12 October 2013

Hati... Tenang yah!

Assalamualaikum, wr.wb
Delapan belas Oktobe mendatang adalah satu hari paling bersejarah dalam hidup saya, 
karena di tanggal tersebut saya akan mengiyakan ucapan janji sehidup semati, janji yang tentunya dari pendamping hidup yang kupilih dari hati, yang kupilih karena ridho orangtuaku, yang kuharap juga diridhoi Allahku.
Persiapan menjelang janji suci itu ternyata tak semudah membalik telapak tangan, tak setenang ketika hanya mendampingi keluarga/sodara yang lain yang pernah menikah kemarin-kemarin. Tentu saja karena hari itu saya sendiri yang bakal jadi aktor utamanya. Saya dan sang pangeranku kelak. Dagdigdugnya memang tak terasa sejak jauh-jauh hari,, tapi semakin mendekati hari H, rasa khawatir dan cemas terus menggoda-goda membuat hati ini tak tenang. Bukan hanya tentang bagaimana nantinya antara aku dan dia setelah menikah,, tapi justru lebih terasa tentang bagaimana kesiapan kami mempersiapkan hari itu. Apalagi seperti yang kita semua ketahui pernikahan jaman sekarang tidak hanya sekedar cukup syarat dan rukun nikah yang diakui syah secara agama, tapi ada juga budaya dan kebiasaan masyarakat yang seolah kurang jika tak dijalankan.

Padahal secara agama Islam sebetulnya pernikahan sudah SAH cukup dengan memenuhi syarat dan rukun-nya, tentunya tanpa mengesampingkan tentang aturan Islam lainnya mengenai pernikahan. Syarat nikah yaitu adanya Ijab berupa penyerahan dari wali calon istri dan Qabul yaitu penerimaan dari calon suami yang ditandai dengan penyerahan mahar (mas kawin) untuk sang calon Istri. Juga Rukun nikah yang terdiri dari adanya kedua mempelai pria dan wanita, wali, dua orang saksi (pria dewasa), dan Adanya Ijab Qabul. Selesai! Tapi kenyataannya Rasulullah sendiri sebagai panutan muslim sedunia mencontohkan mengenai Walimah, yaitu pesta setelah akad nikah sebagai pemberitahuan kepada khalayak ramai akan perubahan status kedua pengantin dari lajang menjadi menikah, sehingga menjaga keduanya dari fitnah, meskipun tak harus mewah.
Mau tidak mau sebagai orang yang hidup dengan budaya dan kebiasaan sekarang kami sekeluarga pun yang akan menikah harus mempersiapkan segala persiapan supaya tidak mengecewakan para tamu, dari mulai upacara adat, adanya pesta pernikahan, hiburan yg disukai, juga persiapan tetek bengek lainnya yang ternyata cukup menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Tentunya ini semua harus dijalani dengan ikhlas dengan harapan karena ini adalah pernikahan yang akan saya jalani hanya sekali seumur hidup,, pertama dan terakhir,, semoga Allah meridhoi :).
Tak terkecuali persiapan untuk mengundang para tamu hadir ke walimah (resepsi) pernikahan, kalau jaman dulu mungkin cukup menyampaikan dari mulut ke mulut tentunya dengan perkembangan zaman sekarang ini rasanya tidak lengkap jika tak di sampaikan dengan kartu undangan. Perhitungan dengan cermat dan matang pun harusnya jauh-jauh hari sudah dilakukan untuk menghindari kekurangan stok undangan dan ketersediaan jamuan untuk para tamu nanti tentunya. Tapi apa daya, namanya manusia, seberusaha sempurna apapun merencanakan tetap Allah jua yang menentukan. 

Dan bukan hanya pada persiapan undangan pernikahan saya saja, pasti banyak juga persiapan undangan pernikahan lainnya yang mengalami teman dan kerabat dekat terlupa, tak masuk dalam daftar tamu yang diundang, padahal mungkin orang tersebut punya kekerabatan yang dekat dengan kita. Akhirnya berbagai cara harus disiasati, mungkin dengan mencabut nama calon undangan yang kurang dikenal misalnya, atau bahkan sampai menambah lagi cetakan undangan. Sesuatu yang sebetulnya bukan keharusan untuk mengundang dengan kartu undangan yg dicetak rapi dan bagus, tapi jaman sekarang akan seolah menjadi kurang sopan jika hanya disampaikan lewat mulut. mengurus undangan ini yang paling menyita tenagaku loh.... tapi alhamdulillah berkat bantuan teman2 yang lain undangan pun beres di bagikan. 


juga paling tak terlupa dan paling ku syukuri adalah semangat yang terus dilencangkan oleh calon suamiku :) dia terus menenangkan hatiku. kami kini banyak berdoa terus, semoga kekhawatiran dihati kami kian mereda dan kedepannya insyaAllah dilancarkan terus. mohon doanya ya teman-teman.
wassalamualaikum wr.wb

No comments:

Post a Comment