Selamat Hari Blogger Nasional Tulisan Pertama Tentang Merayakan Hari Blogger di Tahun 2018

27 October 2018
Ada juga ya hari blogger nasional ? 
Well ya kita tau sekarang banyak sekali perayaan hari yang di nasionalkan di Indonesia, untuk menghargai dan mengapresiasi. Jujur ini pertamakalinya saya membahas tentang hari blogger nasional itu sendiri, meskipun sudah lama jadi blogger (cie, anak lama ciee...) 

Smartphone Unlimited Untuk Kebutuhan Tanpa Batas Advan S50 4G Dengan Harga Di Bawah Sejuta

Salam semua, 
Udab hal yang biasa ya kalau kita punya 2 buah smartphone yang dibawa kemana-mana tiap harinya. Saya punya dua handphone, satu buat multitasking dan yang satunya lagi buat telponan saja. Ada yang kayak gitu juga? 

Tapi sebagai emak-emak yang punya anak generasi milenial, pasti mau tidak mau handphone kita dimainin anak ya kan? kalau pas lagi ada kerjaan atau mau pakai smartphonenya, trus tiba-tiba anak merengek pengen minta pakai juga nonton youtube, langsung pusing deh saya. 

Outfit Denim Hijab Sist Arisan : Padu Padan Denim Atau Jeans Yang Membuat Kita Tampak Lebih Muda

23 October 2018
Salam semua,
postingan kali ini tentang label fashion lagi hehe lama gak bahas tentang fashion di blog saya. Dan kebetulan minggu lalu abis arisan dengan dresscode : Denim

Nama Denim itu sendiri awalnya disebut dengan sebutan Serge de Nimes, kemudian nama tersebut dipersingkat dengan sebutan de Nimes (Denim). Bahan denim terbuat dari material kain yang kuat dari bahan cotton twill. Nah jeans itu nama brand yang terbuat dari bahan denim ini.

Kita semua tau kan ya kalau sekarang tuh sudah jarang banget hijabers pakai jeans, kalau dengar kata jeans ya yang kebayang jelas tentang celana, ada yang nyeplak celana "botol" yang lancip kebawah sampai tampak jelas gestur pinggul dan betis, sampai cetakan (miss V terlihat) dan menimbulkan stigma negatif kalau dipakai sama hijabers. 

Menggali Personal Style Suami

07 October 2018
"Deuh berubahnya Mannan..."
"Wow makin stylish sekarang ya.."

Banyak deh komentar lain mengenai perubahan penampilan suamiku, setelah menikah hihihiih. Semasa sebelum menikah, penampilan memang salah satu hal yang tidak begitu dia perhatikan, cuek aja sih soal style. Beda dengan cowok kebanyakan yang masih lajang, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki,mereka akan sangat memperhatikan betul bagaimana penampilannya. Alasannya? Ya jelas biar disukai sama cewek. 

Saya juga pernah tanya sama suami, dulu emang gak suka shoping? belanja celana atau baju gitu? Misalkan ke acara teman, pakai baju sukanya yang kayak gimana? Dijawab sih, ya kemeja dan jeans aja, asalkan nyaman udah cukup buat dia, gak begitu perhatikan mode fashion pria pada umumnya. Tapi dia lumayan paham mana baju casual/santai dan mana baju yang harus dikenakan kalau ke acara formal hahaha.

Pertamakali saya bertemu suami itu saat dia bertamu ke rumah, pastinya saya langsung menilai dia dari penampilannya. Dia pakai kaos berkerah, polo-polo gitu dengan warna biru muda buram dan celana kain gombrang berwarna cream muda. Itu udah minus deh dimataku, persentasenya tentang penampilan, agak mengkahwatirkan HAHAHAHA

Nah setelah mulai ngajak jalan, dia sedikit mulai oke, pakai jeans, kemeja lengan pendek warna hijau muda, tapi masih failed di sandal :D Saya kurang suka cowok yang kemana-mana pakai sendal, lebih suka kalau dia pakai sepatu. 
Demi cinta harus mau berubah
Demi cinta juga harus saling menerima apa adanya

Yay dua penggalan kata itu memang nano-nano kalau mau dijabarkan, kita harus menerima pasangan kita apa adanya, tapi tetap harus memperbaiki penampilan untuk menyenangkan pasangan kita. Ini sih soal penampilan ya, beda kalau soal sifat dan inner manner lainnya. 

