08 March 2015

Review : Hotel Colonial Makassar

Assalamualaikum wr.wb
semalam sempat buka hardisck dan nemu foto-foto lama, salah satunya saat saya dan teman-teman komunitas Hijabers di Makassar jalan mereview Hotel Colonial untuk keperluan penginapan guest start yang akan datang di event kami pada waktu itu. tapi karena suatu dan lain hal event tersebut dibatalkan, jadinya sisa foto ini aja deh yang kembali saya manfaatkan saja untuk dijadikan postingan blog dengan label "Review" yang sepertinya masih kurang jumlah postingannya di blog saya hhehe...
hotel colonial ini terletak di dalam jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, sekita tujuh kilometer kedalam. kalau dari arah pantai losari kita harus memutar jalan setelah melewati GTC tanjung bunga. gampang kok nemuin hotel ini. kan bangunannya tinggi, udah gitu bisa nanya soalnya sudah banyak yang tau, hotel ini selesai dibangun sejak tahun 2011 akhir. dan saat itu saya berkunjung di tahun 2012. berarti masih baru-barunya dong nih hotel waktu saya review? iyaa loh, masih bau kayu hehe.
ini sosok saya di tahun 2012, waktu masih gadis hihi
Ya sesuai dengan namanya, Colonial. Bangunannya bernuansa ala rumah koloni. Belanda. Aksen putih tembok dan kayu. Masuk ke hotelnya tidak seperti masuk ke hotel lain, yang langsung ketemu lobby. Hotel colonial menyejukkan pandangan mata kita dulu dengan pas buka pintu utama, kita lihat resto outdoornya langsung di sisi kiri dan kanan koridor menuju lobby hotel.

Setelah keliling-keliling di lobby hotelnya yang bersambungan dengan ruang makannya, saya dan teman-teman langsung diajak ke lantai dua, dimana semua kamar penginapan dimulai dari lantai 2 itu.
Hotel colonial ini menyediakan tiga jenis kamar seperti hotel lainnya. standart, deluxe dan superior. harga kamar standart per malam itu dimulai dengan 350K. ada kamar yang view nya langsung bisa lihat laut juga loh. cuma saya merasa athmosfer didalam kamar kurang nyaman, meski AC nya sudah dinyalakan service room tapi masih pengap rasanya, mungkin karena sebagian besar interiornya terlalu banyak ornamen kayu asli jati, mungkin jg karena pengaruh masih baru waktu itu jadi bau kayunya agak sedikit mengganggu. ruangannya juga masih tembus suara sedikit.
setelah dari mengecek kamar, kami turun dan berkeliling lagi di restoran yang outdoornya
sebenarnya kalau dipikir hotel ini termasuk nekad. kenapa? soalnya jaraknya jauh dari pusat kota, walaupun hanya 30 menit ke bandara dan 15 menit kedepan ada Mall Trans. tapi untuk masuk ke jalan Metro tanjung ini tidak dilalui oleh kendaraan umum. tapi baguslah hotel colonial ini menyediakan beberapa bus untuk menjemput tamu yang sudah membooking kamar. kalau berdasarkan review yang saya tanya-tanya dan baca-baca, hotel ini sepi pengunjung. penawaran promosi untuk melaksanakan event disana juga sering dicanangkan pihak manajemen, paling banter itu gathering alumni, seminar-seminar dan lain sebagainya. kalau malam hari hotel ini termasuk hotel romantis sih. bagus juga lokasinya untuk yang hobby di foto atau memfoto. saya tanyakan soal memotret prewedding di lingkup Hotel ini, katanya dikenakan bayaran tertentu per sessionnya.
kesimpulannya pada waktu itu walaupun event itu batal, saya dan teman-teman juga sebenarnya membatalkan untuk menjadikan hotel colonial ini sebagai tempat menginap bintang tamu. kenyamanannya belum terasa, kelebihannya hanya di suasan dan interiornya yang mewah dan klasik. karena itulah hotel ini lebih recomended untuk foto-foto aja :D 

No comments:

Post a Comment