Pengen Ulang Liburan : Badung, Bali Lagi dan Lagi. Yuk! Rencanain Sekarang.

20 April 2018
Salaam semua,
Merasa gak sih kalau pertengahan bulan ini kegiatan makin padat ? jelang sebulan lagi mau ramadhan ya pastilah banyak kegiatan ya, para EO sibuk menggelar event belanja, event musik, event pembukaan ini itu, event persiapan lomba wajah ramadhan ikhwan dan akhwat. Para owner restoran sibuk bikin menu baru. sibuk membuka cabang baru, buka cafe baru, sales yang ada di mall sibuk mengganti label tag dagangannya (dikata kacang*) hihihi sibuk gonta-ganti style di etalase tokonya masing-masing, sibuk kasih diskon, sibuk hitung-hitungan strategi penjualan. 

Para sutradra sibuk melauching trailer film ramadhan di televisi maupun bioskop, kejar tayang untuk pemutaran saat lebaran nanti. Para guru sibuk menutup tahun ajaran baru, dan para emak-emak yang anaknya memasuki usia sekolah, sibuk mencari sekolah terbaik untuk anaknya, basis ini basis itu, sistem ini sitem itu, kesana kemari seacrhing, hunting sampai dapat yang terbaik. (itu tadi curhats*) 

Apapun kesibukan masing-masing kita, pasti adalah yang namanya jeda, istirahat, atau skalian nampol, tanggung, selesaiin sampai beres, kemudian... LIBURRRR... LIBURAN!! 

Liburan itu bukan lagi sebuah keinginan, tapi sudah termasuk kebutuhan 

Menurut saya, jaman sekarang ya (gak mau bilang jaman now, mainstream!* saya kan anti mainstream orangnyahhhh :p) memang yang namanya liburan itu sudah jadi kebutuhan loh, bukan lagi soal "pengen aja..." Jadi orang yang sibuk itu memang menyenangkan, tapi justri liburan itu bikin produktivitas kesibukan kita meningkat.

Dulu saya orang yang paling males banget liburan, mending ke mall aja, mall itu udah cukup buat saya, tapi nyatanya nih ya hidup bukan melulu berkutat di kantor, rumah, atau terkadang mall aja lho! Ada begitu banyak tempat di dunia ini yang lebih indah dan mengasikkan yang tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Dan pentin gbanget untuk diketahu bersama, (cieehhh) Ilmu dan pengetahuan tidak hanya datang dari buku maupun atasanmu di kantor. Interaksi dengan orang luar atau penduduk lokal di tempat yang kamu kunjungi akan membuatmu semakin ‘kaya’.
Beberapa bulan lalu, suami saya diberi surat tugas dari kantornya untuk menjadi peserta diklat yang dilaksanakan di sebuah hotel di Bali. Karena diklatnya di Bali, dan memakan waktu selama 4 hari kerja, saya pastinya gak sia-siakan peluang ini. Ikuttttt!! 

Yup, saya ikutan sama suami, dengan membawa satu anak aja, hihihik ribet kalau dibawa dua-duanya, soalnya suami selama di Bali akan sibuk diklat pagi sampai malam, dan saya gak akan berkesempatan jalan-jalan mengitari kota Bali dengan membawa dua anak kecil yang hobby nya berantem. 

Waktu itu kami menginap di Ramada Bintang Hotel & Resort, lokasinya ada di kabupaten Badung, daerah ini yang juga meliputi Kuta dan Nusa Dua, objek wisata yang terkenal. Di Badung, Bali ini banyak banget tempat wisata, hotel, restaurant, mall, pokoknya di Badung ini dianggap sektor pariwisata primadona. 

Lebih dari 90% pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Badung diperoleh dari sektor ini dan pengembangan kepariwisataan di daerah ini dilakukan secara selektif dengan selalu berpedoman pada pengembangan pariwisata (baik itu pengembangan wisata pantai maupun wisata non pantai) dan pelestarian budaya. Pokokny akalau kalian baru pertamakali ke Bali, langsung saja pilihannya tuh ke kabupaten Badung ini. 

