada yang memang untuk edukasi literasi. Followernya pun beda-beda rating usianya. Kalau Rijal Djamal sendiri followernya rata-rata usia 25 tahun ke atas. Berbeda dengan Muisceska seorang komika yang followernya remaja belasan tahun, berbeda pula dengan para ibu-ibu blogger inih hehehe. Semua ada wilayahnya masing-masing. Jadi punya cara berbeda pula dalam menyampaikan suatu pesan di sosial medianya.

Untuk itu Rijal Djamal berpesan ke seluruh pegiat media sosial, untuk menjadikan sosial media sebagai peluru, sebagai alat untuk bertempur dengan para pengedar narkoba yang tanpa pandang bulu menyebarkan narkoba untuk disalahgunakan.

 Tidak Ada Alasan Untuk Menyalahgunakan Narkoba

Kebanyakan alasan menyalahgunakan narkoba itu karena sebagai dopping, sebagai obat anti lelah, obat percaya diri, dan obat capek untuk kebanyakan entertainer di negara kita ini. Tapi hal itu dibantah Rijal Djamal, karena kalau kita kreatif dan ingin percaya diri, cukup mencari sumber penyemangat kita saja. 

Memang sih kalau diliat kan ya rata-rata yang sering muncul di pemberitaan pecandu narkoba kebanyakan artis, yang demi mengejar karir nya tanpa henti, harus menjadikan narkoba sebagai doppingnya. 

Padahal sumber penyemangat terpenting itu ada dalam KELUARGA. Yup peran serta keluarga sangat penting, saya yang sebagai ibu rumah tangga sedikit disentil dengan ucapan Pak Idris, "Ibu di rumah kebanyakan menelantarkan anaknya secara halus, jarang mengetahui tingkah laku anaknya karena kurang komunikasi, yang disebabkan sibuk dengan dunianya sendiri..." 

Uh jangan sampai deh ya,
semoga semua anak-anak dilindungi dan dijauhkan dari Narkoba. 

Oh iya sebagai informasi juga, kalau BNN mengumumkan, siapapun pecandu yang datang melapor langsung ke BNN, tidak akan di proses hukum, dan langsung akan dimasukkan rehabilitasi.

Jadi sebaiknya kalau ada keluarga yang sudah terjerat penyalahgunaan narkoba, sebaiknya langsung jujur saja untuk segera di rehabilitasi sebelum menjadi makin parah. Seperti cerita Pak Idris, hanya karena malu dantakut di proses hukum, seorang pecandu didiamkan saja, bahkan keluarganya pun tidak melaporkan, ya karena malu tadi. 
Jadi, sebagai closing statement, Mari kita bantu BNN untuk mengkampanyekan CEGAH NARKOBA ini lewat media sosial kita masing-masing, karena dengan kita membuat konten cegah narkoba, itu sudah menjadi senjata untuk mencegah narkoba di berbagai kalangan dan di seluruh lapisan masyarakat.  
Dan ingat, bahwa pencegahan paling pertama dan yang utama adalah lingkungan keluarga. 
sampai jumpa di postingan selanjutnya
kalau kalian ingin mengkaji lebih detail 
mengenai kampanye cegah narkoba
silahkan bisa ke instagramnya

Cerita Tentang Bangun Rumah Pertamakali Part 1 : Pondasi Sampai Bangunan Berdiri

29 October 2019
Salam semua,
Akhirnya saya ada waktu untuk cerita panjang dan lebar di blog ini tentang proses bangun rumah. 
Ini pertamakalinya saya dan suami membangun rumah kami, bukan kompleks dan bukan rumah renovasi, tapi benar-benar membangun dari awal pondasinya. 

Lah trus kalau baru bangun rumah, selama ini tinggal dimana? hehehe pernah saya ceritakan sebelumnya di beberapa postingan saya yang sudah lawas, saya juga lupa postingannya mana HAHAHA. 

Jadi, sejak pindah dari Jakarta barneg suami, kami tinggal di sebuah kompleks di kelurahan barombong, sebenarnya perbatasan antara ujung Makassar sisi Barat daya dengan Kabupaten Gowa gitu, ahhaaha, jadi mau ke arah kota, dekat, dan mau ke rumah ummi di Gowa juga dekat. 

