Macz12euni Trip To Lombok Part II Menuju Gili Trawangan

Salam semua, 
hiks banged ini lama updatenya, soalnya saya nunggu foto dari panitia biar lengkap gitu dokumentasi sama ceritanya beriringan, tapi gak muncul-muncul fotonya hiks.. maklumin kesibukan para panitia yang selesai liburan langsung masuk kantor urus ini itu dan diklat juga hihi. Kemarin waktu liburan [21 April 17] saya kewalahan banged mau foto-foto perjalanan wkwkwkwk , ya Duozam dibawa gitu loh. hihihik 

Okelah, jadi postingan ini lanjutan post sebelumnya saat berangkat liburan _ bisa dibaca di sini " "Macz12euni Trip To Lombok Part 1" 

Saya bangun subuh, dan anak-anak juga ternyata bangunnya cepat, jadi saya langsung mandiin, ayahnya standbye depan pintu kamar mandi untuk tugas pakein baju anak-anak :D Pagi hari pukul 08.00 kita semua sudah harus bersiap-siap, saya dan suami bergantian sarapannya, soalnya suami harus bantu panitia untuk memindahkan barang bawaan para rombongan ke bagasi bus. Ternyata kita langsung checkout dari hotel, dan semua barang harus dipacking kembali. Ya kan nginapnya di Gili Trawangan ya HAHAHAH untung gak buka langsung banyak barang dari kopor dan ransel-ransel kami, termasuk dua stoller yang saya bawa. Dresscode pagi itu sudah ditetapkan, baju kaos reuni yang sudah dibagikan semalam. Dan khusus buibu kan jauh hari sebelumnya udah siapin mix match nya dengan warna kuning. 

Saat sarapan, barulah kami para buibu berjumpa-jumpa ria dengan buibu dari regional lain, Surabaya, Jakarta, dan Bali. Soalnya semalam langsung pada tepar semua hihihi. Ada dua buah bus pariwisata yang berangkat, dan total orang dewasa kurang lebih 60an orang, anak-anak ada 20an (kalau tidak salah ya :D) Pagi itu para Bapak-bapaknya juga terlihat riang berjumpa-jumpa sama teman-temannya yag lain. Bus berangkat tepat waktu, pukul 10.00 sebelumnya doa bersama dulu, dan di bus yang saya tempati doanya dipimpin oleh Pak Munawir (pengantin baru*hhihih)
Di perjalanan, ketemu lagi dengan bapak tour guide yang lucu, beliau banyak bercerita tentang adat istiadat suku Sasak yang khas di Mataram, Setiap jalan yang kami lewati, beliau menerangkan dengan gaya berbicara yang serius tapi ternyata guyon :D seperti "Ini hotel yang unik, hotel kalau chek-in, langsung checkout." Dengan serius saya menoleh penasaran, tidak ada bangunan tinggi layaknya hotel, yang ada... itu MAKAM! -__-" hhahahhaahha mau checkin ya jelas langsung checkout dari kehidupan ya haha. Juga saat kita melewati pantai apa itu lupa saya :D tour guide bilang "Dari sini ke pulau Bali bisa tinggal berenang loh," Kita semua kaget dan bilang "Ha?" dan lanjutannya "Kalau selamat...." 


"Rombongan sekalian, kita dapat info kalau kapal kita nanti ini agak telat tiba di dermaga, daripada menunggu di dermaga, kita mampir dulu ke Lia Pearl ? toko yang menjual mutiara asli, bukan imitasi"

Bapak tour guide menerangkan kalau di Lombok itu mutiaranya paling bagus, kenapa? karena pernah ada peneliti dari Eropa mengujinya, air laut di Lombok paling tinggi kadar keasinannya, jadi kerangnya bisa menghasilkan mutiara yang sangat bagus. Katanya juga, di Mataram ini tempat wisata jualan mutiara ada banyak memang, tapi kita musti hati-hati memilih, jangan tergiur harga yang murah karena di Mataram memang banyak sekali pengrajin yang bisa menirukan mutiara asli, kayak KW gitu, sejenis broch-broch yang dipakai untuk hiasan jilbab itu biasanya ada mutiaranya, di toko pinggir jalan dijual seharga belasan ribu saja, memang banyak terlihat. Karena penasaran kita para Buibunya meng-iyakan mau mampir ke toko mutiara yang asli. 

