27 June 2015

Video Dubmash.com dan Izzah Muslimah

Assalamualaikum wr.wb
Belakangan ini lagi tren tentang sebuah aplikasi di Android dan IOS, video dubbing, Dubmash.com namanya. Aplikasi video selfie. Aplikasi ini diluncurkan November 2014 lalu oleh si pembuatnya, Jonas Druppel dan rekan-rekannya. Bedanya dengan aplikasi video lain, dubmash ini cara kerjanya mengutip sejumlah suara rekaman karakter dan figur terkemuka dunia dari jagad film. Jadi kita bisa memilih voice favorit dari figur terkenal (untuk di-dubbing-kan), kemudian record video seolah-olah mengucap voice tadi, kemudian kirim video Selfie itu ke teman via media sosial, bisa Twitter, Instagram, Facebook, dan lainnya. Bisa juga dengan merekam suara sendiri diluar fitur yang disediakan. Suara sendirinya bisa di percepat seperti kaset tape yang rusak. Ada juga beberapa yang merekan suara dari film jadul, suara mak lampir dari film Misteri Gunung Merapi atau merekam dialog dari film Gitar Tua Rhoma Irama. Haha!!! 

Jadi pertanyaan menarik kenapa Dubsmash bisa tren?

23 June 2015

Seminar Parenting Tika Bisono

Assalamualaikum.wr.wb
Sejak jadi seorang Mama, saya mulai berburu kegiatan tentang parenting, dimana ada info seminar parenting pasti saya cek dan kalau tidak ada halangan, insyaAllah saya sempatkan untuk hadir. Ya maklumlah sebagai orang yang belim setahun menjadi mama butuh banyak-banyak asupan tentang parenting. Bisa sih didapatkan dari sekeliling kita, pengalaman keluarga misalnya, tapi kan pasti ada lah beberapa yang berbeda, ya beda zaman kan hehe... ada yang tidak mereka tau jadi bisa saya tau lewat menghadiri seminar parenting. 

Jadi Beberapa hari yang lalu, saya mendapat colekan (mention) di facebook dari kak Mugniar, salah satu anggota aktif KEB (Kumpulan Emak Blogger) di Makassar. Isinya invitation seminar yang diadakan oleh Tabloid dwi mingguan Mom And Kiddie yang bekerjasama dengan bank swasta OCBC NISP Makassar.
Diflyer info acara tertera nama seorang psikolog yang terkenal, Tika Bisono yang akan menjadi pembicara di acara seminar parenting tersebut. Wow!!! Selama ini saya cuma bisa menyaksikan mom Tika Bisono ditelevisi, terkahir menontkn beliau berkomentar tentang penyakit almarhum Olga Syahputra. 

Jadilah hari itu tanggal 13 Juni 2015, saya menyempatkan hadir ke Hotel Clarion, Sandeq ballroom. Saya agak terlambat datang karena registrasinya via membuka rekening di bank OCBC NISP. Begitu masuk kedalam ruang seminar, mata saya mencari-cari sosok Tika Bisono, lama celingak celinguk baru tau yang mana beliau, hehehe dikarenakan postur tubuhnya yang kecil dan ramping :D mom Tika membawakan materinya sambil bercerita seru. Memancing para peserta juga dengan pertanyaan-pertanyaan yang klasik tapi penting. 

Ada dua poin penting dalam seluruh materi yang mom Tika bawakan, yaitu tentang edukasi seks dan tentang gadget. Pertama liat judul seminarnya "Edukasi Seks Untuk Anak di Era Globalisasi" saya rada kaget. Heh maksudnya ngajarin anak seks gitu? Iiihh loh kok?! 

Zahin Alfatih Maraja

Assalamualaikum wr.wb

Nama merupakan doa. Oleh sebab itu, para orang tua memberikan nama yang baik. Dan untuk anak, hendaknya dipanggil pula dengan sebutan yang baik. Sepertinya sekarang gak ada orangtua yang tidak memberikan nama ke anaknya ya hahaha. sebelumnya saya mau share tentang HUKUM PEMBERIAN NAMA.

