05 June 2015

Ketika Misi Arisan Berubah

Seperti yang kita semua ketahui, arisan itu hukumnya Mubah dalam islam. Arisan yang standart sih yang kebanyakan kita sering ikuti. dan ianya termasuk dalam perkara yang diperbolehkan, pun termasuk dalam hal membantu. Penjelasan lebih lanjutnya bisa Dibaca disini--> Arisan dalam Islam.

Nah yang saya mau bahas disini adalah tentang visi dan misi utama arisan. Bagi saya arisan bukanlah tentang jumlah berapa yang didapat ketika undian menaikkan nama kita dalam arisan. Ada yang jauh lebih penting dari itu. Silaturrahim.

Saya sedang terikat tiga arisan. Yang pertama arisan Kompleks Bea dan Cukai. Arisan ibu ibu atau istri Pegawai Negeri Bea dan Cukai yang berkediaman di komoleks tersebut (perumahan dinas). Saya deh anggota termuda (YES!!-hahaha) Kebetulan saat itu pertama pindahan jadi anggota baru ceritanya hehehe... berkenalan sama tetangga baru jadinya di tempat arisan. Lebih akrab.. suasananya familyable. Saling memperkenalkan diri.saking bertukar cerita. Sistem pembayarannya, ada tukang tagih datang ke rumah (keliling kompleks) jadi pas hari H kita tinggal makan-makan dan ngobrol-ngobrol. Cuma sayangnya saya hanya bisa ikut sampai 4 kali pertemuan saja. Saya dijakarta memang hanya 4 bulan sebelum mendadak mudik balik Makassar ehehe. Jadi yang handle pembayaran arisan ayahZAM deh hihihi.. (cuma bayar ya tidak ikut hadir* haha*)

Arisan yang kedua #HijabSist yang dimana anggotanya adalah beberapa member komunitas hijabers makassar yang sampai sekarang masih menjalin silaturrahim dalam bentuk arisan. Sejak tahun 2012 loh. Nah disini seusia saya semua kok. Awalnya hanya 15 orang. Periode arisan 15 bulan. Kemudian selesai, tapi tetap melanjutkan lagi, kini anggotanya sudah 30an. Tahun ke tahun kami semua menyempatkan diri untuk hadir sebulan sekali. Meski tidak tiap bulan absen kehadiran full sih hehe. Ada juga sekali dua tiga kali tidak sempat/berhalangan hadir. Meski kami semua punya kesibukan berbeda-beda tapi itulah yang jadi bahan obrol ketika kami semua sedang berkumpul. Saling memberi kabar gembiranya. Saat itu anggota arisan masih pada jomblo sekarang 2015 sudah jadi ibu ibu semua.
Alhamdulillah silaturrahim masih terjalin. Ke soal Pembayaran... tertib, aman dan lancar aja. Karena bendahara buat oeraturannya yang berhalangan hadir diharapkab mentransfer pembayarannya sebelum hari H. Hari dimana kami semua berkumpul menanti nama yang diundi keluar dari kocokan hehe.

Arisan yang ke tiga. #ArisanMaysa
Inilah yang sebenarnya mau saya keluhkan disini... lebih tepatnya saya mau curhat. Uhuhu.
Di arisan ini saya termasuk anggota yang paling tua. Anggotanya adalah adik-adik lulusan Maysa Modeling Course yang ingin tetap menjalin silaturrahim lewat arisan ini. 

Mungkin disini yang salah adalah sistematika waktu arisannya. Arisan mingguan. Jadi tiap minggu harus bertemu untuk arisan. Kami sudah coba tapi ternyata yang bisa menyempatkan datang rutin hanya beberapa orang. Jadi diambil kebijakan untuk jadi arisan dwimingguan. Tiap dua minggu. Dalam sebulan bertemu 2 kali. 

