29 May 2016

Maysa Course 2016

Apa sih Maysa Course itu? Segera mungkin ingatan saya kemballi ke tahun 2013 kalau ditanya tentang apa itu Maysa Course? Maysa adalah sebuah nama yang sahabat saya, Dara Alvira Munggaran sebutkan ketika dia, saya, Riny, Ikmal, dan Pak Ian berada dalam satu meja untuk membahas tentang sebuah wadah belajar. Sebuah tempat, yang mampu mewadahi beberapa muslimah di Kota Makassar untuk mempelajari tentang dunia modeling. 

Arti dari Maysa itu sendiri adalah "berjalan dengan penuh kebanggaan" dengan maksud dan tujuan menautkannya pada seorang muslimah yang percaya diri berjalan dengan tetap mengenakan hijabnya. Melawan arus dunia modeling yang notabenenya identik dengan perempuan tak berhijab. Kenapa tidak untuk industri fashion muslim, menggunakan model yang memang muslimah berhijab untuk promosi produk/brandnya? dari pemikiran itulah, kami membuat Maysa. 


Apa berikutnya? seseorang tentu saja tidak hanya ingin diajak, tapi juga ingin diajar. Seperti kalau saya membawa diri saya, ada teman yang ajak ikut komunitas, sekedar berseseruan di dalamnya dan berkumpul dengan orang yang punya hobby sama dengan saya. Apakah hanya sampai di situ saja? saya ingin lebih, minimal saya mendapatkan manfaat tentang ilmunya bukan? Maysa ada untuk itu. Mewadahi dan Mengajari. Akhirnya pun Maysa menjadi sebuah tempat kursus. Kursus modeling muslimah. Saya, Riny dan Dara mulai menyusun materi apa yang akan diajarkan/dishare ke teman-teman yang ingin belajar tentang dunia modeling muslimah. Setelah semua rampung mengenai materi, kurikulum, sederet syarat dan ketentuan pendaftaran, dan lain sebagainya, Maysa pun mulai soft lounching di Bulan Agustus 2013. Antusias teman-teman muslimah cukup membuat kami semangat untuk terus maju. Maysa Muslimah Modleing Course resmi lahir saat para siswi muslimah angkatan pertama mulai hadir duduk belajar di tempat kursus (yang dulu berlokasi di Butik Dian Pelangi jl adhyaksa-sekarang sudah tidak ada*)

Selesai angkatan pertama, lanjut lagi teman muslimah angkatan kedua hadir dengan jumlah yang ditambahkan lebih banyak daripada angkatan pertama kemarin. Materi dan kurikulum masih tetap sama, kemudian ada graduation untuk mereka yang telah lulus ujian  per tiga bulan. Selanjutnya saya sudah tidak bisa ikut share di dalamnya, karena sudah pindah ikut suami ke jakarta memboyong anak-anak, sebagai salah satu foundernya, saya hanya bisa membantu mendesignkan keperluan publikasi mereka. Tersisa Dara dan Riny, yang mengajak beberapa siswi angkatan pertama dan kedua utnuk membantu admin dan relasi. Semakin maju, Maysa mulai sering mendapat undangan fashion show, dari pihak luar dan EO relasi lainnya. Anak-anak (alumnae) Maysa mulai memperoleh manfaatnya telah ikut kursus di Maysa, bisa fashion show. Karena memang ada sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan uang, ketika kami berkumpul untuk bersibuk mempersiapkan fashion show, keseruan itu sudah menjadi kepuasan tersendiri. 

Namun kondisi berubah ketika semua sudah bersinggungan dengan "Fee" mengenai hak dan kewajiban. Saat ini management belum terbentuk, bahkan belum di buat, karena suatu dan lain hal. Sebab itu ada pihak yang memanfaatkan. Memang sebuah wadah itu sama dengan kita harus menyatukan pikiran yang sama diantara kepala yang berbeda-beda. Kebutuhan yang sama diantara keinginan yang berbeda-beda. Jalan yang ditempuh memang tidak hanya llurus saja, happy saja, perjuanagan dan pengorbanan selalu di butuhkan. Kemarin kita sempat happy dan bahagia, hari ini, ada duka dan kesedihan. Semua anak Maysa mulai mengeluh akan ketidaknyamanannya terhadap hal ini. Semua sudah dicoba untuk kami proteksi. 

Alhamdulillah badai berhasil kami lewati, graduation angkatan ke 3 akhirnya kami tamatkan. baca liputannya di sini : Graduation Maysa 3 
Selepas graduation, Maysa benar kami vakumkan. Alasan utama adalah untuk membenahi kembali kurikulum dan management. Tapi permintaan fashion show dari beberapa Event terus berdatangan, karena keputusan harus diserahkan ke anak-anak (alumnae) Maysa itu sendiri, akhirnya Maysa kembali catwalk diberbagai event. Selang beberapa bulan, keluhan demi keluhan kembali datang dari anak-anak Maysa sendiri. Kami mencoba mencari jalan keluarnya. Tapi, Dara sudah kembali ke Jakarta, tidak bisa mengambil tindakan banyak, Founder dibahasakan vakum karena kesibukan masing-masing. Badai itu tetap datang, masalah yang sama dengan orang yang sama. Satu tahun, Maysa tak bergeming. 