Allah subhanahu wa ta’ala menuntunkan kepada keturunan Adam untuk memberikan nama pada anak, sebagaimana Allah telah memberi nama “Yahya” kepada putra Nabi Zakariyya ‘alaihis salam yang akan dilahirkan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلاَمٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

“Hai Zakariyya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang serupa dengannya.” (QS Maryam: 7)

Ibnu Hazm dalam Maratibul Ijma’ mengatakan bahwa para ulama bersepakat atas wajibnya memberikan nama, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Anak yang tidak memiliki nama tidak akan dikenal (majhul) dan tersamarkan dengan yang lainnya, tidak bisa dibedakan, karena nama berfungsi untuk menentukan, membedakan, dan mengenali si anak.

Pentingnya nama antara lain:

  • Nama adalah hal pertama yang diperuntukkan bagi anak ketika ia keluar dari kegelapan rahim.
  • Nama adalah sifat pertama yang membedakannya dengan sesama jenisnya
  • Nama adalah hal pertama yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya, yang memiliki hubungan sifat pewarisan dan keturunan
  • Nama adalah bekal bagi seorang anak untuk masuk ke tengah-tengah masyarakat.

Tahun lalu, nama untuk abangZAM. sudah saya rundingkan sejak ia masih dalam kandungan hehehe (saat kelaminya sudah diketahui) saya dan suami sering membicarakan soal nama yang baik untuk anak kami. Tapi kali ini anak kedua, nanti dia lahir baru kami sibuk memilih dan menyelaraskan nama, selama masa kandungan, dia cuma di sapa dengan dedeACO (karena biasanya orang makassar menamai ACO setiap anak yang berjenis kelamin laki-laki*). Sampai akhirnya namanya sudah ada. Diumumkan saat Aqiqah di hari ke 11nya.

Zahin Alfatih Maraja

Seorang anak yang cerdas dan selalu terdepan. Ya itulah harapan saya dan suami untuk putra kami yang kedua.

Nama itu sebenarnya tidak serta merta begitu saja langsung disepakati. Saya sebetulnya punya obsesi kecil tentang nama anak-anak saya. Semua singkatan namanya harus Z.A.M hihihi kenapa? Ya namany obsesi pengen aja menyelaraskan dengan singkatan nama saya dan suami, Zilqiah Angraini Mardiansyah. Ada anak pertama, Zayyidan Ali Mannaba, dan anak kedua inih Z.A.M juga kan singkatannya? Hehehe. Untuk itu suami oke ajah :D

Nah saat memilih nama (yang sudah pasti harus cari awalannua huruf "Z") saya mau memberinya nama Zain. Tapi suami gak sreg. Alasannya nama Zain sudah terlalu mainstream, hahaha!!! Kemudian Zayyan. Zayyidan dan Zayyan, keren kan ya :D sayangnya lagi-lagi suami belum sreg, katanya artinya Elok yang lebih mengarah ke anak perempuan. Padahal ada kok beberapa anak laki-laki namanya Zayyan kan? Tapi Pemberian nama adalah Hak seorang Ayah terhadap anaknya, jadi harus persetujuan suami dong, Mama mah cuma membantu hehe. Sampai akhirnya suami memilih nama Zahin, yang arti tunggalnya adalah Cerdas. Semoga kelak cerdas seperti ayahnya ^^ aamiin.

Kemudian nama tengah, Alfatih itu sudah dipilihkan Datok dan Neneknya sejak lama. Alfatih artinya terdepan. Lalu nama Maraja. Oh iya, selain soal singkatan nama, saya juga punya keinginan lagi tentang nama pa'daeng-an anak harus bersanding dengan nama lengkapnya.

Orang Makassar biasanya memisahkan nama lengkap dengan nama pa'daeng-an nya. Meski memang nama pa'daeng-an sebetulnya diberikan saat usia anak sudah dewasa sebagai bentuk nama kehormatannya dari suku "Tu Mangkasarak" Tapi saya dan keluarga sudah memberikan nama anak pa'daeng-an sejak kecil.

