15 January 2013

Hitam Putih Hujan

Mengenal sisa diam kita, kalau-kalau masih tersimpan luka kemarin yang belum diterjemah 
Memunguti sisa diam kita, pada deras hujan ini, tik..tik...tik-nya, menyampaikan ketenangan masa lalu itu Hujan, 
sering tak sempat bicara,
tiba-tiba saja ia menghambur ke gurun  
 Hal nyata dari persekutuan sunyi dan rasa sakit, 
ehm.. hujan mengabarkan sebuah halaman lembab penuh bunga yang hampir kau lupakan 
juga tentang jalan setapak yang ditumbuhi ilalang". 
yah... hujan masih jutaan bahasa langit 
dan betapa seluruhnya hanya sepi yang tertinggal 
dari kremasi sejak lama. 
TAPI seseorang dari jarak jendela dan hujan berusaha menutup jalan untuk air matanya.
biarkan hujan mewarnai dirinya sendiri.

No comments:

Post a Comment