21 April 2015

KEB Kartinian : Tentang Mertuaku

Assalamualaikum wr.wb.

Tentang mertua ya... saya senang sekali kalau diajak bercerita tentang mertua saya... Lebih enak sih berbicara langsung memperkenalkan mertua saya tapi akan saya coba menuliskannya. saya sudah pernah memang sebelumnya menulis tentang mertua saya disini.  Tapi karena sedang ikut posting serentak KEB yang temanya tentang Kartinian jadi gak apa-apa nulis lagi. lagipula saya memang belum banyak menuliskan tentang beliau. awal berjumpa dengan beliau adalah saat beliau berkunjung ke rumah dalam rangka silaturrahim perkenalan dua buah keluarga. secara casual sih belum secara resmi. walaupun saat itu saya sudah dianggap sebagai "calon menantu"nya (iya kah? iya ya? hhihih) beliau datang bersama kakak ipar saya dan sanak keluarga lain, datang jauh dari kota Pare-pare yang memakan waktu tempuh perjalanan sekitar 3jam lamanya ke Gowa, rumah saya. pertamakali melihat sosok beliau dalam hati bilang "gak mirip sama kak Man..." heheh beliau cantik dan memancaran wajah bersahaja. sosoknya tampak kuat meski usianya sudah jauh lebih tua dari papa dan ummi saya. pembawaannya sopan dan juga sombere' (mudah akrab dengan siapa saja*) saat makan siang bersama, kami membahasa banyak hal, dari makanan sampai hal hal keseharian. dengan malu-malu saya berusaha menjawab semua pertanyaannya. walaupun pertanyaan ringan tapi saat itu saya sangat takut sekali salah ngomong hahaha. (jaga image gitu :p) kalau dalam formalitasnya kunjungan beliau hari itu adalah untuk bertanya kesediaan keluarga saya menerima keluarga mereka, dan jawaban juga diberikan langsung saat itu :) Saya tidak tau bagaimana kesan pertama "Mama Aji" (mertuaku) terhadap saya. yang jelas.... ikatan perasaan cinta mulai kubalur sejak pertama jumpa dengan beliau, kuikat benang merah tanda sayang kepada beliau sejak pertamakali beliau menginjakkan kaki di pintu rumah, sebagai calon Ibu mertuaku. dan dengan bismillah dan penuh pengaharapan agar Allah bisa kembali mempertemukan kami sebagai SATU keluarga.


Alhamdulillah..kini saya jadi anak beliau. dan... selama ini mengamati ternyata saya punya banyak kesamaan juga dengan beliau hihih, suka cerita :D ehehehe sama sama senang heboh kalau cerita-cerita bahas apa saja. Dan juga kalau shooping liriknya utama ke TAS hohohoho. Mama A'ji ini superwomannya suamiku, benar. karena masih kuat dan masih bisa ngurus-ngurus perusahaan keuarga sendirian, jalan ke pasar sendirian, tagih-menagih pembayaran dari rumah ke rumah kliennya, mengurus dan merawat bapak a'ji, dan lain sebagainya. waktu acara kawinan saya dan suami saja Mama A'ji yang mengurus segalanya, menanganinya langsung, tanpa pusing, pokoknya move move move terusss... 

kalau orang-orang biasa pada bilang "Wah Mama A'jimu masih kuat yaaa kemana-mana..." padahal kalau ditelisik kebanyakan seusia beliau sudah diam dirumah aja. Tapi Mama A'ji mah nggak, bahkan masih bisa kian eksis menjalin silaturrahim ke luar-luar kota loh :)

Cucu beliau sudah 12 (termasuk abangZAM dan insyaAllah jadi 13 nanti dgn adiknya abangZAM*) kalau semua berkunjung ke rumah Mama a'ji.. wow baru deh Mama Aji pusing hihihih.. soalnya cucunya semua dominan masih anak kecil-kecil, baby-baby juga. 

Huaaahhh.. akan panjang kalau mau saya tuliskan tentang beliau saking saya mengaguminya dan menginspirasinya beliau sebagai seorang Istri yang setia, mengabdi, dan penuh cinta. Sebagai seorang Ibu yang penyayang, tegas, dan penerima. Pun sebagai mertua yang penuh cinta. 

Mungkin saya persembahkan puisi ini saja ^_^
Assalamu’alaikum, ibu mertua…
Sehat selalu dirimu kuharap, semoga…
doa keselamatan jua ku sampaikan
Moga engkau dalam lindungan NYA tak bersudahan

Terima kasih ku, ku haturkan…
suamiku telah engkau lahirkan…
Engkau asuh dan didik ia agar beriman..
Hingga ia siap menjadi imam...
Dengan ini ku mulai jalin kerakraban..

Wahai ibu mertua..
Sungguh aku tak sebaik yang dikira..
Masih begitu banyak pe.er ku dalam urusan rumah tangga..
Perkenankan ku belajar sembari mengarungi bahtera..
Sungguh jarang dapur ku jamah..
Tak pandai sayur mayur ku olah..
Ku mohon jangan marah..

Aku memang bukan gadis yang rajin..
Bebersih saja aku bersin bersin..
Tapi kebersihan tetap kan ku jamin..
Taman rumah mu rapi indah dilihat..
Tapi mungkin tak pandai ku rawat..
Wahai bunga warna-warni semerbak..
Moga hadirku tak mengubah mu menjadi semak..

Ibu mertua..
dengan kesungguhan hati ku pinta..
Perkenankan ku jadi bagian keluarga..
Wahai ibu mertuaku..
kini engkau tahu lebih banyak kurang dari lebih ku..
mohon tetap terima aku sebagai anakmu..
terima bakti ku sebagai menantu..

#PostingSerentak #KEBkartinian #tentangMertuaku

No comments:

Post a Comment