Jadilah langsung nama lengkapnya. Maraja atau daeng Raja ini adalah nama almarhum kakak dari Ibunya Papa. Menurut cerita ummi, beliau adalah sesosok orang yang berwibawa, tegas dan berjiwa kepemimpinan. Semoga kelak anak kami memiliki sifat yang sama seperti beliau. Aamiin :)
Nama akan menjadi identitas abadi sampai Hari Kiamat. Di akhirat nanti, manusia akan dipanggil berdasarkan namanya. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya kamu akan dipanggil pada Hari Kiamat nanti dengan nama-namamu dan juga nama bapak-bapakmu, maka perindahlah nama-namamu.” (HR. Imam Abu Daud)

22 June 2015

Cerita Lahiran dede Aco

Assalamualaikum wr.wb
aaarghhh... sebulan gak nge blog? Apa yang terjadi? Hihi... sebulan yang lalu alhamdulillah saya diberikan lagi kado, hadiah yang berupa amanah dari Allah Subhana Wa Ta'ala. Putra kedua saya lahir dengan selamat dan sehat lewat jalan persalinan normal. 

Rasanya saya merasa bersalah terlambat menuliskan tentang cerita kelahirannya di blog saya, kalau abangnya tahun lalu begitu selesai aqiqah langasung saya ngeposting cerita kelahirannya. Mungkin karena kini kesibukan jadi bertambah, saya tetap harus memperhatikan abangnya yang masih berusia 10 bulan. Meskipun ada nenek umminya yang menjaga tapi sebagai mamanya saya tetap mengingatkan jam makannya, jam minum susu, mandi, dan tidurnya. Disamping itu ya menimang dedeACO dan menyusuinya.

Orang bilang kehamilan kedua dengan jarak yang dekat dengan anak pertama akan beresiko ini itu terhadap janin. Sempat saya parno sama informasi itu, tapi alhamdulillah ada beberapa teman yang kian menyemangati biar saya tidak sampai stress menghadapinya :D "ah ndak juga ji Qiah, banyak ji yang hamil jarak dekat tapi sehat-sehat semua anak-anaknya kok".
Itu yang harus saya sugestikan ke dalam diri saya. Selain itu kehamilan kedua juga katanya proses melahirkannya mudah dan lancar saja. TAPI tentang pendapat itu saya tidak bisa SEPAKAT loh... kenapa? Karena saya merasa tidak demikian mudahnya looohhh!!! Kalau saya, malah kebalikannya :) 

Jadi ceritanya begini, pagi itu 4 hari setelah kontraksi palsu yang saya alami, (13 Mei) saya mengantar suami ke depan pintu, suami pagi itu berencana melakukan perjalanan ke Kota parepare untuk menghadiri acara pernikahan sahabatnya. Suami baru tiba dari Jakarta kemarinnya. Setelah salim, kemudian saya masuk kamar untuk menidurkan abangZAM di ayunan. Selang beberapa menit mengayun, abangZAM juga sudah tertidur, saya merasakan ngilu dan nyeri bersamaan dibelakang panggul saya. Saya otomatis menegakkan badan untuk meredakan ngilu dan nyerinya. Beberapa menit hilang sudah rasa nyeri dan ngilunya. Tapi beberapa menit kemudiannya, terasa lagi. 

Saya usap-usap panggul saya dan merasa agak nyaman. Hitungan saya sih tiap 10 menit rasa ngilu dan nyerinya reda dan muncul lagi. Sampai saya akhirnya memilih rebahan dan tidur karena berpikir mungkin kontraksi palsu lagi. Dari jam 9 tadi sampai jam 11 masih terasa seperti itu, malah makin sakit. Saya akhirnya memanggil ummi untuk membantu mengusap-usap panggul saya. Saya merintih kesakitan tiap sakitnya datang. Nenek dan tante melihat, memeriksa dan bertanya, kemudian langsung bilang "Ini tanda sudah mau melahirkan ini kalau sakit begini, tembus kebelakang sakitnya.