Kompleks ini tuh sebenarnya punya Papa saya, sebelum saya tinggali, sebut saja rumah B47, sebelum kami tinggali, rumah B47 ini dikontrak, dan pas papa tau kalau ayahzam sudah mutasi Makassar, dimintalah si pengontrak ini cari kontrakan lain, dan meminta kami untuk menempati rumah B47 ini. Katanya sih ya siapa yang anaknya duluan nikah, boleh tinggali di situ dulu, bukan dikasih. KWKWWKWKWKWK investasi orangtua sih ya hehe. 

Nah, 4 tahun tinggl di rumah B47, kami sebenarnya sambil terus ngomongin soal mau usaha apa, investasi apa? beli ruko di kota yuk gitu, buat studio foto dan cafe kecil-kecilan, tapi Yassalam mahal banget yaaaa ruko di tengah kota HAHAHAHA. Dan masalahnya juga ayahzam gak mau KPR-an, atau nyicil di bank, apalagi sampai masukin SK PNS ke bank, untuk ambil uang banyak sampai berbunga. 

Urung niat beli ruko dan buka usaha, kepikiran lagi untuk renovasi rumah B47 ini, trus ayahzam berpikir "Ini bukan rumah kita, rumah orangtua ini cuma dikasih hak tinggal, bukan hak milik," Ya iya juga sih, jadi ya dijalani lah kehidupan rumahtangga di rumah B47 itu selama 4 tahun lamanya. 

Saya sih nyaman tinggal di sana, gak jauh dari kota, kalau mau ke rumah ummi juga dekat, hanya saja, makin ke sini, kerjaan ayahzam makin padat, kadang pulang dini hari, harus dinas selama beberapa hari, kalau sudah begitu, sisa saya dan anak-anak yang stay di rumah. Mau minta adik atau sepupu nemani nginap juga gak bisa sering, kalau saya yang ke rumah ummi, kasian juga rumah keabaikan dan bibi Ida, ART kami nganggur, tp tetap harus dibayar bulannya hhihi, belum lagi kerjaan saya di komputer juga kan, komputer cuma ada di rumah. Ya mau tak mau harus tetap di rumah saja. 

Sampai suatu hari, entah gimana ceritanya, Papa langsung bilang ke Saya, 
"Kamu mau tinggal di sini? tuh di sebelah tanah kosong, banguni mi itu rumah... biar bisa dekatan, jadi kalau Daeng Nai'mu dinas luar, kamu aman di sini. Anak-anakmu juga aman dan nyaman sama kita ji" 

Di samping rumah papa memang ada tanah kosong, punya om, saudaranya ummi, yang dibeli Papa, dan kalau saya mau bangunin rumah, tanahnya jadi atas namaku deh katanya, HAHAHAAH. 

Saya dan ayahzam gak serta merta bilang iya. Panjang juga proses berpikirnya kami sih, apalagi soalan jarak, ini jauh kemana-mana. Kalau mau ke kantor, harus makan waktu kurang lebih 1 jam, kabupaten Gowa, yang jalan poros menu ke Kota Makassar. Kalau saya sih ya biasa, tapi ayahzam yang gak biasa, baginya masih jauh banget jaraknya. 

Bulan demi bulan, akhirnya sih ayahzam sendiri yang bilang, "Yuk sayang, bikin rumah di situ aja..enak, bisa dekat sama keluarga, kita sama anak-anak juga aman, saya pergi dinas jadi gak khawatir kalau kita sendiri di rumah." 

Asuransi Jiwa Bentuk Cinta Orangtua Kepada Ananknya Untuk Melanjutkan Kehidupan Yang Lebih Baik di Masa Mendatang

01 October 2019
Saya dan suami sering komunikasi mikirin masa depan anak-anak, seperti misalnya tentang sekolahnya mereka, apakah sekolah berbasis agama atau konvensional, biayanya gimana batasannya, persiapannya lanjut dan lain sebagainya.

Karena dulu orangtua saya memperlakukan saya seperti itu, Pada saat pengaturan keuangan, orang tua saya sudah menginginkan saya berkuliah di Universitas Hasanuddin, padahal saya masih SMP waktu itu, jadi saya harus SMA dimana, sudah ditentukan dan disiapkan tentu saja.

