24 September 2016

Anak Batuk Tapi Sehat

Ya namanya mamak-mama ya kalau ada apa-apa sama anaknya pasti khawatir, BINGUNG! huhuhu. Ini cerita tentang anak kedua saya, Maraja. Belakangan ini dia sering batuk, terhitung sejak bulan Juli kemarin mulai batuk-batuk, dan itu mengganggunya, kadang malah sampai dia mual dan akhirnya muntah. Tapi kata beberapa teman yang kuanggap senior di permasalahan parenting bilang, kalau anak batuk trus muntah malah bagus, lendirnya keluar berarti. Awalnya tiga hari dia batuk berdahak dan paling sering kalau malam, jadi bobonya terganggu. Saya pastilah langsung membawanya ke dokter, gak tega saya liat anak mau bobo enak tapi keganggu sama batuknya, mau main, makan, dan jalan-jalan keganggu sama batuknya. Akhirnya sampai di dokter diberi antibiotik pembunuh bakteri dan obat pengencer dahak dalam bentuk puyer. Obat antibiotik itu harus habis dalam seminggu, jadi Maraja konsumsi antibiotik lagi T_T tapi alhamdulillah baru dua harian obatnya diminum, batuknya sudah jarang, dan sembuh. Tapi obat yang antibiotik masih harus terus dihabiskan agar tidak terjadi resistensi bakteri


Kemudian akhir bulan Agustus batuknya datang lagi, malah sampai dia sesak dan saya bawa ke UGD untuk di Uap, First time Maraja di Uap, ya meronta dan memberontak lah dia, menangis dan mengamuk, gak suka ada uap-uap dingin di depan hidungnya, mengganggu! Saya sodorin Maraja smartphone untuk buka youtube video kesayangannya yang banyak lagu anak dan toys review. Maraja tenang sebentar, tak lama kemudian kembali mengamuk, Uap masih sisa beberapa menit, kepalanya gerak-gerak, alat nebu tetap saya arahkan ke hidungnya, tangannya dipegang sama ayahzam, Maraja keringatan :( kasihan liatnya. Maraja harus di Uap tiga kali berturut-turut jadinya waktu itu bolak-balik Rumah Sakit, Rumah dan RSIA berjarak 20 menit. Konsul lagi ke Dokter, Prof Isal di RS Caterina Booth.

"Prof bukanji gejala pneumonia prof? karena abangnya ada gejala itu takutnya ketularan..Tapi Abangnya sembuhmi iyaa..." tanya saya was-was ke Prof Isal.

"Ahhh tidak, jangan sembarang bilang kodong (kasihan), jauuh ji dari pneumonia ini, ndak kena! jauh! ini anak cuma kena debu, jangan kasih makan manis-manis dulu ka sarringi (keras) batuk na"
Beliau menjelaskan tentang batuk dalam logat Makassar, iya Prof Isal ini kalau ngomong sama pasien memang kayak ngomong sesama warga aja hihihi. Jadi katanya, Batuk bukanlah penyakit. Batuk sebenarnya adalah respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari dahak dan penyebab iritasi, seperti asap atau debu.

Jadi Maraja cuma dikasih obat pengencer dahak saja, sambil beliau menghimbau kalau sudah ada kejadian seperti di bawah ini :
  • Kesulitan bernapas atau napas lebih cepat dari biasanya.
  • Demam, dan kalau demam makin parah.
  • Pucat atau biru pada bibir, lidah, atau wajah.
  • Demam dan batuk terjadi pada bayi usia kurang dari tiga bulan.
  • Napas berbunyi setelah batuk.
  • Anak tampak lemas, rewel, dan tidak nyaman.
  • Dehidrasi yang ditandai dengan mulut kering, pusing, mengantuk, menangis tanpa air mata, mata cekung, dan lebih sedikit buang air kecil.
  • Batuk disertai darah
Barulah diperlukan penanganan Dokter lebih lanjut. Alhamdulillah Maraja gak ada gejala yang ditakutkan itu, Memang nafasnya agak sesak dan lebih cepat dari biasanya (nafas normal anak 20-30 kali per menit, kalau lebih, berarti sudah sesak dan sebaiknya segera di Uap) Setelah di Uap sudah mereda dan nafasnya kembali normal. Jadi sama Prof cuma diresepkan pengencer dahak dan suplemen makanan. Di sarankan juga untuk selalu mencukupi cairan dalam tubuhnya. Untungnya Maraja suka minum air putih.
Sekarang kalau Maraja lagi batuk, cukup dioleskan satu badannya minyak gosok, atau minyak kayu putih, dan kalau tidur pakai kaos kaki. Asalkan batuk tapi dia tetap aktif ceria dan tidak sesak ataupun demam, Batuk tapi sehat, ga perlu ke dokter :) Skalian deh ya saya share penangan batuk pada anak kalau di rumah :