"OOOHH hancur ayaahhh!" 
gurau para bapak-bapaknya di dalam bus, saat bus mulai parkir di toko mutiara, hahaha pada takut istrinya beli mutiara berjuta-juta seperti yang sudah di infokan tour guide tadi. Meski katanya cuma sebentaran, saya tetap ikut turun, sendirian. Ayahzam dan Duozam keep stay di dalam bus, nonton dan ngemil.
Saat masuk ke Lia Pearl, lebih seperti gallery hasil kreasi mutiara yang siap pakai, ahhh cantik-cantik semua, sayangnya saya bukan pecinta perhiasan, entah itu emas, mutiara atau batu-batu lainnya yang bisa dijadikan perhiasan, jadi sebenarnya tidak begitu takjub amat sih apalagi pas tau harganya belasan juta satu set hihihihihi, tapi memang cantik dan berat-berat ternyata ya mutiara asli itu. Buibu yang lain juga sepeertinya tidak ada yang berminat membeli, kita semua cuma cuci mata akan keindahan hasil laut terbaik yang ada di Indonesia ini, di Lombok. Juga karena sudah gak sabaran mau cepat-cepat sampai ke dermaga untuk nyebrang ke gili terawangan. 

Di Lia Pearl akhirnya buibu kumpul-kumpul lagi cerita-cerita dan foto-foto tentunya hehe, para ayah aman! dometnya :D hahahahaah~ kita sudah diminta naik ke bus, dan melanjutkan perjalanan, masih ada satu persinggahan lagi sebelum tiba di dermaga. 
Kurang lebih setengah jam perjalanan dari kota Mataram, sepanjang Sengigi itu jalanan mulai sedikit menanjak terus, berkelok-kelok, kata tour guidenya ini sudah mendingan daripada jaman dulu mobil bus pariwisata tidak bisa lewat terusan sengigi, bisanya cuma moobil roda empat saja. Akhirnya bus berhenti di pinggir jalan raya di sebuah kelokan yang dibatasi pagar biru, senada dengan warna laut yang menghampar luas. Ada tulisan besar di pagar itu, "MALAKA" kupikir ini selat malaka hiihihik. Ternyata itu adalah perbatasan desa Malaka, Lombok Timur. Semua diwajibkan turun katanya, karena kita mau berfoto bersama dulu, tapi harus cepat karena panitia beri waktu 15 menit aja. 

Saat kami semua turun, kita disambut para penjual perlengkapan piknik, ada kacamata, topi, sarung pantai, dan lainnya, ada juga penjual makanan dan minuman, tak ketinggalan penjual broch mutiara yang imitasi tadi seharga 10-20ribuan. Saya akhirnya beli topi pantai dan kacamata yang hitam pekat kacanya, soalnya kacamata yang saya bawa dari rumah itu silaunya matahari masih lumayan nembus hihihi. Terlihat juga teman2 rombongan yang lain pada belanja topi dan kacamata.

Lanjut, sambil memegang tangan abangzam, kita ikuti jalan yang sepanjang jalan turunan itu banyak pedagang-pedagangnya, ternayata kita turun bukit, namanya bukit Malimbu posisinya menjorok ke laut yang ditanami pohon-pohon kelapa dan rerumputan yang jadi tempat main sapi. Di sebelah kanan, kita bisa lihat pulau-pulau aka Gili, dan di sebelah kiri terdapat teluk. Harus hari-hati jalannya karena banyak bebatuan, bisa-bisa tersungkur kalau ceroboh jalannya, Maraja digendong ayahnya. 