Kembali ke Hotel Ramada Bintang, semua biaya sudah ditanggung kantor sih, tapi saya tetap kepo sama harga perhari kamarnya, hihihi, ternyata lumayan juga sih dibandingkan dengan hotel yang dulu pernah kami inapi waktu ke Bali pertama kalinya bareng teman-teman kantor ayahzam yang lain. Wajar ya karena ini hotel bintang 5 dan sekaligus resort.
Pemandangan di sana indah banget, ya pastilah ya tentunya. Hotelnya nyaman, luas banget sampai ke belakang ketemu pantai yang bening banget airnya. Nuansa hotelnya memang "Bali banget". Ramada Bintang Bali Resort, hotel yang ada di tepi pantai di jantung Kuta Selatan. Cuma butuh waktu sepuluh menit pakai mobil dari Bandara Internasional Ngurah Rai lohhh, trus kerennya lagi tinggal jalan kaki ke pusat perbelanjaan terbesar, Discovery Shopping Mall dan Lippo Mall Kuta.

Ahhh liat foto-foto liburan saya di folder komputer jadinya mupeng banget pengen liburan lagi. Tapi suami kalau diajak liburan penggennya yang sudah dijadwalkan dan terencana, gak suka dadak-dadakan dan sampai di lokasi nanti kelimpungan. BAIK!!! oleh karena itu, doakan saya ya pembacaku tercinta, saya akan buat rencana liburan lagi ke Bali.

Karena sudah merasakan suasana "Bali banget" yang kedua kalinya berkunjung ke Bali, saya pengen nuansa yang berbeda gitu kalau liburan lagi kesana. Saya udah sempat searching di instagram orang-orang yang lagi liburan ke Bali, biasanya memang mainstream aja sih, suasana Bali ya gitu dengan pohon kelapa, pantai, alam terbuka, gardening dan lain sebagainya.

Tapi saya sempat liat di lini massa saya, ada hotel yang lain daripada yang lain, dan so cute bangettttt, gak nyangka kalau itu ada di Bali. Saya langsung DM adminnya dan tanya harga hotelnya. Trus catat hal-hal lain yang perlu saya bawa. Nanti saya posting terpisah ya tips trik liburan ke Bali bareng keluarga.

Meskipun sudah dapat harga permalam dari admin hotelnya, saya tetep search lagi hotel di Traveloka, mana tau lebih murah kan ya? lumayan selisihnya bisa dipakai ongkos ini itu, harus cermat memang emak ini. HIHIHIHIW. Dan .... jreeeengg, benar aja !!! memang lebih murah kalau pesan di traveloka.

Hotel Cara Cara inn Hotel Yang Instagramable di Bali. Lebih Murah Pesan di Traveloka

Kalau kalian belum tau hotel ini, Cara Cara Inn ini terletak di Jalan Khayangan Suci , Kuta Badung. Lokasinya startegis banget dan bisa jalan-jalan aja ke pantai Kuta. Yang paling bikin saya jatuh hati adalah kamarnyaaaaa... lucuuuuuuu!!

Saya gak akan berhenti foto-foto sih ini kalau nginap di sana nanti nih. Dari foto bangunannya sih memang gak terlalu besar tapi ini cute dan instagramable pokoknya. Saya juga sempat baca-baca review yang ada di traveloka tentang hotel ini, reviewnya hampir semua ngasih rate 5 full, banyak yang suka. Ya pastilah lucu dan cute gini hotelnya.
Gimana keren kan ya?
Uhhhh pokoknya nih nanti kalau abis lebaran langsung cusss kesana ahh. Apalagi ini kelihatannya cocok banget kalau ajak anak-anak kesana, anak-anak pasti senang ya liat yang warna warni dan bisa banget mereka mainin. 

Nah, sebaiknya sih saya pesan atau booking dulu di traveloka, biar list harga dan lain sebagainya bisa di ACC suami dan kami sekeluarga liburan ceriaaaaaaaaaaahhhh. Cara booking di traveloka gak muluk-muluk loh, cukup login aja pakai akun google, gak ribet pakai KTP dan Kartu Keluarga kok. hihihihik. 