Awalnya seru karena semua anggota masih bisa meluangkan waktunya. Tapi waktu berlalu... adik-adik anggota sudah mulai pada sibuk, karena 80% anggotanya adalah mahasiswi tingkat akhir. Waktu dimana mereka harus lebih konsentrasi ke tugas dan urusan kampusnya. KKN ke daerah, berkutat dengan Proposal, persiapan Skripsi, sampai bersemedi untuk menghadapi Ujian Akhir. Well... mau tidak mau arisan pun yang datang hanya 1 sampai 5 orang saja paling banyak. Yang tua disini dituntut untuk mengerti. Tidak bisa juga memaksakan mereka. Dan itu terjadi tidak hanya sebulan dua bulan. Malah sampai arisan mau selesai periodenya, sepi terus. 

Gak seru kan? Walaupun mereka tetap membayar via transfer ke bendahara_yang juga sibuk kuliah_ dan via menitip ke penjaga secretariat (pegawai butik). Di group line sudah coba dirundingkan bersama, ayoo dong sempatkan lagi waktunya kalau sudah selesai urusan kampusnya. Tapi tidak ada respon. Sepertinya mereka sudah mulai jenuh juga sama arisan ini. 

Saya sempat menjadi bendahara sementaranya. Sampai akhirnya saya mengambil inisiatif jalan : ARISAN VIA ONLINE saja! Transfer saja dan tidak usah lagi kumpul ketemuan arisan. Saya berharap mereka mulai merenungkan. Tapi rupanya sama sekali tidak. Ahahahahha!!! Jadi betul deh arisan online. Ngobrol dan menagih pembayaran cuma lewat line group. Dan ketepatan waktu arisan mulai kendor. Sudah tidak sesuai dengan jadwalnya. 

Sampai akhirnya arisan sisa 3 putaran, saya meminta agar langsung saja pelunasan. Setelah pelunasan, pembagian. Done! Benar tidak ada lagi pertemuan meski hanya sekedar silaturrahim. Hanya sampai disitu. Sedihnya menusuk sampai ke dada (bagian depan aja sih, gak sedalam apa gitu...hihi) tapi sungguh! Saya kecewa... sebenarnya karena rindu juga. Merindukan mereka adik-adik Maysa. Tapi apalah daya... mungkin saya kurang menyampaikan perasaan saya, yang sebenarnya rindu kumpul-kumpul, foto-foto bersama mereka. :) Bahkan kemarin, sempat janjian di line group untuk penutupan arisan sembari gathering sebelum ramadhan. Tapi apa? Batal. 

Seperti tidak ada yang serius dan berkeinginan lebih untuk silaturrahim. Dalam pengamatan saya, semua tampak saling menghindar. Entahlah... semoga saya salah. Semoga benar memang hanya karena waktunya saja yang tak menjodohkan lagi untuk bertemu kembali. Meski begitu, saya tetap mendoakan mereka agar selalu dalam kebaikan dan limpahan Rahmat Allah SWT. dan semoga komunikasi tidak hanya sampai disini, meski hanya lewat line group insyaAllah tetap bersambung tali silaturrahim ini.

5 comments:

  1. yaa memang agak susah ngumpulin banyak org sekarang mak, alasannya sibuk ini itu, komplekku juga gitu, sayang sebenarnya pdhl yang ptg silaturahim, memanjangkan umur, menghapus dosa, andai pada nyadar manfaatnya yaa...

    ReplyDelete
  2. bener mbakk.. @Dewi Rieka: gak bisa disalahin juga sih hehe... tapi setidaknya kalau awal mau ikut arisan kan sudah harus berkomitmen, setidaknya jadwalkan lah :) di atur lagi jadwalnya gitu kan

    ReplyDelete
  3. That's why saya suka kalo arisan naik paling pertama 😁 kalo belakangan udah gak seru ngumpul2x...

    ReplyDelete
  4. ternyata kak qiah juga suka ikut arisan yah :D
    mau ku juga deh tapi mana ada cowok mau arisan -.-

    ReplyDelete
  5. Wah arisan baru nih, Mbak Zilqi. Arisan online. Bisa lintas negara nih sistemnya :) Ngumpulin teman-teman yang punya kesibukan sendiri-sendiri memang sulit, Mbak. Satu kampus aja sulit, apalagi satu kota.

    ReplyDelete