01 November 2014

first flight babyzam

Assalamualaiumwr.wb. hari ini saya dan my babyZAM resmi hijrah ke jakarta ikut suami, babZAM sudah usia 3 bulan, sudah bisa naik pesawat. sebenarnya waktu hamil saya pernah ke Jakarta nemani suami haya cuma sampai dua bulan saja, karena waktu itu suami masih tinggal di kos-kosan dekat kantornya. alhamdulillah di pertengahan september kami dapat rejeki Rumah dinas di Pondok Bambu Jakarta timur yang bisa kami huni selama menetap di Jakarta. suami sudah 2 tahun tugas di Jakarta. jadilah saya dan mybabyZAM diboyong kesana. meski sedih sekali banyak yang harus saya tinggalkan di Makassar, utamanya keluarga. namun bukankah sudah kewajiban seorang istri untuk ikut suaminya dimanapun suaminya menetap :) 
dan pahi itu, 01 November saya sudah siap untuk berangkat, suami menunggu di Jakarta, saya di antar papa dan ummi untuk beberapa waktu disana serta sepupu saya yang akan tinggal menetap menemani. perjalanan dari rumah ke bandara memakan waktu 1jam30menit, sebagian keluarga ada yang mengantar ke bandara ada juga yang datang dari kediamannya ke rumah kami untuk menjenguk dan mengucap salam perpisahan.

kami berangkat setengah jam lebih awal sebelum waktu takeoff, karena barang yang kami bawa itu banyak sekali hehehe, namanya orang pindahan ya bawa barangnya pasti over bagasi, jadilah papa mengurus kelebihan berat barang. harusnya bisa di cargo tapi karena terlambat mengurusnya dan biasanya jg menunggunya lama jadi ya dibagasikan pesawat saja. alasan datang cepatnya juga karena untuk mengurus kursi/seat untuk saya agar dapat seat yang nyaman untuk memangku babyZAM juga. alhamdulillah dapat ")



sambil menunggu dibandara bersama keluarga besar, sambil terus bercerita, dan tanpa terasa kami sudah dapat panggilan untuk masuk segera ke ruang tunggu, saatnya semuanya mengucap salam perpisahan. jujur saya bukan anak perantau yang biasa jauh dari keluarga, sedih sekali rasanya harus pergi meninggalkan keseharian kita tanpa keberadaan mereka disekeliling lagi. nenek-datok, tante-om dan seluruh sepupu-sepupu. hari-hari yang biasanya di isi dengan canda tawa dan kehangatan kebersamaan keluarga, kelak sudah tiada lagi untuk sementara waktu karena terpisah jarak. tapi mau bagaimana ya kodratnya sebagai seorang istri yang suaminya bertugas jauh di kota lain dari kampung halaman. mereka cuma bisa mendoakan saya agar selamat sampai tujuan. i love you all my family
sampai di ruang tunggu gate 5 bandara hasanuddin, ternyata pesawatnya delai 45 menit, babyZAM tampaknya mulai gelisah dan kedinginan, jadi dia dipakaikan minyak telon sekucur tubuh dan sweater agar badannya terasa hangat selalu. sebelum beragkat saya juga sudah konsultasi dokter spesialis anak tentang baby first flight apa yang harus disiapkan dan bagaimana menjaganya di pesawat. saya juga minta pengalaman teman-teman yang sudah pernah membawa bayinya terbang naik pesawat, yang penting ternyata adalah kehangatan tubuhnya dan earmuff (penutup telinganya)
sementara itu earmuff yang saya beli untuk babyZAM adalah earmuff boneka dan itu kebesaran untuknya, huhuhu, sebenarnya ada earmuff yang memang khusus untuk mengendap telinga bayi, harganya Rp.400.000,- tapi saya telat mendapat informasinya. earmuff boneka bukan untuk mengendap telinga bayi tapi hanya untuk menghangatkan. kemudian saya salah mnyiapkan perlengkapan badannya di tas tentengan, untuk tas tentengan saya mengisinya dengan bedak dan handbody, sementara minyak telonnya dalam tas. ribet, dan akhirnya tentengan yang harus dibawa jadinya berat. padahal seharusnya cukup minyak telon saja yang dibawa di tentengan, dan tissue basah serta ampers (kalau pup) namanya juga pengalaman pertama ya ada salah dan ada tepat. emang musti ribet dulu haha,. kalau nggak ngalamin ya nggak bakal tau. tips buat all mommy yang mau first flight sama babynya ya itu aja, earmuff, sweater, minyak telon, dan popok. itu yang kudu ada di tas tentengan.
setelah menuggu hampir satu jam, akhirnya kita naik pesawat, babyZAM rewel loh X_X dia nangis-nangis sebelum pesawat take off... entah karena apa, mungkin dia kecapean, tapi alhamdulillah saat pesawat mau takeoff dia sudah tertidur jadi getaran dan dengungan mesin pesawat tak dia rasakan. namun sejam diatas pesawat dia terbangun dan menangis-nangis lagi, ya mungkin karena itu earmuff nya tidak mengendapkan telinganya  dan sweaternya kurang mempan menghangatkan tubuhnya :( untung ada satu penumpang yang memberikan kapas untuk di pasang ditelinganya, tapi babyZAM masih ngamuk juga, sedihnya kami melihatnya, papa membuka jaketnya dan memberikannya ke babyZAM, pas dia merasa hangat sedikit dan kapas ditelinganya sudah terpasang barulah tangisannya reda dan akhirnya dia tertidur sampai pesawat landing dan bahkan sampai kami dijemput dan perjalanan menuju Rumah baru :)

No comments:

Post a Comment