Dibawalah saya ke RSIA Sitti Khadijah jam 12 siang itu, dan diperjalanan tetap merasakan terus sakit berjeda, yang lazimnya dikenal dengan istilah "Kontraksi". Kali ini kontraksi asli karena sakitnya puluhan kali lipat daripada saat kontraksi palsu kemarin. 

Begitu sampai di IGD Rumah Sakit, saya tidak langsung dibaringkan, malah disuruh duduk dimeja registrasi dan ditanya-tanyai mengenai berkas kelengkapan. Untungnya berkas saya sudah ada duluan di lemari IGD yang suster ambil. Tapi tetap kepala penjaga IGD terus berbicara tentang harga kamar yang tersedia untuk pasien BPJS. Bahkan saat saya kesakitan kontraksi masih tetap ditanyai tentang persetujuan ini itu. Malah disuruh tandatangan berkas. Padahal disitu ada tante saya yang sebenarnya bisa mewakili tapi kepala penjaga IGD ngotot harus saya yang tandatangan. 

05 June 2015

Ketika Misi Arisan Berubah

Seperti yang kita semua ketahui, arisan itu hukumnya Mubah dalam islam. Arisan yang standart sih yang kebanyakan kita sering ikuti. dan ianya termasuk dalam perkara yang diperbolehkan, pun termasuk dalam hal membantu. Penjelasan lebih lanjutnya bisa Dibaca disini--> Arisan dalam Islam.

Nah yang saya mau bahas disini adalah tentang visi dan misi utama arisan. Bagi saya arisan bukanlah tentang jumlah berapa yang didapat ketika undian menaikkan nama kita dalam arisan. Ada yang jauh lebih penting dari itu. Silaturrahim.

Saya sedang terikat tiga arisan. Yang pertama arisan Kompleks Bea dan Cukai. Arisan ibu ibu atau istri Pegawai Negeri Bea dan Cukai yang berkediaman di komoleks tersebut (perumahan dinas). Saya deh anggota termuda (YES!!-hahaha) Kebetulan saat itu pertama pindahan jadi anggota baru ceritanya hehehe... berkenalan sama tetangga baru jadinya di tempat arisan. Lebih akrab.. suasananya familyable. Saling memperkenalkan diri.saking bertukar cerita. Sistem pembayarannya, ada tukang tagih datang ke rumah (keliling kompleks) jadi pas hari H kita tinggal makan-makan dan ngobrol-ngobrol. Cuma sayangnya saya hanya bisa ikut sampai 4 kali pertemuan saja. Saya dijakarta memang hanya 4 bulan sebelum mendadak mudik balik Makassar ehehe. Jadi yang handle pembayaran arisan ayahZAM deh hihihi.. (cuma bayar ya tidak ikut hadir* haha*)

Arisan yang kedua #HijabSist yang dimana anggotanya adalah beberapa member komunitas hijabers makassar yang sampai sekarang masih menjalin silaturrahim dalam bentuk arisan. Sejak tahun 2012 loh. Nah disini seusia saya semua kok. Awalnya hanya 15 orang. Periode arisan 15 bulan. Kemudian selesai, tapi tetap melanjutkan lagi, kini anggotanya sudah 30an. Tahun ke tahun kami semua menyempatkan diri untuk hadir sebulan sekali. Meski tidak tiap bulan absen kehadiran full sih hehe. Ada juga sekali dua tiga kali tidak sempat/berhalangan hadir. Meski kami semua punya kesibukan berbeda-beda tapi itulah yang jadi bahan obrol ketika kami semua sedang berkumpul. Saling memberi kabar gembiranya. Saat itu anggota arisan masih pada jomblo sekarang 2015 sudah jadi ibu ibu semua.
Alhamdulillah silaturrahim masih terjalin. Ke soal Pembayaran... tertib, aman dan lancar aja. Karena bendahara buat oeraturannya yang berhalangan hadir diharapkab mentransfer pembayarannya sebelum hari H. Hari dimana kami semua berkumpul menanti nama yang diundi keluar dari kocokan hehe.

Arisan yang ke tiga. #ArisanMaysa
Inilah yang sebenarnya mau saya keluhkan disini... lebih tepatnya saya mau curhat. Uhuhu.