Cara mereka menyiapkannya itu berupa investasi dana pendidikan. Keuangan rumah tangga diatur sedemikian rupa oleh ummi saya.

Berbeda dengan suami saya, berjalan apa adanya aja, giliran selesai SMA mau kuliah dimana bergantung ekonomi keluarga, jadi gak tertarget, tapi beruntung bisa jadi sampai sekarang, bekerja dengan baik dan mendapatkan gaji yang cukup untuk keluarga kecil kami.

Itu kalau kedua orangtua kami sehat walafiat sampai melihat kami lulus sarjana, menikah, dan membina keluarga masing-masing. Bagaimana dengan anak yatim piatu yang ditinggal orangtuanya tanpa bekal dana pendidikan? Mereka akan berusaha sendiri mencari uang.

Saya mikirnya malah sampai ke soalan putus asa. Ya gimana kalau mereka putus asa dalam mencari uang dan memikirkan penghidupannya dimasa mendatang?
Gimana kalau mereka jadi menyimpang ? gak maukan kita sebagai orangtua membayangkannya. Iya lah ngebayanginnya aja gak tega ☹

Saking seringnya ngobrolin masa depan anak, saya jadi berusaha juga untuk terus hidup sehat, tapi rupanya itu gak cukup loh, mempersiapkan apa yang perlu disiapkan untuk mereka, gimana nanti kalau saya ninggalin mereka tanpa persiapan apapun?? ⁣

Sambil mikirin itu, saya terus nyari bahan edukasi yang bisa menenangkan saya tentang hal itu.
Kalau kata suami sih ya menabung aja untuk mereka. nanti klo Abang dan dede sudah 20 tahun , cukup gak ya hal yang saya lalukan untuk mereka nanti ? di saat nanti saya sudah gak bisa lagi menemani mereka, apa mereka akan bisa melanjutkan kehidupannya dengan baik? Sebenarnya tiap malam saya tanyakan hal itu ke Ayahnya, obrolan kami selalu seputar ini.

Rambut Segar dan Nyaman Berhijab Karena Rejoice Hijab

30 September 2019
"Widih rambut siapa ini??"
Tanya ummi, waktu tengokin kamar mandi.
"Pasti rambut mammeng (qiah) nih... ckckckc..."
Ummi sudah tau sebenarnya karena seringnya liat rambut saya rontok kalau abis keramas. Hahahaa.

kurang lebih 13 tahun saya berhijab setiap harinya, dan permasalahan rambut saya cuma satu, yaitu rontok. Sebenarnya saya gak pernah mempermasalahin secara signifikan sih, karena rambut saya tergolong lebat banget.

Hanya saja, dulu tuh jaman rebonding, saya hampir 2-3 kali melakukan rebonding dan smoothing, memang sih rambut jadi lurus menjuntai, ringan dan terlihat segar. Tapi kalau gak dirawat dengan baik atau gak menggunakan shampoo yang tepat, maslaah kerontokan itu bakal berlanjut, apalagi kalau kulit kepala sering keringetan, tertutup hijab, pasti bikin rambut jadi lepek.


Banyak yang bilang hijab malah melindungi rambut dari sinar matahari yang bakal bikin rambut kita kusam, dan kering. Memang bener sih tapi , Tapi jangan karena merasa udah berhijab, rambut jadi dicuekin, "kan aman aja nih pakai jilbab nih", jangan berpikirian kayak gitu deh

Rambut tuh menurut saya justru harus dapat perhatian ekstra kalau kita berhijab, dibanding dengan yang gak berhijab. Sebagai perempuan yang menggunakan hijab, pasti tau banget deh, permasalahan rambut yang gampang lepek bahkan rontok.






Apalagi kalau kalian kayak saya, kebiasaan abis keramas, rambut masih lembab, udah pakai hijab langsung. Jangan tiru kebiasaan ini ya. Akhirnya kerontokan rambut gak berhenti deh, udah gitu kalau lepas hijab, rambut jadi gak segar.