1. Madu
Madu sebenarnya lebih efektif buat memerangi batuk pada anak daripada obat batuk yang kita beli di apotek atau supermarket. Karena madu mengandung zat antimikrobial dan antioksidan alami memperkuat tubuh untuk memerangi bibit penyakit. Madu juga menstimulasi salivasi yang memicu keluarnya air liur dan meredakan rasa kering pada tenggorokan. Madu banyak di pasar lokal yang madu asli, tapi kalau madu kualitasnya sama dengan asli ada di supermarket itu banyak yg merk (ga nyebut merk karena bukan postingan berbayar*eh HAHA) Cukup setengan sendok teh kalau buat Maraja. Biasanya saya campur di air minumnya.


2. Minyak Gosok
Saya oleskan minyak gosok pada telapak kaki, dada, punggung, perut, kepala, trus kalau mau bobo pakai kaus kaki biar tetap hangat meski nyalain AC. Solanya Maraja ga bisa bobo kalau gerah, AC di matiin dia langsung tau hawanya HIHIHI. Oh iya pilihlah jenis obat gosok yang tepat sesuai usia anak. Jangan oleskan balsem panas untuk orang dewasa atau mereka malah bakal rewel karena merasa terlalu panas.

3. Uap
Kalau ini sebenarnya agak ribet sih ya, biasanya ini kalau abangzam yang batuk karena dia sudah bisa dikasih tau, kita harus masak airmendidih dan tuang air ke dalam baskom atau mangkuk. abangzam saya gendong atau saya pangku trus minta dia hirup uapnya, meskipun sambil nangis :D air panas itu saya tetesin minyak esensial menthol biar lebih enakan.

4. Sup ayam
Sup ayuran yang hangat baik untuk meredakan batuk anak. Ini bagian nenek nih hihihi kalau lagi di rumah nenek mereka makan sup ayam hangat. Sup sayuran yang hangat baik untuk meredakan batuk loh. Menurut para ahli kesehatan, sup ayam mengandung semacam zat yang memperlambat pergerakan sel penyebab gangguan kesehatan pada tubuh. Sup ayam juga meningkatkan pergerakan lendir yang dapat memperbaiki pencernaan.

Kalau Moms yang lain punya tips mengatasi batuk anak tanpa perlu ke dokter yuk Moms bagikan tipsnya di kolom komentar heheheh ^^
Semoga si kecil yang ada di rumah semuanya sehat-sehat ya. Aaamiin ^^
Wassalam

13 comments:

  1. Biasanya aku pakai vicks untuk anak2 biar ga mampet dan keluar dahaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohhhh iya vicks yg kids juga bagus ya mbaa :)

      Delete
  2. Memang klo anak2 batuk bikin khawatir dih *trauma babyjo juga pernah didiagnosis gejala pneumomia

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, abangzam kemarin2 itu masuk RS ya karena gejala pneumonia nya
      asal batuk pasti sesak, tp alhamdulillah sembuhmi. aamin.
      salam kiss kiss buat babyJO smoga sehat2 n tambah lincah trus :*

      Delete
  3. Sama mba aku juga kasih madu klo anak batuk, untuk sup ayam aku baru tahu mba makasi sharingnya mba manfaat banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak sup ayam juga atau somethin yg berkuah hangat hangat gitu mbak hehehe makasih jg sdh berkunjung ^^

      Delete
  4. untuk uap bisa juga pake magic jar jadi lebih aman untuk anak-anak trus dikasi minyak kayu putih. itu melegakan pernafasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohhh iya saya pernah dengar juga ini kak
      tp blum coba sih heheh
      makasih kak Liaa

      Delete
  5. Kalau aku lebih prefer ke Air Hangat dan konsumsi air mineral kang.

    Btw nice tips, thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju nih.
      Selama ini saya kalau batuk lebih ditekenin buat konsumsi air sebanyak mungkin :D terutama air hangat, dan sangat menjauhi air dingin.

      Tapi tips-tips di atas juga kedengerannya bagus.

      Delete