20 May 2017

Menjaga Wibawa Suami

Awal menikah biasanya anak gadis selalu dapat suguhan atau wejangan tentang nasehat-nasehat bagaimana cara menjadi istri yang baik untuk suami. Saya sendiri pun sejak pertama menyandang status seorang istri, biasanya mendapat nasehat seperti itu dari tante, sepupu, dan kerabat lain yang sudah jauh lebih dulu membina bahtera rumah tangga. Berbeda dengan Ummi yang sebetulnya tidak terlalu banyak memberikan wejangan seperti itu. Kenapa? Ummi tidak serta merta memberikannya semua ke saya.

Suatu hari, setahun pernikahan saya (kurang lebih ya) saya sedang ada di rumah Ummi, ikutan berkumpul sama tante di teras. Mereka sedang membicarakan sepupu saya yang cowok, yang baru beberapa bulan menikah. 

"Jengkel ku liatki itu anak datang pegang tas cewek, baru banyaknya lagi orang di situ..." celoteh tante Ida.


Saya pun kepo, "kenapai kah? Tas cewek apa?" Ummi menjawab "Itue Didit, tadi datang ke rumah tantemu sama istrinya, masuk ke rumah nabawakan tasnya istrinya..." 

"Oh ka tas istrinya ji tawwa..." saya cuek

Tapi tanteku dengan tak gentar, lalu bilang, "Itu juga Didit mau tong bawa-bawa begitu biar banyak orang, cobanya berdua ji istrinya biarmi nabawakan, katanya beratki bede tasnya istrinya jadi nabawakan, maunya itu jangan bawa-bawa begitu tas istrimu kalau banyak ki, ada semua ki sekeluarga, dia datang begitu gayanya! Kayak laki-laki tidak berwibawa." 

Ummi pun menyambungi, "itumi makanya, istri juga harus mengerti bagaimana
caranya menjaga wibawa suami, kecil, sepele, bisa dijadikan tanda sayang istri memang, tapi ada ruang dan tempatnya sendiri. Akhirnya apa... jatuhmi wibawanya Didit gara-gara tas ji" 

Yup! Begitu cara Ummi biasanya menyampaikan pesan dan nasehatnya, menunggu moment biar langsung ada contohnya :D dan YUp lagi, Sampai segitunya tentang wibawa seorang suami dilihat! Mungkin jaman kapan itu kita pernah liat gambar/foto meme yang sering lewat di timeline sosmed kita, tulisannya begini : "Se-macho apapun laki-laki pada akhirnya akan nenteng juga tas cewek!" Dan disitu mindset saya adalah cowok memang harus begitu, itu tanda sayang dia ke ceweknya/istrinya, bantuin bawa tasnya. 

Berlalu waktu, saya melihat status seorang teman di ITJ (Indonesia Tanpa Jil) dia mengupload meme serupa ke akun facebooknya tapi dengan caption yang bikin dahi saya berkerut 

"Istri saya gak bakal mau lihat suaminya kayak gini nih, meskipun saya yang maksa bantu bawakan tasnya :D" 

Dari situ juga saya mulai merunut kejadian sepupu saya yang diomel tante. Ternyata begitu penting kita sebagai seorang istri menjaga wibawa seorang suami sebagai lelaki terhormat dimata publik. Dan itu sebenarnya masuk akal kok, kalau laki-laki bisa memperlakukan kita sebagai seorang Ratu, kenapa kita tidak bisa menjadikannya seorang Raja yang di hormati dan dihargai depan rakyatnya. Jangan sampai karena perlakuan atau perkataan kita didepan orang banyak, menjadikan suami hilang wibawanya. 