Biasanya banyak pria yang sudah menikah, mulai cuek dengan penampilannya, dan istri-istri juga lupa memperhatikan penampilan suami apalagi kalau sudah punya anak. Saya gak mau begitu, justru saya mau, suami saya ada perubahan lebih baik dibanding masa lajangnya dulu. 

Kan kalau penampilannya acakadul dan gak ada perubahan sama sekali, ya pasti yang akan ditanyakan "Istrinya mana? gak keurus sama istri ya??" Yup istri yang disalahkan loh, kita akan dinilai gak becus mengurus suami walaupun itu kemauan suami sendiri berpenampilan acakadul.
Kalau saya sih saya tegasin dengan cara mengganti semua baju masa lajangnya dengan baju yang saya beliin sendiri heheh, termasuk baju koko modern lengan panjangnya, saya tegasin juga dengan cara menyiapkan baju yang harus dia pakai keluar, jadi pas dia selesai mandi, tinggal pakai pakaian yang sudah saya sediakan di kasur, dia gak perlu lagi ubeg-ubeg lemari pilih sendiri. Saya pilihkan. Selain biar dikata suami terurus, juga biar bisa mengontrol penampilannya.

Kalau ada acara, pergi berdua, pakaian kami harus match warnanya, gak melulu harus couple motif, yang pentin g warnanya march kalau lagi foto berdua, kalau lebaran juga gak seragam gak apa-apa yang penting ada tema warna sebagai dresscode kami berdua. 

Lima tahun pernikahan kami berjalan, alhamdulilah suami paham banget soal istrinya yang fashionable dan pingin suaminya juga modis tentunya. Selain itu juga agar suami tetap stay berwibawa kan kemana-mana :)

Lama kelamaan, suami malah mulai mengimbangi, akhirnya dia mulai bisa menentukan personal stylenya sendiri. Tidak bisa dipungkiri bahwa dengan memiliki personal style, kita akan mampu mengekspresikan diri kita. Menunjukkan siapa kita dan mengkomunikasikan siapa kita. Dengan berpenampilan terbaik. 
Cuma memang ya kalau cowok itu sering ada kendalanya, kendala umum yang biasa terjadi adalah, kebanyakan mereka masih belum percaya diri dengan apa yang dikenakan, masih ragu apakah pakaian tersebut cocok dengan badannya. Nah kalau sudah punya istri pasti gak akan bingung lagi, istri bisa jadi mesin penjawab soal penampilan hehe. 

Suami saya juga sudah bisa belanja sendiri kemeja-kemeja pilihannya di online shop, biasanya dia capture foto-foto baju ke WA saya dan bertanya soal itu, kalau saya bilang gak bagus, dia gak akan beli, hihi.

Suami saya paling mulai aktif belanja online shop itu kalau jelang lebaran, iya cuma sekali setahun dia rajin belanja sendiri, beda dengan kita para istri, tiap bulan ngintip-ngintip, senang, bayar HAHAHAAH kalau suami-suami ya pusingnya mulai pas masuk ramadan dan jelang lebaran, suami saya juga sibuk memilih online shop mana yang menyediakan koleksi baju kok yang bagus bahannya  dan modis terlihat. Favoritenya itu adalah baju koko modern lengan panjang.

Saya sempat ngasih tau suami, kalau baju koko pria terbaru, apalagi yang baju koko modern lengan panjang gitu gak cuma untuk momen lebaran saja. Untuk ke acara pengajian atau acara kawinan yang semi formal juga harus punya dong pilihan baju koko lengan panjang. Selama ini memang kebanyak lengan pendek aja yang dipunya, Oh iya untuk berangkat Jumatan juga kan biar ganteng, hehehe.

