31 December 2014

Real Parents

Assalamualaikum wr.wb.
Menikah... bagi seorang wanita memang merupakan sebuah pilihan dan sebuah keputusan. ketika saya mengambil keputusan untuk menikah, artinya saya harus siap dengan apa yang akan menjadi kodrat saya sebagai wanita selanjutnya. setelah menikah, belum sempat fokus baik-baik mempelajari  lebih dalam tentang menjadi istri yang baik dalam mengurus suami, eh ALHAMDULILLAH sudah diberikan amanah sama ALLAH untuk jadi seorang ibu di tahun pertama pernikahan kami.

hectic ya waktu berjalan begitu cepat, pasca melahirkan, membesarkan anak bulan demi bulan, pindah rumah, hijrah ikut suami ke Jakarta, akhirnya saya beneran jadi orangtua, jadi ibu, ngurus anak suami dan berumahtangga sungguhan >_< hohohehehe,..
Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, Menurut Thamrin Nasution, orang tua merupakan setiap orang yang bertanggungjawab dalam suatu keluarga atau tugas rumah tangga yang dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai bapak dan ibu.Jika menurut Hurlock, orang tua merupakan orang dewasa yang membawa anak ke dewasa, terutama dalam masa perkembangan. Tugas orang tua melengkapi dan mempersiapkan anak menuju ke kedewasaan dengan memberikan bimbingan dan pengarahan yang dapat membantu anak dalam menjalani kehidupan. Dalam memberikan bimbingan dan pengarahan pada anak akan berbeda pada masing-masing orang tua kerena setiap keluarga memiliki kondisi-kondisi tertentu yang berbeda corak dan sifatnya antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain. Yup! mari kita mengemban amanah tersebut. 
saya juga sempat membaca sebuah artikel, tentang bagaimana menjadi orangtua yang sesuai dengan anjuran Alquran. didalamnya ada kutipan dari ustadz Budi. 
“Sangat sulit jika orang tua belajar menjadi orang tua sambil jalan. Seharusnya, ia memahaminya sebelum menikah dan berketurunan,’’ ujar Ustaz Budi. 
Alquran, sudah mengajarkan semuanya, mulai dari cara membentuk keluarga hingga cara yang tepat bagi orang tua untuk mendidik anak-anaknya. Alquran juga mengajarkan bagaimana pola hubungan yang baik antara orangtua dan anak. Quranic Parenting berusaha mengkaji ayat demi ayat dalam Alquran, yaitu ayat-ayat yang membahas pendidikan sebagai orang tua dan bagaimana pendidikan orang tua pada anaknya,’’ katanya. kalau kupikir iya sih memang benar, seharusnya sebelum menikah, setiap wanita sudah haru SIAP kan atas apa yang harus dipelajari dan dijalaninya, tidak hanya sekedar bilang "pelan-pelan belajar..." tapi bersungguh-sungguh akan terus mengkaji dan mempelajari tentang menjadi orangtua yang baik sesuai dengan anjuran alquran. 
 
dilanjut katanya pasangan suami-istri harus kompak, sepaham, tentang pola pendidikan anak. Tentu saja jadikanlah pedoman Islam sebagai dasar pembinaan anak. menuurtu saya juga kita harus banyak berdoa kepada Allah agar diberikan keturunan yang shaleh. kita Mencintai anak dengan tulus Wujud kasih sayang seorang ibu maupun ayah kepada anaknya tidak hanya dalam bentuk pemenuhan kebutuhan materi saja kan? tetapi juga dalam bentuk sentuhan-sentuhan halus kepada anaknya. Dalam Islam, sentuhan kasih sayang dan ciuman kepada seorang anak tidak hanya menunjukkan kecintaan seorang ayah kepada anaknya, tetapi juga bisa mengantar menjadi ahli surga. seperti Rasululllah SAW bersabda :

“Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga” (HR. Bukhari)

Ya Rabbi,. semoga saya dan suami saya mampu membangun keluarga shaleh. Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi juga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan.
“Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada keluarganya” (HR. Tirmidzy)

Aisha dress by @sunriselovers from reseller @ananda_widia (ig)