Kita harus cari jalan keluar, saya pribadi tidak ingin Maysa yang sudah dibangun selama 3 tahun ini, sudah dengan nama yang besar, harus melorot hanya karena masalah yang tidak berubah. Dampaknya apa? "orang luar" sana yang bahkan bisa menjadi relasi terdekat Maysa sudah hilang kepercayaan akan kemampuan dan talenta Maysa. Jalan keluar harus terus dicari. Upaya dmei upaya saya perbincangkan dengan anak-anak Maysa, karena merekalah yang menghidupkan Maysa itu sendiri, memang bukan mereka yang membangun, ada tiga founder yang membangun, tapi yang membesarkan Maysa adalah anak-anaknya sendiri. Saya mencoba mengumpulkan kembali, menginginkan semua bertemu dan saling mengurai masalah agar semua bisa diselesaikan bersama. Sayangnya, ada yang lari dan mencoba menghindari masalah. Kepercayaan dan attitude itu penting untuk dijaga bersama bukan? jadi inti masalah Maysa ini adalah tentang kepercayaan. 

Ada syarat berat yang harus saya "iya"kan agar Maysa kembali menggaung. Dan akhirnya, bulan Maret kemarin, Maysa kembali meeting, mencari benang merah untuk kembali di tarik ulur agar bendera kami masih bisa berkibar :) Bertempat di Kedai Papa Ong, anak-anak alumni Maysa berkumpul menyuarakan semua ide-ide mereka untuk Maysa kedepannya. 
Tentu saja, pembenahan-pembenahan mulai dicanangkan, mana yang harus dipangkas dan mana yang harus di pupuk kembali. Semua yang sempat pergi karena salah paham, kini kembali pulang :) Maysa kini sudah punya tempat pengganti Butik Dian Pelangi kemarin. Ada banyak yang berubah tapi tidak secara keseluruhan. Utamanya pada Logo dan tagline. 

Tiga tahun lamanya, kami semua pada akhrinya kembali berkumpul seperti ini, 

"Jangan kalian pikir, Kalian sudah tiga tahun bareng-bareng jadi sudah kayak saudara? tidak! saudara itu tidak hanya sampai tiga tahun, tapi bareng-bareng terus... masalah internal kalian kemarin bukan apa-apa loh, kalian akan menghadapi yang jauh lebih banyak lagi masalah demikian, jadi mental memang perlu disiapkan, intinya apa? Maysa yang kalian bangun adalah tentang Karakter kalian, Maysa disukai publik karena karakternya!!!" 
Diskusi yang kak Dee Dasysyara Dahyar buka, menghentak kami. Beliau kini adalah penasehat Maysa Course, karena dorongan beliau juga kami semua yang di Maysa kembali menuntaskan visi misi yang sudah dibangun sejak dulu. Rapat kedua sudah dijalankan, semua ide ditampung dan dirombak bersama, kini Maysa cakupannya akan lebih luas, kalau kemarin hanya sebatas modeling, kenapa tidak, sekarang kita perluas menjadi seluruh bakat yang dimiliki tiap muslimah? dunia entertainment bisa kok di bangun oleh dan dari Muslimah, namun ada rulesnya, tugas Maysa adalah di situ, memberikan arahan dan bimbingannya.

Kini, Maysa bermoveup! Logo lama pun diganti dengan logo baru yang berdasarkan fontnya yang tegak lurus menandakan bahwa #MAYSA akan lebih tegas dan profesional lg kedepannya. Gambar hijabers dihilangkan, diganti menjadi graphic bunga yg sedang mekar, yg artinya orang2 yang berada dibalik #MAYSA sudah lebih berkembang. Tiga kelopaknya menyampaikan pesan bahwa #MAYSA dibangun oleh 3 founder muslimah. Perubahan tagline Modeling menjadi Entertainment, karena kini cakupan #MAYSA akan meluas tidak hanya sebatas model muslimah, tapi juga sebagai wadah pengembangan bakat para muslimah. Harapannya dengan logo barunya, Muslimah Modeling Course, course khusus muslimah entertainment pertama di Makassar ini bisa lebih berkualitas dalam membantu para muslimah mewujudkan impiannya secara profesional. Doakan kami agar teman-teman di Maysa bisa menjaga visi dan misinya ^_^

Dear all saudari2ku di Maysa, jazakallah untuk semangat kalian utuk sama-sama kembali menghidupkan Maysa ini, ada banyak kepala di sini, isinya berbeda pemikiran tapi walaupun begitu, kita harus punya satu karakter yang sama, yang harus kita bangun dengan serius, yaitu KEJUJURAN! karekter kejujuran adalah segalanya yang harus kita miliki bersama di sini. ^^ Kita semua hanya manusia biasa yang bertujuan untuk menebar manfaat dan beribadah kepada Allah. Jaga terus karakter kejujuran itu. Bismillah, Maysa Moveup ! 

Ps : untuk teman-teman yang ingin bergabung di course maysa angkatan ke-4, infonya nantikan di sitelink berikut ini ya ^^

Instagram Maysa : @Maysamoveup
Blog Maysa : Maysacourse
Email Maysa : Maysacourse@gmail.com

6 comments:

  1. Semoga maju terus utk Maysa. Dan memberikan hal yg bermanfaat utk semua org

    ReplyDelete
  2. aamiin , terimakasih mbaak santiii ^,^

    ReplyDelete
  3. ayo semangat ya Maysa bikin gebrakan baru yang keren dan bermanfaat untuk sekitar :) sayang kalau sampai stop..potensinya besar

    ReplyDelete
  4. Hai mbak, nice blog. Tulisannya bagus dan rapi..

    ReplyDelete