Padahal saya tuh kegiatannya banyakan outdoor, beredar dan keliling kota makassar, mall to mall, cafe to cafe, ahahhahahahahaha. Pastinya butuh rambut saya segar dan gak bikin misuh-misuh kalau sudah seharian di luar rumah beraktivitas.

So, ya dalam hal mencari shampoo, saya juga orangnya cermatan banget, kudu baca ingredients, dan review-review juga sebelum beli, hahaha. Suatu waktu ya mampir supermarket dan ketemu sama shampoo Rejoice Hijab.

Wah sekarang Rejoice beneran udah ngeluarin seri Hijab, jaman saya sebel sama rambut sendiri pas sering rebonding, shampoo rejoice lah yang sempat menenangkan rambutku. Sekarang senang skali pas tau kalau udah ada seri Hijabnya.

Rejoice Hijab Perfection Series. Kesempurnaan Berhijab Bersama Rejoice.


Rejoice Hijab Perfection Series hadir untuk mendukung para hijabers di Indonesia agar senantiasa nyaman menggunakan hijabnya. Melalui perawatan kesehatan rambut.

Berbagai keluhan lamput seperti lepek, kusut dan juga mudah berketombe dijawab oleh varian baru Rejoice Hijab Perfection Series yang memiliki tiga keunggulan dalam satu sampo, yaitu

  1. kesejukan
  2. kelembutan, 
  3. dan anti ketombe. 

Diperkaya dengan keharuman dari esens bunga Kasturi Dengan Ingredient Story Sebagai Berikut : 



  • Aroma kesegaran mentol.
  • Sensasi Sejuk dingin seketika.
  • Keharuman Bunga Kasturi
  • Keharuman Bunga Kasturi.
  • Kesegaran menawan parfum mawar
  • Keharuman Bunga Kasturi.
  • Aroma kesegaran mentol.
  • Sensasi Sejuk dingin seketika.


MAIN BENEFIT END BENEFIT
3-in-1 Hijab Shampoo & Conditioner:

  • Segar
  • Lembut
  • Anti - Ketombe
  • Kesegaran dan Sensasi Dingin Sepanjang Hari (Perfect Cool)
  • Kesegaran tahan lama dari parfum mawar (Perfect Perfume)
  • Tidak lepek dan memberikan
  • sensasi sejuk seketika (Perfect Conditioning)
Nyaman banget abis pakai shampo ini, kesejukan dan dingin mentolnya tuh langsung kerasa di kulit kepala loh. Segar dan dingin emang, rambut jadi harum, dan ringan. Rontokan rambutku juga agak berkurang, meski di saya, shampoo ini belum bisa bener-bener anti rontok. Tapi setidaknya, kesegarannya ke kulit kepala dan helai-helai rambut tuh, langsung kerasa. 


Nah kalau sudah ketemu shampoo yang cocok, jangan lupakan tips ini ya kalau kalian shampoan :

  • Sikat rambut  dua kali sehari, bukan cuma untuk mencegah kusut dan menjaga rambut  lepek, juga sekaligus membantu merangsang sirkulasi darah ke kulit kepala Anda.
  • Juga, ingat untuk tidak menggunakan shampo dan kondisioner setiap hari. Diselang selingi aja
  • Biarkan rambut sepenuhnya kering sebelum memakai jilbab. jangan mengikat rambut  dan memakai jilbab kalau masih basah. rambut basah tuh lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan, bisa menyebabkan ketombe.
  • Blow-dry atau catok rambut juga bukan pilihan. Kedua alat ini hanya akan merusak rambut  Tapi, kalau benar-benar butuh  pengering rambut, atur suhu di paling rendah hingga sedang.
  • Pilih bahan hijab yang bersahabat dengan kulit Wajib bagi setiap wanita memahami kain apa yang harus ia gunakan untuk hijabnya. Cobalah untuk menggunakan kain yang ramah kulit yang memiliki jalur keluar-masuk udara.

Okedeh sampai jumpa di postingan berikutnya ya, selamat berceria dengan kepala dingin dan rambut sehat nan harum sepanjang hari, Kesejukan dari Subuh Hingga Isya.

klik aja ya dibawah ini
Instagram dan Facebook


Auto Post Signature