27 October 2015

Man Jadda Wa Jadaa

Assalamualaikum wr.wb
Man jadda wajada saja memang tidak cukup. Dibutuhkan sepenggal pepatah lagi untuk melengkapinya. Yaitu Man Saaro’ Aladdarbi washola yang artinya “Siapa yang berjalan pada lintasan atau trek yang benar, maka dia akan sampai di tujuan. Oleh karena itu semangat atau spirit Man jadda wajada ini harus diaplikasikan dengan tepat.

Karena ternyata kata jadda, yang berarti bersungguh-sungguh saja tidak cukup. Memang benar bahwa setiap impian, betapapun tingginya, bila diperjuangkan dengan kesungguhan niscaya akan terwujud. Namun yang harus diingat, tentu saja kita harus pintar-pintar memilih jalannya. Pilih yang Allah ridha atau sebaliknya. Sejatinya man jadda wajada harus diaplikasikan dengan kerja keras (hard work), cerdas (smart work) dan halal. Ini berarti kesungguhan dan kerja keras saja tidak cukup. Apalagi bila sampai menghalalkan segala cara.

Oleh karena itu spirit man jadda wajada harus dilengkapi dengan penggalan berikutnya. Yaitu “Man Saaro’ Aladdarbi washola”. 


Ad-darb, artinya jalan dan “Saaro” adalah modal yang harus dimiliki. Modal di sini bisa berarti pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap mental atau attitude yang baik. Pengetahuan bisa didapat dari mana saja dan keterampilan bisa diasah dan dilatih terus menerus. Namun yang menjadi sandungan adalah ketika kita tidak memiliki attitude atau sikap mental yang baik.

Lihat saja berapa banyak yang sudah mengaplikasikan spirit ini dalam hidupnya. Meniti karir dari bawah, menaiki anak tangga demi anak tangga dengan kesungguhan dan perjuangan. Namun ketika cita-cita sudah dicapai, jabatan dan posisi idaman sudah dalam genggaman, man jadda wajada ditinggalkan, ad-darb sudah melenceng dari lintasannya. Terbuai dalam zona nyaman, tidak mau bersusah payah lagi. Kalau bisa didapat dengan mudah, mengapa harus mempersulit diri. Akhirnya harus turun dengan cara menyakitkan, jatuh dan terhempas. Tak heran bila setiap hari kita dijejali dengan berita penipuan, penggelapan dan kasus korupsi.

Yang memprihatinkan dan membuat miris adalah ketika pelaku yang menjadi berita tersebut adalah tokoh muda. Para pemuda calon pemimpin bangsa yang semula mempunyai track record yang baik. Namun terjebak dalam kasus-kasus korupsi, manipulasi dan penyalah-gunaan kekuasaan. Sungguh sangat disayangkan.

Apakah mereka salah mengaplikasikan sepenggal mantra sakti man jadda wajada? Ya, mungkin saja dalam proses mencapai tujuannya itu walau dengan kerja keras namun menghalalkan segala cara. Keluar dari ad-darb disebabkan tidak kuat menghadapi godaan yang amat dahsyat.

Ditambah lagi bila berada dalam sistem yang memang sudah korup. Sehingga ketika belum sampai di puncak, sudah gamang. Karena makin ke atas, memang makin kencang angin bertiup. Sebaiknya setelah cita-cita dapat diraih, jangan sampai kita menjadi kufur nikmat, lalai dan tergoda dengan dunia gemerlap yang melenakan. Karena keberhasilan, kesuksesan dan kenikmatan hidup juga merupakan bagian dari ujian atau cobaan.

Man jadda wajada sejatinya harus diterapkan secara terus menerus, walaupun sudah berhasil meraih apa yang diimpikan. Karena orang yang berhasil adalah mereka yang justru tidak pernah berhenti berproses untuk menjadi lebih baik.

Tetapi bila sudah menggunakan jurus man jadda wajada waman saaro’ alard darbi washola belum berhasil tentu saja tidak boleh patah semangat. Ingatlah man shabara zafira, siapa yang bersabar, akan beruntung. Terus berusaha, lebih bersungguh-sungguh, stay on the track, dan jangan lupa usaha keras yang kita lakukan harus diiringi dengan doa. Yakinlah bahwa kesungguhan akan membuahkan keberhasilan dan tetap semangat untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

Dan bila telah berhasil itu bukan semata-mata hasil kerja keras kita, tetapi juga berkat doa dari orang-orang terdekat kita dan tentu saja atas izin-Nya. Selanjutnya yang terpenting adalah menyadari bahwa semua yang kita miliki ada batas waktunya, karena semua itu adalah pinjaman-Nya semata.
Oleh karena itu apapun kondisi yang dialami, jadikan syukur dan sabar sebagai sikap yang selalu tercermin dalam keseharian kita. Bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan, namun tetap dalam rambu-rambu atau rel yang benar.

Mari jadikan spirit “Man Jadda Wajada wa Man Saaro’ Alard-darbi Washola dan man shabara zafira” sebagai motivasi dalam keseharian kita. Semangat merenda hari depan dan semoga kesuksesan yang dicapai berkah dan memberi manfaat bagi diri sendiri, agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Semoga kita tetap istiqamah, walaupun hidup dalam kepungan dan gempuran gaya hidup hedonis yang tersaji di ruang-ruang publik. Aamiin Ya Rabb….

12 comments:

  1. Lagi musim gamis macam ini. Mmm lupa designer nya wkwk. Temanku punya yang Makkad Madinah gitu tulisannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak zahra Makkah madinah jannah itu rancangan vivi zubaedi hehe,..

      Delete
  2. Luucuuukkk...tapi ngepress nggak itu ya

    ReplyDelete
  3. kalau aku yang pakai dibilangnya hampir ngepress ya
    soalnya LD nya cuma 98 dan all size :D

    ReplyDelete
  4. Keren tulisanx, keren bajux πŸ‘
    Apalagi dgn tampilan blog yg baru...fresh! 😘

    ReplyDelete
  5. Hueheheh iye kak er, tema blog kali ini clean and fresh
    walaupun dalam kehidupan nyata saya orangnya fullcolor dan berantakanss rempon2an wkwkwkkw

    ReplyDelete
  6. Kalau sudah di atas godaannya itu besar banget si ya >.< kadang jadi orang biasa-biasa saja lebih menyenangkan.
    Btw sukaaa bajunya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul dwi , namanya manusia biasa gak ada puasnya, mau terus dan mau lagi... Sederhana lebih memukau. Hihi makasih dwii bumil cantik (~_^)

      Delete
  7. Semangat terus, jangan mudah putus asa, karena itulah lentera kita dalam menghadapi hidup, selain agama :)

    ReplyDelete
  8. slogannya ngga boleh diterapkan setengah2 ya kudu menyeluruh, iyaa kaosna lucuu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak dewww.. Harus total hehe.
      Makaaasiy ya mbak sayg.

      Delete
  9. Bagusnya bagus ka, apalagi klo sama sekeluarga sama ayah dan anaknya jg, pasti keren :)

    Spirit “Man Jadda Wajada wa Man Saaro’ Alard-darbi Washola dan man shabara zafira”

    kata2 ini jg slah stu yg sllu jdi inspirasiku..

    ReplyDelete