10 May 2015

Marugame Udon Makassar

Tanggal 03 Mei kemarin, Resto ala Jepang "Marugame Udon-Udon & Tempura" ini resmi dibuka di Lantai 1 Mall Panakkukang (venuenya dekat dengan Solaria dan Bumbu Desa) sebelumnya sudah ada di Jakarta dan Bandung juga (entah di Kota lain mana lagi) sejak dibuka, postingan teman di sosial media juga sudah rame soal resto baru ini. Seperti biasa karena penasaran juga jadi pengen coba juga. Kalau soal makanan korea sudah pernah di Gokana-Jakarta, nah mau coba lagi dong makanan Jepang ini. Tempura dan Udon. 

Saya termasuk buta mengenali makanan-makanan Jepang, biasanya cuma liat di J-dorama (drama Jepang) yang setiap shoot gak pernah ketinggalan adegan makan-makannya. Tempura itu apa? Udon itu apa? Rasanya bagaimana? Terbuat dari apa? Harganya berapaa ? Sama sekali blum pernah tau.

Nah akhirnya tadi, ada kesempatan saya jalan ke Mall Panakkukang. Sembari berniat belanja juga, saya mampirlah ke Marugame Udon. Saya juga janjian sama Kak Vita Masli, salah satu Blogger Makassar yang Hits :D penyuka drama Korea, Jepang, Taiwan dkk yang juga salah satu co founder situs review film Korea.

Friends Wedding : Dwi dan Ichal

Assalamualaikum wr.wb
Memang didalam suatu hubungan, hal yang paling diidam-idamkan adalah Kesetiaan. kenapa begitu? ya bisa dibilang dijaman yang sekarang ini susah sekali untuk menemukan orang yang setia dan tulus mencintai kita. Banyak dari mereka yang memikirkan kesenangan saja dalam pacaran, jadinya begitu bertemu dengan kesusahan langsung putus. Ini merupakan hal yang sangat sering terjadi. Alasannya juga klasik, "Kita gak cocok". Berbeda dengan kisah cinta tentang pernikahan teman yang saya kenal saat KKN di Kampus ini. Mereka membuktikan kalau kesetiaan cinta itu bisa dijadikan investasi untuk kebahagiaan masa depan berdua. 12 tahun pacaran lohh... sejak Sekolah Menengah Pertama! dan akhirnya mereka men-SAH-kan status mereka sebagi suami istri, kemarin 09 Mei 2015. 

Dwi dan Ichal, saya kenal tahun 2010 saat kami satu lokasi KKN di Polsek Kerung-kerung, Makassar. awalnya saya tidak tau kalau mereka pacaran, soalnya di Lokasi KKN sikap dan sifat mereka sama saja seperti berteman dengan teman yang lainnya. Dua tiga hari baru saya bertanya, "Dwi sama Ichal, pacaran ya? tiap hari pulang pergi bareng..." dan jawabannya IYA, sejak SMP. uwoooohh.. hihihihihi awet ya. sampai Sarjana barengan juga mereka, tapi beda tempat kerja. Dan kami sudah jarang lagi komunikasi. Sudah sibuk sama aktifitas masing-masing. Tapi waktu di acara resepsi pernikahan saya, mereka hadir loh.

Saya menerima undangan Dwi dan Ichal lewat Masra, teman arisan hijabsist yang juga teman gank kampus Dwi dan Ichal. jadi malam saya bela-belain hadir ke resepsi mereka yang bertempat di Gedung Islamic Centre, Immim, jl. sudirman. Dan syukurlah saya masih bisa nyetir sendiri (ditemani sepupu sih), meski sehari sebelumnya sempat mengalami Kontraksi palsu (Braxton Hiks). Sampai disana ketemu-ketemu juga dengan teman KKN dulu yang selokasi juga. jadi kayak reunian deh hehe.

08 May 2015

Kontraksi Palsu dan HPL Mundur

Assalamualaikum
Malam hari ba'dha magribh saya menidurkan abangZAM di ayunannya, biasanya sih langsung tertidur saja si abang karena memang sudah jam tidurnya, tapi malam itu abangZAM malah rewel dan minta turun dari ayunan, menangis kencang memaksa saya untuk membangunkannya dari ayunan. Jadi saya membiarkannya bermain dulu, mungkin kalau sudah capek main dia akan ngantuk sendiri. Tapi sampai ba'dha isha jam 21.00 abang belum juga mengantuk, kelihatannya dia masih segar bugar bermain sama onda-ondanya. Neneknya menyuruh saya istirahat duluan nanti beliau yang menidurkan abangZAM. jadi saya ke kamar juga bermaksud untuk istirahat. beberapa menit kemudian, saya merasakan sakit di perut bagian bawah, tidak seperti biasanya, kemudian sakitnya sempat terhenti. Padahal baru saja mau bertanya ke ummi, tapi beberapa menit kemudian sakitnya datang lagi, kebetulan papa lewat depan kamarku dan bertanya, "Kenapa kamu nak?" saya cuma mengangguk sambil memegangi perut bagian bawah, Papa malah langsung memanggil ummi dan tante-tante. 