Trus langsung aja cek hotel traveloka biar lebih menghemat waktu, trus tinggal search nama hotelnya dan kalau sudah klop, klik deh tombol "book now" atau "pesan sekarang" nya. Kalau via website Traveloka dot com akan memunculkan formulir pemesanan, silahkan diisi lengkap.
Jangan lupa untuk lihat rincian pesanan, kalau sudah benar, tinggal lanjutkan step, sampai proses pembayarannya yang super gampil, tinggal ke ATM aja atau pakai mbanking, cara pembayaran juga ada.

Lumayan menghemat waktu loh ini kalau rencanain liburan buka traveloka dulu, kenapa? karena semua destinasi hotel yang ada di wesitenya tuh super lengkap, gak ribet juga kalau pesan, mau cari hotel di kota mana, bintang berapa, sampai pelosok juga ada pokoknya se Indonesia lengkapnya di Traveloka ini, bahkan sampai mendunia.

Gak perlu lagi ribet nunggu "yang lewat di timeline" trus message satu per satu untuk tanya-tanya biaya. Ngabisin pulsa dan waktu.

Dah karena hotel sudah, beralih lagi ke list selanjutanya, mau packing-packing berapa banyak koper. HAHAHAHAHHA ~ sampai jumpa di cerita liburannya nanti ya. Semoga terlaksana segera!

Femme & CBFW 2018 : Pameran Fashion Dengan Labirin Yang Penuh Pesona

14 April 2018

Femme & CBFW 2018: Didi Budiarjo, Port Of Cities

13 April 2018
Begitu membaca judul fashion show utama, Didi Budiardjo di Opening Ceremony Femme 2018 ini "Port Of Sulawesi" saya langsung kepikiran 3 etnik! Makassar asli, China, dan Hindi-Belanda. Benar saja, saat musik melantun dan langkah kaki para model membawakan busana demi busa yang dirancang designer yang talentanya dalam hal konstruksi detail sangat patut dibicarakan sampai lama. Didi Budiardjo, teknik beading dan bordir rumit menjadi keahlian Didi Budiardjo, mengangkat potongan feminin serta pas di tubuh wanita. Didi Budiardjo dressmaker paling ternama di Indonesia ini tampil sebagai pembuka stage fashion show selama 5 hari ke depan.
Tau tidak kalau Pelabuhan yang ada di Kota Makassar ini adalah pelabuhan internasional dan transit terbesar di kawasan timur Nusantara. Kejayaannya bertahan tiga abad.

Pelabuhan Makassar berkembang sekitar dasawarsa ketiga abad XVI. Pelabuhan ini dikenal sebagai bandar niaga Kerajaan Gowa-Tallo yang merupakan pengembangan dari dua pelabuhan kerajaan bersaudara, yaitu Pelabuhan Tallo (Kerajaan Tallo) dan Pelabuhan Sombaopu (Kerajaan Gowa). Tahun 1528, dua kerajaan ini membentuk satu pemerintahan.

Pelabuhan Makassar tertutup bagi kapal-kapal asing. Akibatnya, para pedagang lebih suka datang  ke bandar niaga yang dikuasai Inggris, terutama Singapura. Kenyataan inilah yang mendorong Pemerintah Hindia Belanda kemudian menetapkan Pelabuhan Makassar sebagai ‘pelabuhan bebas’ pada tahun 1847. 

Hasilnya Makassar segera kembali menjadi pelabuhan internasional dan transit terbesar di wilayah Kepulauan Hindi Belanda bagian timur. 

Kisah tersebut yang saya tangkap, yang menjadi tema busana-busana Didi Budiardjo ini. 

Saya paling terkesima ketika peragaan wedding gown yang menjadi sesi terakhir fashion show Didi Budiardjo ini. Musik dan derap langkah model serta wedding gown yang memukai, membuat saya seakan terbawa suasana kisah di dalamnya. 

Kisah pengantin yang begitu sedih, begitu sakral, dan senantiasa cantik di luar, terlihat memukau dan mewahhh. Lewat fashion show ini, Didi Budiardjo menceritakan sebuah kisah kepada kami semua, kisah sang pengantin wanita yang berada di tanah Makassar, yang bertitik di pelabuhan Makassar, tempat mereka menanti sang pengantin pria yang notabenenya suku Bugis Makassar sering berlayar mencari nafkah hingg ujung samudra.  APPLAUSE !!! DIDI BUDIARDJO !!

Custom Post Signature