07 May 2015

Sudah Bukan Bayi Lagi

Assalamualaikum.wr.wb
Beberapa hari yang lalu, saya mendengar sebuah kalimat yang membuat hati saya risau, saya menggendong baring abangZAM, berniat me-nina bobok-annya digendongan. Tapi abangZAM malah menangis, tidak suka digendong baring. Datanglah neneknya mengambil alih gendong dan bilang "dia sudah bukan bayi lagi... jadi ndak maumi digendong baring...".

ahng... kalimat itu, "dia sudah bukan bayi lagi..." yang bikin hati saya sepertinya terenyuh. Saat abangZAM terlelap, kuperhatikan wajahnya, jari-jari kaki dan tangannya, memang sudah tidak tampak seperti bayi. Sore hari kalau bermain, saya senang memotret-motretnya dengan kamera saya (kian hari abangZAM makin susah difoto*banyak goyang) wajahnya difoto sudah berbeda. Sudah bukan wajah bayi lagi. Perlahan wajah "bayi"nya menghilang, berubah bentuk, bertumbuh dan berkembang menjadi wajah "anak kecil" kini.

apalagi saat membandingkan fotonya dengan foto-foto 10 bulan yang lalu, perubahan wajahnya memang kentara. Entah mau senang atau sedih melihatnya. Disatu sisi senang dan bangga bisa menyaksikan tumbuh kembangnya, makin pintar, makin lincah dan makin nakal (susah dilarang, kalau dilarang malah teriak balik, kemudian menangis*hohoho). Dan disisi lain merasa risau, sedih, rindu, dan aah.. entah bagaimanalah menuliskan perasaan saya saat melihat babyZAM beranjak bermetamorfosis dari wajah bayinya. 

Betul kata teman saya yang sudah lebih dulu jadi mama, Nikmati saat-saat kita merawat dan menjaga bayi kita. Waktu tak terasa, bayi kita akan cepat bertumbuh besar menjadi anak-anak. Kita akan merindukan masa-masa dimana harus begadang demi memberi susu, harus berpegal-pegal ria menimang, menggendong terus sepanjang malam, menemani sepanjang hari, mengajaknya bercerita, melatihnya berkembang dan lain sebagainya. Bersyukur saya bisa punya banyak waktu dalam keseharian saya untuk menjaga dan merawat bayi saya, yang kini di usia 10 bulannya sudah dirasa bukan bayi lagi.

Iya saya merindukan masa-masa dimana abangZAM masih bayi, masih digendong baring, jari-jarinya yang gembul masih mengepal, kerling matanya, dan masih tenangnya dia direbahkan di tempat tidur, masih tenangnya dicium-cium di pipi. 

Tapi kata orang, saya mah masih bisa mengulang masa-masa itu, cuma bukan sama abangZAM lagi, sama calon dedeknya. Hehehe ... saya juga sudah tidak sabaran menunggu 20 hari lagi prediksi partus. 
InsyaAllah.
Doakan lancar ya :) 

No comments:

Post a Comment