"Sakitnya dibagian mana?" tanya tante. Kemudian kutunjuk bagian bawah perutku, lalu tante bertanya lagi, "tembus ndak ke belakang sakitnya?" saya menggeleng. "Tapi sakitnya datang-datangan?" saya mengangguk. "Wahhh.. maumako melahirkan...." seru Tante. Mendengar itu Papa jadi kalut dan langsung meminta saya bersiap utnuk diantar ke Rumah Sakit Bersalin. Jam 22.30 Wita saya berangkat ke RSB Sitti Khadijah diantar papa dan tante, ummi di rumah saja jagain abangZAM yang ternyata daritadi belum juga tidur. Di perjalanan yang memakan waktu 45 menit itu saya masih juga selang seling merasakan sakit dibagian bawah perut. Jam 23.15 wita saya tiba di UGD RSB Sitti Khadijah, setelah menyerahkan kartu periksan dan kartu BPJS saya diminta rebah di ruangan periksanya. Dokter Muda yang tugas jaga di UGD memeriksa tensi dan HB darah saya kemudian bertanya tentang sakit yang saya rasakan, "Tapi belum tembus kebelakang sakitnya?" saya mengangguk. "Saya coba periksa dalam ya untuk memastikaan apakah sudah ada bukaan atau belum..." 

Setelah diperiksa dalam, Dokter Muda itu bilang, "ini kontraksi palsu ibu... belum ada bukaan, masih jauh, Memang HPL nya ibu kapan?" 
ku jawab, "Periksa pertamakali katanya HPL saya bulan Mei tanggal 25 begitu, katanya bisa lebih cepat atau lebih lambat...tapi pas periksa di terimester akhir ini , malah HPL nya mundur ke 14 Juni dok.. kenapa bisa begitu ya?"
Dokter Muda itu pun menjelaskan, "Sakitnya ini, kontraksi palsu ini bisa saja juga memang kalau bayinya sudah sedang cari jalan atau memposisikan diri ke jalan lahir, tapi bisa juga penyebabnya karena ibu kecapekan atau sedang dalam banyak pikiran. Ibu harus rileks aja yaa.. soal HPL memang biasa terjadi kemunduran. biasanya HPL yang akurat itu di terimester pertama."

Setelah mendapat penjelasan itu, saya pun dibolehkan pulang saja dulu katanya masih jauh bukaan, sekitar 2 minggu lagi perkirannya. berarti HPL yang diterimester pertama dong yang benar. sampai dirumah saya memang masih merasakan sakit, cenut-cenut dibagian bawah perut tapi setelah dibawa tidur, keesokan harinya, sakitnya sudah tidak terasa. aaahh... malam yang mendebarkan juga ya hehehe. Saya pun googling tentang kenapa HPL bisa mundur begitu. 
Bila pemeriksaan USG dilakukan saat usia kehamilan 7–11 minggu (trimester pertama) Ukuran bayi saat itu belum terlalu besar, jadi dokter bisa mengukur kepala sampai kaki janin (crown rump length atau CRL) dalam satu bidang. Lewat dari 11 minggu, kesalahannya adalah plus minus 7–10 hari. Sementara kalau USG baru dilakukan pada trimester kedua, kesalahannya sudah plus minus 2–3 minggu. Kalau dilakukan pada trimester ketiga, kesalahannya sudah plus minus 3–4 minggu. Jadi, semakin besar suatu kehamilan, semakin tidak akurat untuk menentukan usia kehamilan atau taksiran persalinannya.

Taksiran persalinan USG  tidak 100% akurat, maka bandingkan taksiran persalinan tersebut dengan taksiran persalinan berdasarkan HPHT. "Kalau menurut HPHT taksiran persalinannya tanggal 1 dan menurut USG tanggal 4, maka ikuti tanggal yang menurut haid. Tapi kalau bedanya sudah lebih dari 10 hari, misalnya 2 minggu, maka hasil USG bisa dijadikan patokan.

Untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL) bayi, kita bisa menggunakan page berikut dan mengisi sesuai dengan informasi yang kita tau:


kita bisa mengisi tanggal hari pertama dari haid terakhir atau tanggal dimana kita yakin pembuahan terjadi
Rasanya tidak sabar juga menanti kelahiran si dede ACO ini, saya mengajaknya ngobrol menanyakan kapan dia mau lahir hihihiihi.. kita tunggu lagi saja yaaa :)

Majalah Makassar Terkini Edisi Mei 2015

07 May 2015

Sudah Bukan Bayi Lagi

Assalamualaikum.wr.wb
Beberapa hari yang lalu, saya mendengar sebuah kalimat yang membuat hati saya risau, saya menggendong baring abangZAM, berniat me-nina bobok-annya digendongan. Tapi abangZAM malah menangis, tidak suka digendong baring. Datanglah neneknya mengambil alih gendong dan bilang "dia sudah bukan bayi lagi... jadi ndak maumi digendong baring...".

ahng... kalimat itu, "dia sudah bukan bayi lagi..." yang bikin hati saya sepertinya terenyuh. Saat abangZAM terlelap, kuperhatikan wajahnya, jari-jari kaki dan tangannya, memang sudah tidak tampak seperti bayi. Sore hari kalau bermain, saya senang memotret-motretnya dengan kamera saya (kian hari abangZAM makin susah difoto*banyak goyang) wajahnya difoto sudah berbeda. Sudah bukan wajah bayi lagi. Perlahan wajah "bayi"nya menghilang, berubah bentuk, bertumbuh dan berkembang menjadi wajah "anak kecil" kini.

apalagi saat membandingkan fotonya dengan foto-foto 10 bulan yang lalu, perubahan wajahnya memang kentara. Entah mau senang atau sedih melihatnya. Disatu sisi senang dan bangga bisa menyaksikan tumbuh kembangnya, makin pintar, makin lincah dan makin nakal (susah dilarang, kalau dilarang malah teriak balik, kemudian menangis*hohoho). Dan disisi lain merasa risau, sedih, rindu, dan aah.. entah bagaimanalah menuliskan perasaan saya saat melihat babyZAM beranjak bermetamorfosis dari wajah bayinya. 

Betul kata teman saya yang sudah lebih dulu jadi mama, Nikmati saat-saat kita merawat dan menjaga bayi kita. Waktu tak terasa, bayi kita akan cepat bertumbuh besar menjadi anak-anak. Kita akan merindukan masa-masa dimana harus begadang demi memberi susu, harus berpegal-pegal ria menimang, menggendong terus sepanjang malam, menemani sepanjang hari, mengajaknya bercerita, melatihnya berkembang dan lain sebagainya. Bersyukur saya bisa punya banyak waktu dalam keseharian saya untuk menjaga dan merawat bayi saya, yang kini di usia 10 bulannya sudah dirasa bukan bayi lagi.

Iya saya merindukan masa-masa dimana abangZAM masih bayi, masih digendong baring, jari-jarinya yang gembul masih mengepal, kerling matanya, dan masih tenangnya dia direbahkan di tempat tidur, masih tenangnya dicium-cium di pipi. 

Tapi kata orang, saya mah masih bisa mengulang masa-masa itu, cuma bukan sama abangZAM lagi, sama calon dedeknya. Hehehe ... saya juga sudah tidak sabaran menunggu 20 hari lagi prediksi partus. 
InsyaAllah.
Doakan lancar ya :) 

05 May 2015

Muslimah Saat Jauh Dari Suami

Assalamualaikum wr.wb
Beberapa dari kita mungkin sudah tau betul tentang kisah Ummu Mutiah, perempuan pertama yang menjadi penghuni Surga karena ketaatan, kepatuhan, serta pengabdiannya kepada suaminya. Setiap seorang istri pastilah ingin mengamalkan sikap Ummu Mutiah. begitupun dengan saya. Apalagi saya termasuk seorang istri yang jauh dari suami.

Sudah hampir dua tahun saya dan suami menjalani Long Distance Marriage, pernikahan kami memang masih seumur jagung, orang bilang masih masa mesra-mesranya. Ah tapi akan saya usahakan biar selama hayat usia pernikahan kami akan mesra terus seperti pesan suami waktu awal nikah hehehe :D 

Sebagai Muslimah yang sudah jadi seorang istri tapi jauh dari suaminya, tentu banyak yang harus dijaga. Jaga maruah dan kehormatan diri, juga menjaga nama baik suami.