So, ya sebenarnya selera fashion para cowok itu simple aja memang, hanya saja kadang ada yang kurang pas dengan postur tubuhnya masing-masing, misal cowok yang tinggi banget itu lebih cocok pakai kemeja lengan panjang dan kaki baju dibiarkan di luar, tapi kalau cowok tingginya standart, sebaiknya kaki baju dimasukkan ke dalam celana dan memakai rim.

Suami ku gak begitu banyak hari yang dia gunakan untuk musingin pakaian sebenarnya, cuma pas hari libur kantor saja, karena kalau di kantor kan cukup berseragam dan kemeja kantor. Tapi ya yang namanya pengen tampil sesuai personal style masing-masing ya pasti ada waktunya untuk mengecek penampilan kan ? hehe.

Ya itu tadi, menjaga penampilan suami itu sama dengan menjaga wibawanya juga :)


La Picolla Italy, Tempat Menikmati Pizza Otentik Italy di Makassar

05 October 2018
Salam semua,

Ini pertamakalinya saya mengunjungi La piccola cafe. 

Cafe yang identik dengan suasana homey negara Italy yang ada di tengah kota Makassar. Saya sudah lama dengar tentang cafe ini dari beberapa teman, katanya ada cafe yang pizzanya itu asli orang Italy yang buat, dan tempatnya juga seringkali saya lewatin. Cuma entah kenapa belum berkesempatan mampir di sana. 

Dan minggu lalu akhirnya kesempatan itu datang ke saya, diinvite teman-teman blogger lainnya untuk meetup dan lunch di sana, di La Piccolla Cafe. Sebenarnya saya pikir siang-siang tuh enaknya ke tempat yang dingin kali ya, mall gitu, saya khawatir di sana akan panas karena melihat lokasinya di dekat pantai losari, Jl Lamadukelleng no 82, pas diujung jalan berbelok ke Haji bau. 

Tapi ternyata saat sampai di sana, serrrrrrr.. di sambut dengan sapaan "Ciao bellaa..." dari beberapa pramusaji yang cantik-cantik, dinginnn dan seperti ada angin sepoi menyambut. Gak sepanas yang saya kira, saya suka hawanya, terang tapi tidak silau, dan tidak pengap, cafe dengan suasana rumah-rumah yang ada di Italy ini punya cukup pendingin ruangan yang menyegarkan. 
Sampai di sana, sudah ketemu dengan teman blogger lainnya, karena memang dasar blogger ya, kita ngebahas dulu soal deorasi cafenya. Katanya ownernya gak mau disebut ini cafe, lebih suka kalau disebut sebagai warung atau kedai, hehe. 

Yang saya pernah baca sih memang hunian Italia punya ciri khas kaya akan tekstur. Seperti cafe bernuansa Europ yang di Makassar, yang pernah saya datangi memang ciri khasnya itu ada pada dindingnya yang bertexture. Sama seperti La Piccola ini, dindingnya batu bata yang dibiarkan natural tapi sudah diperhalus. Dekorasinya memang memberi kesan hangat pada ruangan karena catnya didominasi warna hangat seperti krem, cokelat muda, orange muda, pastel, atau cokelat kemerahan. Warna-warna itu beneran mewakili gaya desain interior ala Italia yang klasik dan romantis.

Walldecornya juga dihiasi dengan ranting-ranting pohon, gambar-gambar vespa dan mobil VW mini bus dengan warna bendera negara Italia, Hijau putih dan merah. Ada beberapa frame foto owner dan chef nya beserta keluarga chef-nya yang bule , terpajang di dinding. Cuma saya kurang srek aja sama baju-baju pemain bola Italy yang dipajang di dindingnya, seperti merasa kaos olahraga itu gak nyaman dilihat saat makan HEHEHEH. 