Sebagai istri, mungkin senang kalau suami bantuin bawain tas kita yang memang notabenenya isinya banyak, segala macam barang ada di dalam, sebenarnya kalau tidak mau bawa berat bawa secukupnya aja. Klo emang berat ya cari saja tmpat penitipan barang di toko buku atau supermarket terus titip. Kan pada akhirnya kita tidak akan tega ngeliat pandangan orang lain ke suami yang nenteng-nenteng tas istrinya. Walaupun mungkin sebagian orang ada yang sudah mengerti tentang hal ini.

Kalau sudah punya anak gimana trus jalan bareng kan berat dan ribet. Mending sebenarnya suami yang gendong anak daripada suami yang harus bawa tas istri.

Lah kalau anaknya maunya digendong sama mamanya gimana? Nah ini lah prediksi demi prediksi begini ternyata seorang mama harus produktif. Pakai ransel :D hihihi namanya usaha untuk menjaga wibawa suami kan? :) ayo dongg...

Kemudian juga, saat liburan kemarin, family gathering teman seangkatan suami. Sebagian besar istrinya ikut tentunya, dan dari perjalanan demi perjalan sampai puncak acara dan akhirnya pulang, saya bercerita ke Tante dan Ummi saya tentang bagaimana sikap dan sifat teman-teman baru yang saya yang sesama istri beacukai gitu. 

"Biasanya kalau acara begitu, keliatan semuami attitudenya sama suaminya seperti apa..., kelihatan mana yang dewasa, mana yang kekanak2an" Tebak Ummi. 

Dan benar saja, saya memperhatikan itu, ada beberapa teman yang kadang bicara ke suaminya dengan nada yang tinggi, membelak, dan terdengar seperti memerintah suaminya. Ada yang tidak memberikan suaminya kebebasan untuk ngumpul sama teman-temannya karena diminta jaga anak terus. Ada yang ikut terus sama suaminya, tidak berbaur dengan ibu-ibu yang lain, ada juga yang sering cerita kesal dengan suaminya, karena suaminya begini-begitu. Ada yang membiarkan anaknya memukul2 ayahnya di depan banyak temannya. Sampai ada yang kalau Marah-marah sama suaminya, langsung saja ngomelin suaminya di depan kami semua. 

Dan bagaimana dengan saya?? Selama liburan kemarin apakah saya menjaga wibawa suami ?? 

Saya merasa saya masih belum menjaganya. Saya masih sering pasang muka malesin kalau sedang kesal dengan suami karena tidak bisa menenangkan anak-anak yang rewel meski itu di depan teman-temannya. Nada bicara saya kadang juga meninggi saat musti mengulang permintaan, entah itu terdengar dengan teman atau tidak. 

Bagaimana dengan kalian teman-teman? Sudahkah cukup menjaga wibawa suami ? Yuk sama-sama jadi istri yang senantiasa menjaga suami. Bismillah ^^

Wibawa suami terletak pada Istrinya, jika istri takut kepada Allah, diluar dan didalam rumah, maka ia telah menjaga wibawa suaminya.

9 comments:

  1. kalau saya pegang tas istri dikala istri gendong anak hehe..justru kece menurut saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah katanya sih mustinya ayahnya yang gendong anak, hehehe

      Delete
  2. Cuma bisa komen hmm gitu ya, sambil noted semoga inget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihih yaaa niaaa... soon yaaaaaaa <3

      Delete
  3. Betul kata Ummi! Gak banget deh kalo suami yg harus tenteng tas istrinya. Selain sayanya yang gak mau, suami saya juga gak bakal pernah mau kalo saya suru tenteng tas saya 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. palagi yang warna-warna ngejreng dan modelnya kecil ji dii kak? hihihihi

      Delete
  4. kalo aku tergantung kondisi anak... kalo lagi rewel mau ga mau harus nyuruh suami bawa tasnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin bisa diantisipasi model tasnya bawa jalan yang model unisex dan warna hitam atau coklat yg netral buat bapaknya bisa gitu ya mbak hehehe...

      Delete
  5. Huaaa. Kak Qiah, saya jadi dapat ilmu baru nih. :D

    ReplyDelete