Bukit Malimbu sebenarnya hanyalah sebuah tikungan kecil. Bedanya jika di Puncak kita menikmati pemandangan perkebunan teh, di Bukit Malimbu kita disajikan dengan berbagai hamparan panorama indah. Pemandangan yang bisa kita nikmati dari Bukit Malimbu diantaranya adalah Gunung Agung Bali dan Pantai Gili yang terlihat dari kejauhan, dan Pantai Malimbu di bawahnya. Perpaduan sempurna antara gunung, pantai, dan pepohonan rindang. Sayangnya ya kami cuma mampir foto aja jadi gak bisa mendaki dikit ke puncak haha. Saya gak bisa upload foto yang dari go-pro nya teman-teman panitia, ada juga foto yang diambil dari atas drone, pasti bagus banged hasilnya. huhuhu~ [kalau sudah ada fotonya saya upload lgsg*]
Perjalanan dilanjutkan lagi, naik ke bus lengkap, saya langsung beri Duozam minum, biar mereka tidak dehidrasi karena cuaca yang lumayan panas. Akhirnya satu kelokan dan dakian jalan yang lumayan tinggi, bus sampe melambat dan berusaha menaikkan power gas gitu :D kemudian sampailah kita di dermaga. 

Saya dan duozam turun dan mencari tempat menunggu bersama buibu lainnya, sementara para bapak-bapak lainnya estafet ngambil barang di bagasi. Jadi buibu tugasnya hanya bawa diri dan anak-anaknya saja, urusan barang itu kasih panitia dan para bapak-bapak. Boat yang dipakai menyebrang jumlahnya ada empat, jadi rombongan terbagi 4 kelompok deh. Oh iya sebelumnya tadi disarankan pakai sendal biar gak basah, tapi saya kelupaan dan pakai sepatu untungnya sepatuku anti air heheh dan cuma melangkah ke bibir-bibir laut aja sih.

Boat yang dibayangan saya itu adalah speed boat yang tempat duduknya sama aja kayak kalau kita lagi diatas bus, tapi ternyata boat yang dibilang mini fery biasa yang lumayan bikin saya ogah-ogahan sih, karena memang saya gak suka naik boat HAHAHAHAH. Bukan karena mabuk laut sih, entah kenapa kurang suka aja naik boat. Tapi untungnya duozam SUKA! saya sempat dag dig dug gimana kalau mereka takut, tapi ternyata semua anak-anak yang naik boat malah senang bukan kepalang, teriak air, kapal, ikan, macam-macam pokoknya celutukan dan pertanyaannya hihihi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 saya nanya-nanya, berapa lama nih perjalanan nyebrang dari dermaga ke Gili trawangan? ada yang bilang satu jam lebih, ada juga yang bilang gak sampai se-jam, saya tidak perhatikan lagi, cuma ngeliat-liat duozam berkelakar dipangku ayahnya :D
Gili trawangan sudah terlihat, boat sudah bersandar, satu persatu turun dari boat, melangkah pelan karena boat bersandar agak jauh dari bibir pantai, saya diminta mengopor abangzam ke teman-teman yang menadah dibawah, setelah melihat abangzam dipegang Ibu Marlin, kemudian, ayahnya turun lebih dulu, gantian saya mengopor Maraja ke ayahnya. Saya pun loncat begitu saja, urusan sepatu basah yang penting segera mengamankan duozam ke tepian gili. Seperti biasa, buibu dan anak-anak duluan jalan mengikuti panitia menuju warung warna. MAKAN SIANG time!

Gili trawangan adalah gili yang paling luas diantara 3 gili lainnya yang terkenal di Lombok, saat pertama masuk ke gili trawangan sudah terlihat beberapa bule kesana kemari dengan pakain renang khas mereka hihihi. Pasir putih dan beningnya air laut, membingkai dengan indah gili trawangan ini. Sepanjang jalan menuju tempat kami makan siang, ada banyak sekali cafe dan warung yang instagramable hehehe. Gili trawangan ini bebas polusi, karena kendaraan bermotor atau bermesin, dilarang beroperasi, adanya cuma sepeda dan andong (delman) yang orang sana lebih kenal dengan cidomo. 