Yang paling loveable adalah taplak meja, sarung kursi dan gordennya. Motif kotak-kotak merah putih, kayak di Bali biasanya motif kotak hitam-putih gitu. Oh iya ternyata motif kotak-kotak merah putih itu motif khas Italy loh, dan termasuk salah satu motif pakaian tradisional benua Eropa. Dan katanya material kain itu di beli langsung oleh ownernya di Italy. 
Karena kedainya kecil sesuai namanya La Piccola yang in English artinya "The Small One" makanya tidak cukup banyak kursi, ada satu meja memanjang yang cukup untuk ber 6-8 orang, kami duduk di situ, dan di sisi kiri ada meja untuk 2 orang, di depan dan belakang ada meja ber-empat. Jadi ini dempetan antara meja, makin dekat makin akrab. Konsepnya memang homey jadi pengunjung bisa merasakan keakraban juga karena saling berdekatan. 

Kami disajikan menu pembuka, yaitu garlic breads yang diatasnya ada tomato dan parmesan, seperti makan burger tapi ini beda gitu karena rotinya dipotong kecil-kecil.

Menu pembuka lainnya adalah popcorn, saya belum sempat coba sih tapi kata Dwi, yang duduk di sebelah saya, popcornnya enak, rasa dan texturenya mungkin ya. Di Lapciccola disediakan infused mineral water yang bisa bebas kita isi dengan kelas kita, diletakkan di dekat meja open kitchen.

Chef Giovanni "Nanni" Marras 

La piccola cafe ini dibuka dan didirikan langsung oleh Chef Nanni Marras bersama istrinya yang orang Sulawesi (Tionghoa-Mamuju), pada September 2017. 

Chef Nanni sendiri "tiba" di Makassar itu sejak tahun 2016 dan bekerja sebagai Chef De Cuisine di hotel The Rinra selama setahun. 

Dan alasan mereka mendirikan La Piccola itu karena chef Nanni ini kangen sama kampung halamannya gitu di Italia, dan selama dia di Makassar belum pernah menemukan rasa yang khas itali yang bisa mengobati rasa rindunya dengan makanan khas Italia, juga tentang budayanya. 

Nah jadinya mereka berdua berpikir kenapa gak mendirikan warung yang menjual jajanan khas Italia aja di Makassar. Sebagaimana yang kita tau itu ya kalau makanan khas Italia ya Pizza dan Pasta. Dua macam menu itu juga yang disajikan di La Piccola 

Kendalanya mungkin ada pada bahan-bahan, tapi Chef Nanni mengimprovisasi bahan-bahannya karena ingin juga meyesuaikan dengan selera orang Makassar. Dan Chef Nanni ingin menyajikan makanan yang HALAL. Chef sendiri yang menegaskan kalau di La Piccola ini semua bahannya fresh dan halal, tiap pagi chef jalan ke pasar membeli bahan-bahan, karena chef gak mau pakai bahan yang gak segar, itulah mengapa pizzanya yummy :)

Untuk isian berupa beff nya juga, chef sendiri yang asapin, dia gak beli instan. Dan dagingnya menggunakan daging sapi, gak pakai (maaf*) pork dan bahan-bahan yang dilarang. 

Untuk harga nya (silahkan liat di foto menu) memang terbilang agak mahal, tapi jangan langsung males ya,. seporsi spaghetti itu porsinya gak "pelit" porsinya termasuk banyak kalau sendiri, kalian kenyang, lagipula toping spaghetti nya juga tidak "biasa aja" selalu ada taburan-taburan lezat yang menambah cita rasa dan tentunya khas Italia. 

Pizza dengan harga 40-80ribuan itu juga bisa kalian nikmati ber-dua sampai empat orang karena di La piccola ini hanya menyajikan pizza dalam satu ukuran, yaitu diameter 35cm , gak ada pizza kecil gak ada pizza besar. Semua satu ukuran karena katanya itu termasuk budaya di Italia, konsisten terhadap ukuran pizzanya. 
Di La Piccola ini kalian bisa menyaksikan langsung bagaimana pizza kalian dibuat, karena kedai ini konsepnya juga open kitchen. 