Rasulullah S.A.W bersabda : "Seseorang tidak dianggap menyempurnakan kewajibannya pada Allah, sehingga ia menyempurnakan seluruh kewajiban-nya kepada suami-nya." (H.R.Tabhrani)

Saya harus menyesuaikan diri terhadap situasi tanpa kehadiran suami. Karena kami memiliki peran masing-masing. Yang tidak berbeda adalah perjuangan mengatasi rasa rindu pada suami. Saya juga harus menjaga stabilitas emosi, terutama agar anak tetap merasa aman dan nyaman meski saat ini hanya ada Ibunya. Sampai saat ini babyZAM-ku mungkin sudah mengerti kalau ayahnya hanya datang sebulan sekali. 

Saya akan mengusahakan tetap merasa "bersama." meski berjauhan. Dalam berbagai kesempatan berkomunikasi, mengungkapan perasaan-perasaan saya seperti rindu, kehilangan atau rasa senang saat sedang berkomunikasi. paling penting itu adalah meski jauh, suami harus tau kegiatan-kegiatan saya. Misalkan saya hari ini keluar rumah, malam sebelumnya sudah harus izin dengan suami. Kalau diizinkan baru pergi, ini penting loh. Karena ketika seorang muslimah keluar rumah ia harus didampingi suami atau mahramnya. Jadi saya kalau bepergian atas izin suami, harus ditemani pula dengan keluarga. Mau kemana?, urusan apa?, bahkan sebenarnya untuk urusan pakaian juga harus dengan izin suami, keluar rumah dengan memakai pakaian syari'i. Pulang tidak boleh malam. Jangankan bepergian, Puasa sunnah saja, harus se-izin suami kan? Seperti Ummu Mutiah tadi, bahkan menerima tamu yang jelas-jelas Putri Rasulullah yang Agung, harus meminta izin suaminya. 

Meskipun begitu, saya merasa LDM memiliki manfaat positif untuk pernikahan saya ini. Kerinduan yang terpendam karena harus terpisah jarak membuat saya semakin cinta pada suami. Kerinduan bisa dilepaskan ketika bertemu sehingga membuat hubungan kami lebih terjaga. Membuat Rindu jadi berkualitas dengan merapal doa-doa yang menggepul di langit.
Ada suprise lucu yang saya mau ceritakan kemarin saat suami pulang. Yup kemarin, Kamis jelang long weekend menyambut bulan Mei, suami datang.

04 May 2015

Kuliner : Coto Bakar Daeng

Assalamualaikum wr.wb
Mungkin sudah sejagad Indonesia Raya, yang mengetahui tentang kuliner khas Kota Makassar, adalah Coto. Coto Makassar ini adalah makanan berkuah yang terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus agak lama. Sudah banyak sekali review kuliner coto Makassar diberbagai media, dan mungkin juga sudah banyak diantara kalian yang sudah puas dan kenyang makan coto Makassar, yang sudah bisa didapatkan diberbagai kota seluruh Indonesia. 

Tapi kali ini, ada lagi sensasi cara baru menikmati coto Makassar. Coto Bakar
Coto bakar ini bisa klian dapatkan di warung Coda' (Coto Daeng) yang ada di jalan Karunrung, dan di cabang warung Coda' lainnya. Saya tau tentang coto bakar ini sudah berbulan-bulan lalu dari beberapa teman di instagram. Akhirnya baru kesampaian bisa menikmatinya secara langsung beberapa hari lalu. Saya datang ke warung Coda' malam hari dan bersyukur menu Coto Bakar-nya masih ada, katanya biasa kalau malam sudah habis. Saya dan suami yang penasaran dengan rasanya langsung memesan coto bakar dua porsi.
Menunggu belasan menit (lumayan lama yah...) Akhirnya coto bakar itu datang. Dan tampilannya seperti foto diatas itu. seperti sate. Kami disajikan semangkuk kuah coto, dan daging cotonya yang dibakar itu ditusuk sate, diberi bumbu kacang dan disajikan dengan piring berbeda. Soal rasanya? rasanya seperti makan sate dicampur kuah coto. yup sesimple itu :)

Mungkin kalau dibayangkan rasanya akan agak aneh, tapi menurut selera Suami saya, ini enak, massipa' (sedap*red) kalau saya, saya memakannya dengan melepas semua daging dari tusuknya kemudian mencampurkannya langsung ke kuah coto, saya mengesampingkan bumbu satenya biar aroma bakarnya terasa di lidah. Mungkin lain kali kalau kesini lagi bisa pesan coto bakar tapi jangan pakai bumbu sate. heheheh begitulah sensasi baru menikmati Coto Makassar sekarang.