28 December 2014

WEEKEND WITH FRIENDS'FAMILY

Assalamualaikum wr.wb
long weekend nih... ngapain ya? hihih masak-masak time. weekend ini ceritanya berawal dari saya yang pengen kopdar sama istri teman ayahZAM, pengen kenalan dan nongkrong-nongkring sebagai sesama ibu-ibu dan istri yang ikut suami merantau ke ibu kota ini, selama ini cuma komunikasi lewat media social aja. tiba-tiba ayahZAM berpikir kenapa nggak diajak kerumah aja, masak-masak apa gitu skalian ngumpul-ngumpul mengisi liburan. jadilah ayahZAM langsung sepakat di group BBM nya sesama para bapak-bapaknya anak-anak :D alias teman seangkatan yang sekantor, dari hasil diskusi mereka pengen makan Kapurung. makasnan khas kota Palopo, sulsel yang ngangenin mereka. saya dan ayahZAM sebagai tuan rumah bisa kepasar untuk membeli bahannya, semua lengkap bahannya kecuali SAGU, yup......sagu adalah bahan utama untuk membuat Kapurung ini. dan alhamdulillah ada teman ayahZAM yang punya banyak sagu dirumah yang sempat dibaa dari kampung halaman, Palopo. jadi deh kita buat Kapurungnya. mengolah sagunya saya dibantu mama syila ai' (kak Ika) istri dari teman ayahZAM,,Daeng Gading.  
Kapurung ini Makanan sehat looh, secara isiannya itu sayur-sayuran. kangkung, bayam, jantung pisang, terong, kacang panjang, dan jagung manis yang di serut. untuk topingnya kita pakai ayam goreng di suer-suer dan ikan tongkol di rebus kemudian ditumbuk, lalu dicampur dengan kacang. ini kali pertama saya sebagai ibu rumahtangga bikin kapurung loh.. ihihihi... nah yang susah itu adalah mengolah sagunya, cara merendamnya dengan air panas kemudian di gulung-gulung kecil lalu dicampur kuah ikan. setelah itu dicampurkanlah sayurannya tadi. sebenarnya bikinnya gampang, cuma menciptakan cita rasa dan tampilannya ituloh yang susah >,< ada juga tekhnik merendam sagu di air panas agar tidak jadi encer. tapi kapurung yang kita buat, jangan liat tampilannya ya, rasanya juara.. hehe thankyou kak Ika :*

selain kapurung saya dibantu ummi dan sepupu juga menyakikan makanan lauk pauk khas Makassar, ikan bolu bakar dan Pallu ce'la yang di mix sama raca'raca' mangga. karena ngerasa nggak sreg aja kalau cuma kapurung yang disajikan siapatau ada teman ayahZAM yang seleranya beda hehe.
kemudian sebagai pencuci mulut ada es buah kuah syrup nanas biar seger sebelum kembali lai ngemil pisang goreng kepo' yang dipeppe' dicampur cobek-cobek. (aaaah...lupa fotoin hehe udah keburu ludes)

alhamdulillah bisa juga ya saya menyajikan makanan untuk tamu, teman ayahZAM yang datang bawa istri dan anak-anaknya,.semoga mereka merasa lumayan dan pengen lagi berkunjung kerumah hehe. akhirnya juga bisa kenalan sama para ibu-ibunya pun baby-babynya. kami semua alhamdulillah cepat akrab, ya walaupun masih kurang bahan obrolan tmasih seputar tanya jawab soal umumnya ibu-ibu ngurus anak hehehe,.ngobrol soal nikahan, kehamilan, dan masa melahirkan. ini keseruan kami 

 dan ini dia para HITS daddy , hehehe.. duaduanya yang baju hitam anaknya udah dua. dan ayahZAM masih gendong satu, tapi tenang aja... tahun depan insyaAllah udah gendong dua juga. hahaha.