Kenapa open kitchen?

Karena "the original pizza" di Italia dibuat untuk disaksikan bersama, agar semua orang menghargai budayanya, dan chef Nanni mendirikan kedai pizza ini bukan sekedar membuat makanannya tapi juga share tentang budaya orang Italia dalam passion memasak. 

Karena para pembuat pizza di sana itu menganggap adonan pizza sama seperti makhluk hidup yang sensitif, harus diperlakukan dengan lembut agar tidak merusak adonan atau adonannya tidak sobek. 

Jangan percaya pizza yang keluar dari dapur ke hadapan kalian kalau kalian tidak liat sendiri proses pembuatannya. Itu tuh di Itali begitu tuh. heehhehe beda ya dengan pizza tiga huruf, dapurnya jauh di belakang. Kalau La piccola ini gak, mereka mengutamakan unsur budaya juga. Jadi pelanggan bisa liat cara pizza mereka dibuat.

So, ya menu apa saja yang jadi pesanan kami waktu itu ? 

Margerittha Pizza
Pizza yang di taburi saos tomat, mozarella dan oregano
Black Pizza La Piccola
Dalam rangka first anniversary La piccola cafe merilis menu barunya, yaitu black pizza. Black Pizza ini ada smoked beed, mozarella, dan lainnya (silahkan liat di foto) tepung yang digunakan yang bikin pizzanya "black" gitu adalah moscula powder yang punya kelebihan membantu pencernaan. 
Spaghetti Al Granchio 
Sesuai namanya, al granchio yang in english "with crab" jadilah spaghetti ini ada yang jagain, hahahaha sebenarnya saya agak takut gitu karena ini kepitingnya posenya kayak lagi megangin spaghetthinya dengan tatapan tajam, takut kalau kepiting itu masih idup dan tetiba capitnya menerkam tangan saya HAHAHAHAHA. 

Tapi gak ya, hihi kepiting ini sudah direbus sedap dan matang pastinya siap kalian nikmati bareng spaghetti, buka cangkangnya dan dapat telur kepiting yang orange sedap di dalamnya, campur dengan spaghetti, nyesssssss rasanya di luar bayangan saya, ini asli yummy bangetttt. RECOMENDED kalian harus pesan ini kalau ke La Piccola.
Sebagai tambahan lagi, Chef Nanni bilang pizza yang di buat di La Piccola ini gak cuma bisa di cocol saos sambal aja, tapi bisa juga dengan sambel tumis cobek-cobek khas makassar loh. Yup di Lapiccola semua makanannya bisa kallian campur sambel tumis cobek-cobek. Saya udah cobain sambel tumisnya dan TOP BANGET! MANTUL cobeknyaa,, dan ternyata makan sama spaghetti itu ndesssss banget jadinya. 
cafe italy di makassar
Kalian kapan mau ke La Piccola ? jangan lama-lama karena ada promo anniversary mereka yang akan diperpanjang sampai tgl 31 Oktober nanti. 

Cukup dengan 50.000,- kalian bisa dapat pizza dengan teh manis loh, pizza nya bisa porsi ber dua sampai empat orang. Murah kannnn? apalagi sampai sana kalian bisa foto-foto selfie ala suasana Italia. 

Tips dari saya kalau kalian mau ke La Piccola cafe dan berniat untuk foto-fotoan, 
  • Boleh datang siang atau sore hari untuk dapat cahaya yang cucok tentunya.
  • Bawa lensa wide lebih disarankan, kalau lensa fix boleh di 27-35-dan 50mm aja 
  • Pakai baju yang trendi, edgy, gypsi
  • Warna baju yang oke biar fotonya on point itu warna biru dongker, hijau terang (tosca), mustard. Hindari warna putih, hitam, dan merah :D 
  • Jangan lupa ajak saya.
Sampai jumpa di post review selanjutnya ya

Auto Post Signature