Informasi harga :
1 porsi coto bakar Rp. 15.000,-
1 Teh botol sosro : Rp. 4000,-
1 ketupat Rp. 1.000,-

03 May 2015

OOTD : Boho Fringe & Layer Pants

Location : Trans Mall Makassar
Photo by My husband
Unbranded Shawl
Boho Fringe by Anggie_Shop
Layer Pants by Tripple11_Shop
Teman-teman saya yang bergelut di dunia Fashion sedang cantik-cantik dn trendy-nya dengan layer pants nya masing-masing. Celana layer ini berasal dari fashion Thailand sana yang menginspirasi para designer di Negeri kita. 

Celana, tapi di depannya menjuntai lagi kain yang di gunting miring. Jadi sebagian terlihat seperti memakai rok. Cocok buat Muslimah yang suka pakai celana. Kalau pakai Layer pants, bentukan paha dan area-area terlarang wanita jadi tidak terlihat lagi. 

Biasanya kan ada tuh yang masih suka pakai jeans, ketat tapi tetap juga pakai baju yang kaki bajunya pendek, alhasil lekukan miss V yang di samping paha terlihat. Risih kan ya .... uhuhu saran saya kalau masih suka pakai celana, pilih aja layer pants untuk hangout, nutupin paha :) 

Ibu hamil juga bisa pakai celana Layer pants ini ehehe saya usia kandungan sudah masuk 37 minggu, pakai celana layer pants juga (gak mau ketinggalam mode*HAHAHA) jadi trick nya tuh ya pilih yang pinggangnya berbahan karet dan pakainya dibawah perut :D 

02 May 2015

Kuliner : Sosis Bakar Pathaway

Yuhuuu.. long weekend kemarin, sekalinya ayahZAM datang, mari kita cuss jalan-jalan sore hehe. Rute pertama itu saya kepingin sekali mencoba sosis bakar yang sedang hits di sosial media ihihihihi (latah lagi deh*) karena bawaan rasa penasaran, saya dan ayahZAM ke gerai sosis bakar yang bernama "Pathway" itu. Letaknya di jl. Cendrawasih no 82 (depan SMA Khatolik) kemarin-kemarin dengar dari beberapa teman, katanya ownernya Pathway ini masih muda loh, seangkatan dengan adik-adik junior saya di komunitas Hijabers. 

Kalau mau ditelisik sebenarnya di Makassar banyak sekali pengusaha-pengusaha kuliner atau jajanan yang unik dan enak, diprakasai oleh pemuda-pemudi Kota Daeng ini. Keren ya!


Gerai Sosis bakar Pathway ini buka sekitar 17 Minggu yang lalu, bika tiap hari mulai jam 19.00 sampai jam 22.00 kadang juga hadir membuka tenant-nya di beberapa event kuliner lapangan. Pathway sosis bakar dan egg waffle ini juga pertama di Makassar. Dan sampai kini sudah ada cabangnya di belakang Hotel Clarion, jl. Bontosunggu no 23A

Meski ada dua tag menu yang dijual, sosis bakar dan egg waffle. Malam itu saya dan Suami mencoba sosis bakarnya dulu. Ada sosi bakar jumbo, super jumbo, dan extra jumbo. 

Explorecafe : Keseruan Blogger Makassar Di Artworkafe (Vedit)

Assalamualaikum :)
Tentang review cafe lagi nih, awalnya saya hanya sekedar mengajak beberapa teman blogger di group LINE anging mammiri untuk meetup sembari mereview cafe yang asyik di Makassar. kemudian tiba-tiba ada salah satu anggota AM (Anging Mammiri) yang menawarkan cafenya untuk di review bersama blogger Makassar. Setelah sepakat tentang waktunya, akhirnya bertemulah kami di café tersebut. 

Namanya “Artworkafe” yang terletak di jl urip, tepat didepan tugu ex adipura Tello. Pertama masuk ke dalam café ini, terasa memang seperti café pada umumnya, suasananya cozy dan terdapat beberapa typhography wall. Wall deKornya terbagi beberapa jenis, ada yang memang full artwork dan ada juga yang wallpapper ditempel dan ditambahkan beberapa hiasan atau propertie lain, seperti jam-jam dinding yang unik. ada dua jenis kursi duduk untuk pengunjung, sofa set dan bangku kayu yang unik. Tidak ketinggalan juga alas minuman dan makanannya di meja. Dan dari kursi pengunnjung, meja bartender yang sederhana dan cozy bisa terlihat. 

Kesan yang saya dapat saat memasuki cafe ini adalah "too Young" atau "Very Young" yupss.. anak muda banged tampilannya :)