26 December 2014

SIKEMBAR BEDA ZAMAN



Itu status-status yang ditulis papaku untuk babyZAM. Yup setelah seminggu lamanya berkunjung kerumah di pondok bambu jakarta timur menengok cucu pertamanya..  Akhirnya sabtu kemarin si Datokzam harus kembali pulang ke Makassar karena sudah harus masuk Kantor. Kalau diliat mungkin agak "dramatis" adegan perpisahan mereka hihihi bagaimana tidak sejak awal saya lahiran,  babyZAM baru mau lahir saat Datoknya baru datang dari tempat tugasnya di kota Pare-pare.  Saya kontraksi dari jam 4 subuh masih mandek juga di bukaan awal,  sampai papa datang jam 6 sore masuk keruang bersalin sambil membacakan doa dan mengusap-usap perutku lalu bilang "aco...keluarmaki nak... Datok sudah datang nih... Keluarmaki nah... " semacam mereka berkomunikasi untuk harus segera berjumpa,  ajaibnya ya setelah papa keluar dari ruang bersalin,  saya mulai lg merasakan kontraksi dan pembukaan sudah akhir,  tak lama kemudian 3 jam setelahnya alhamdulillah babyZAM lahir dan langsung di adzankan Datoknya. (suamiku,  ayahZAM masih dibandara*) mungkin karena itulah mereka jadi dekat bahkan sangat dekat. Sampai banyak orang bilang babyZAM lebih mirip ke datoknya,  dibawa kerumah mertua juga,  mertuaku bilang "dih pak Ismail kecil nih...." hehehe..  Kalau pasang foto bertiga, bareng ayahmamaZAM pasti selalu ditanyain, mirip siapa si ZAM nya ko ga ada muka ayahmamanya hihi. Kata orang sih maklum cucu pertama dan kesayangan. Oke lanjut...  Jadi Minggu lalu aja pas papa datang,  babyZAM pengennya selalu digendong sama datoknya. Nah tiba saatnya datokZAM harus balik ke Makassar. 
Jadi pagi itu papa sudah packing dan siap siap menuju bandara diantar sama ayahZAM. Sebelumnya papa gendang gendong babyZAM, ekspresinya senang ceria tertawa2, tapi pas gendongnya dilepas ekspresi babyZAM jadi berubah diam, planga plongo memandang ke arah papa yang pakai ransel dan naik kendaraan. Didepan pagar,  Matanya terus menatap datoknya, datoknya say goodbye "dadaaaagh..." babyZAM tetap saja diam menatap papa terus. Sampai badannya dimaju-majuin minta kembali digendong tp papa sudah naik ke kendaraan dan berlaju pergi.... Sementara matanya masih melekat menatap papa sampai kendaraan hilang di belokan kompleks. Setelah pulang mengantar papa,  ayahZAM bilang papa nangis ingat pandangan mata babyZAM Hiks.. Hiks.. Jangan sedih ya datok.. Safe flight ya datokZAM kan sampai ketemu lagi bulan depan atau dua bulan kemudian insyaaAllah. :) 


25 December 2014

IMUNISASI IPD

Assalamualaikum wr. Wb
Usia babyZAM sudah pas 5 bulan, imunisiasi kali ini sebenarnya imunisasi lanjutan dari imunisasi bulan ke empatnya.  Hanya saja ada vaksinnya yang tidak boleh berbarengan dengan vaksin IPD ini..jadi harus menunggu 6 minggu setelah imunisasi bulan ke empatnya.  Jadi hari kemarin babyZAM ditemani nenek umminya ke RSIA bunda Aliya untuk di ncuss lagi di paha huhuhu sabar ya nak biar sehat. :) Berat badannya di usia 5 bulan sudah 7,1KG dan panjangnya masih tetap, 63cm. suhu tubuh 36 derajat celcius
Saya share disini ya pentingnya imunisasi IPD reblog dari www.tanyadok.com nah silah dibaca yaa all mama. 
___________________________________________________________________

Saat ini sedang marak informasi mengenai vaksinasi IPD sebagai vaksinasi tambahan untuk anak-anak. Apa sebenarnya vaksin IPD ini? Perlukah untuk diberikan? 
Sebelum kita membahas mengenai vaksin IPD, tentu lebih baik kita mengenal apa itu IPD dan apa saja penyakit yang bisa diakibatkan olehnya pada anak-anak. 

IPD atau Invasive Pneumococcal Disease adalah sekumpulan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri tipe Pneumococcus atau Streptococcus pneumonia. Sebenarnya bakteri ini termasuk pada flora normal yang tinggal di dinding hidung dan tenggorokan tanpa menimbulkan gejala apapun. Tapi pada anak kecil dengan daya tahan tubuh yang masih lemah dibandingkan orang dewasa maka bakteri ini dapat berkembang biak menjadi penyakit. 

Lalu apa saja penyakit yang bisa ditimbulkan oleh IPD ini? 
Pneumonia (radang paru) 
Meningitis (radang selaput otak) 
Bakterimia (infeksi bakteri pada darah) 
Selain itu pneumococcus juga sering menjadi penyebab infeksi telinga tengah (otitis media) dan sinusitis pada anak-anak. 

Kenapa vaksinasi IPD ini penting? Vaksin IPD penting bagi anak-anak karena vaksin ini dapat mencegah timbulnya penyakit akibat IPD tersebut. Streptococcus pneumonia ini dikenal sebagai salah satu penyebab infeksi terbesar pada anak di bawah 2 tahun dan infeksi yang ditimbulkannya dapat menyebabkan kematian pada anak (pneumonia dan meningitis). Selain itu anak bisa tuli permanen akibat otitis media yang ditimbulkan dan bakteri ini juga sudah banyak yang resisten terhadap antibiotic jadi semakin sulit untuk diobati. 