Sampai di warung warna, kami makan sampai kenyang, Abangzam makan dikit, dia mules dan akhirnya murung ahahah, Maraja malah sudah ee' dan segera saya ganti popoknya. Ada satu tas ransel yang selalu dibawa, tidak diletakkan bagasi, karena isinya popok, susu dan perlengkapan duozam lainnya. Setelah membujuk-bujuk abangzam, dan menggosokkan minyak kayu putih ke perutnya, dia akhirnya mau minum teh manis dan rebahan dipangkuan sambil nonton youtube, kasihan juga dia sepertinya capek jalan tadi [salah juga sih gak mau digendong :D hehe stollernya belum dibuka soalnya masih mau lanjut otw lagi] Abangzam tidak mood makan, susu aja terus mintanya, saya agak khawatir karena saat berangkat dari hotel tadi juga gak makan nasi. Akhirnya Abangzam tertidur dipangkuanku setelah menenggak susu sebotol, stollernya terpaksa dibuka satu untuk menidurkan abangzam, biar saya bisa makan. Maraja terlihat asyik main sama teman-temannya
"Ayo.. Ibu Ibu sama anak-anak dulu ya, antri naik cidomo, cek barangnya masing-masing nanti dinaikin ke cidomonya, kita masih satu kali lagi nih menuju hotel, ayooooo semangat!"

Panitia kembali mengatur antrian cidomo untuk para rombonga, cidomo ini kendaraan terakhir kami untuk sampai ke finishing place for this holiday ^o^" Penasaran gak sih dimana finishing place nya kami ? hehehe ... tunggu postingan berikutnya yaaaa..

Abangzam tetap tertidur selama nai cidomo, stoller harus dilipat kembali hahaha, akhirnya saya ngegendongin abangzam sampai ke hotel tempat kami nginap di Gili trawangan ini, dan di sana akan jadi tempat kami beraktifitas selama 2 malam 3 hari. Sampai jumpa di postingan berikutnya :-*

You May Also Like

16 comment

  1. Aku pengen juga ke lombok.. seneng yaaa bisa jalan-jalan bareng keluarga sekaligus sama temen-temen.. makasi follow aku mbaa.. salam kenal..aku udah folback .. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa mbak makanya rada excited ke lombok rame2 gini heheh
      iya mbak makasih juga yaaa ^^

      Delete
  2. Jadi ceritanya saltum nih.. ke daerah pantai koq pake spatu boot toh bunda? Basah deh tuh πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. BAHAHAHAH deh iya itumi kak kelupaan bangedd
      bawaan pen OOTD melulu sih gak liat sikon wkwkwkkw

      Delete
  3. Kodong abang zam kecapean ya. Photonya bening2 banget πŸ‘πŸ‘πŸ‘, oh terfujilah pastinya ya 😁.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waktu ini bawa lensa yg ssuai jarak pandangan mata, lensa fix
      ada bawa lensa kit tapi ribet gonta ganti lensanya huhuhu,..

      Delete
  4. Jadi kangen langit biruuu, korsa banget ya BC liburan bareng keluarga seangkatan gini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinyaaa ya nia kangen kan nia traveler hahaaha

      Delete
  5. Mbaknya cantik banget...Nengok pantainya Jadi kangen jalan-jalan bareng temen semasa SMA...

    ReplyDelete
  6. Dulu ada teman yang ngajak jalan2 ke lombok..karena sibuk ngurusin tugas jadi terlupakan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo abis lebaran banyak liburrrr segeraaaaa

      Delete
  7. Wah, pasti seru banget bund bisa berwisata ke lombok menikmati pemandangan dan kekuasaan Allah bersama Keluarga dan temen-temen. Semoga bunda bisa berwisata lagi ke tempat yang lain bersama keluarga dan temen-temen bunda menikmati dan mentadaburi kuasa Allah Ta'ala.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ho oh salah satu cara mensyukuri Nikmat Alam ya dengan berlibur begini yaa jadi paham Maha Besar Allah

      Delete
  8. lombok emang mantap untuk dikunjungi, pantainya masih banya yang alami dan indah. Apa lagi rekreasinya bareng komunitas kayak gini, smakin tambah keindahannya hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pantainya alami bersih dan jauh dari noda2 limbah atau apalah :d

      Delete