21 August 2010

GUGUP CALON PENGANTIN


semalam sahabat saya datang kerumah, bukan berkunjung tapi memang jadwalnya tiap malam atau tiap saat saya sedang ada di rumah... dia masuk begitu saja menelusur pintu kamarku, sembari merebahkan badannya diatas kasur empukku. aku yang sedang asyik dengan dunia maya langsung mengomelinya, tp dia sudah terbiasa dengan omelan itu akupun begitu terbiasa dengan sikapnya. (maklum kami timbuh besar bersama)

"qie, calon suamiku ini pantas gak mendapingi hidupku? mampu ga dia menjadi ayah dri anak2ku nanti yg harus mengemban tanggung jawab penuh sebagai imam keluarga..."

pertanyaan itu untukku, tapi matanya menerawang ke langit2 kamar.
aku menghentikan jari2ku yg td sibuk berkomentar didunia maya.

bagaimana bisa pertanyaan macam itu dilontarkannya, sedang acara pelamarannya di abadikan sebulan yang lalu, acara panaik lekoknya juga seminggu yang lalu kejadiannya, dan sekarang tinggal menunggu akad nikah dan resepsinya yang seminggu lagi akan dilangsungkan...

kuhampiri ia dengan kerutan alisku, tanda prihatinku. "kenapa bertanya begitu lagi kah?" aku takut didalam batinnya ada keraguan.. tapi kutau menurut cerita dan berita ia sudah mantap menerima lamaran calon suaminya yang dia kenal di facebook, dan sudah bertemu dua kali, berpacaran selama dua bulan... cukupkah itu meyakinkannya.

dia menenggelamkan wajahnya keatas bantal, dia berkata begini, "aku sayang dia, keluargaku juga mencintainya, aku tak ingin kehilangan dia.. hanya saja apa pernikahan ini tidak salah langkah?"

aku ikut tengkurap disampingnya, "itu tentang kamu, tidak ada yang salah dalam mengambil langkah ke jenjang pernikahan... karena jika sudah diniatkan, Ridho Allah bertaburan dengan sendirinya, kamu hanya gugup saja.. tapi coba pikir calon suamimu, dia lelaki yang berani mengambil langkah besar, itu sebelumnya pasti sudah dia pikirkan matang-matang, demi sayangnya padamu dan cintanya pada Allah.. "

sahabatku bangkit kembali, dia menarik nafas panjang... menghembuskannya perlahan dan berkata, "minggu depan aku kawin..."

~_~V

1 comment:

  1. Mengambil keputusan untuk menikah berarti udh siap memasuki kehidupan baru,apapun yg terjadi setelah Menikah kita harus siap menghadapinya. jgn pnah Ragu dalam mengambil keputusan tp harus berani menjalanin kepputusan yg tlah di ambil,...

    ReplyDelete