Ada berapa jenis vaksin IPD ini ? 
Saat ini ada 2 jenis vaksin IPD yang beredar yaitu : Prevenar atau PCV 7. nah babyZAM vaksinnya yang jenis Prevenar. Vaksin jenis ini dapat diberikan pada anak usia dibawah 2 tahun dan menurut penelitian lebih efektif dibanding Pneumo23 dalam mencegah penyakit. Hanya saja harga vaksin ini lebih mahal (Rp. 850.000-900.000). di RSIA bunda Aliya Pondok Bambu jakarta Timur, babyZAM bayar Rp.885.000,- 

Siapa saja yang harus mendapatkan vaksinasi IPD? 
Memang saat ini di Indonesia vaksin IPD belum diwajibkan. Tapi di luar negeri vaksin IPD wajib diberikan pada anak dengan usia di bawah 2 tahun atau anak berusia dibawah 5 tahun dengan faktor resiko tinggi seperti : Penderita anemia sel sabit dan variasinya Anak dengan limpa tidak berfungsi atau tidak memiliki limpa Anak dengan Infeksi HIV Anak dengan kondisi sistem imun yang menurun misalnya kanker, transplantasi organ, sindroma nefrotik, penggunaan kortikosteroid jangka panjang dll Anak dengan penyakit kronis misalnya penyakit jantung bawaan, penyakit paru kronis, diabetes mellitus, kebocoran cairan otak, penyakit hati dan ginjal kronis. Sebelum dan sesudah implantasi rumah siput (cochlea) di telinga. 

Kapan saya tidak boleh memberikan vaksin IPD pada anak saya? J
angan berikan vaksin IPD pada anak yang alergi saat dilakukan imunisasi DPT karena vaksin IPD memiliki protein pengangkut yang sama dengan dengan DPT.

 Kapan waktu yang tepat memberikan vaksinasi IPD? Sebaiknya vaksin IPD diberikan sebelum anak berusia 6 bulan dengan batas minimal usia pemberian adalah 6 minggu.  Vaksin ini diberikan secara bertahap sesuai usia anak yaitu : 
Usia  6 bulan : diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak antar pemberian 2 bulan 
(usia 2-4-6 bulan), kemudian diberikan sekali lagi (booster/penguat) saat anak mencapai usia 14-15 bulan.
Usia 6-12 bulan : diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak antar pemberian 2 bulan dan diulang lagi saat anak usia 15 bulan
Usia 12-24 bulan : cukup diberikan 2 kali saja tanpa perlu penguat atau booster
Usia 2-4 tahun : cukup diberikan satu kali saja tanpa perlu penguat 

Bagaimana vaksin IPD dilakukan? 
Vaksin IPD diberikan melalui suntikan intramuskuler (sedalam otot) dengan dosis 0,5ml setiap kalinya. 

Seberapa efektifkah vaksin IPD ini dalam mencegah penyakit? Menurut penelitian yang dilakukan pada anak yang mendapatkan vaksin IPD sebelum usia 6 bulan, didapatkan hasil 90% terhindar dari penyakit meningitis ataupun pneumonia akibat pneumococcus. Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan efektifitas vaksin IPD dalam mencegah penyakit otitis media. 

Apakah vaksinasi ini aman? 
Vaksinasi ini aman dan walaupun timbul efek samping maka efek samping yang ditimbulkan sama seperti vaksinasi lainnya seperti kemerahan, bengkak, dan gatal pada tempat penyuntikan atau bisa juga demam ringan, rewel atau tidak nafsu makan.  Biasanya akan menghilang sendiri dalam 48-72 jam. alhamdulillah babyZAM tidak terlalu lama rewelnya, kira-kira hanya sekitar 3-4 jam, siang menuju malam aja rewel, tapi kalau sudah tidur, bangun lagi alhamdulillah sehat dan ceria kembali. Tetapi segeralah ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat bila timbul gejala berikut dalam 3 hari setelah vaksinasi yaitu : Bentol-bentol Bengkak pada wajah dan mulut Sesak nafas atau suara serak atau mengi Demam tinggi (> 400C) Anak kejang 

Dimana saya bisa mendapatkan vaksin IPD ini? Vaksin ini sudah dijual bebas di Indonesia hanya saja harganya cukup mahal karena belum menjadi program wajib pemerintah. Jadi perlu atau tidak vaksinasi IPD ini? Seperti kata pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi bila dengan vaksin IPD bisa mencegah penyakit berbahaya, kenapa tidak anda berikan pada buah hati tersayang kita kan ? :)

15 December 2014

BABY'S NIGHT OUT

usia kandungan dikehamilan kedua disini udah 4 bulan, hehe jadi udah agak keliatan mbuncit perutnya
sakura skirt unbranded. location : mall kelapa gading

HIJABSIST ARISAN : Strip Streep

Ahhhh ini kali arisan tubils yang saya sudah tidak bisa ikutan karena udah pindah ke Jakarta, hiks hiks.. padahal dresscodenya asyik eung. stripest style :) dan paling utamanya anggotanya lagi banyak yang berkesempatan datang. 
location @ cafe the boss jl. botolempangan
congratulation yang naik arisannya disini kali ini
kak Tuti dan Ririn