26 November 2014

PRO KONTRA VAKSINASI/IMUNISASI

assalamualaikum wr.wb
kali ini saya mau membahas tentang imunisasi dan vaksinasi babyZAM dari sejak ia lahir hingga kini di usianya yang ke-5 bulan. awal dia lahir babyZAM menerima imunisasi berupa Hepatitis 0 (nol) dan vitamin K agar dia tidak trauma karena dia bayi yang lama dipintu lahir. oiya beberapa waktu lalu dari sebuah artikel islam, saya membaca bahwa Imunisasi dan vaksinasi itu asalnya dari Yahudi, dan haram bagi umat islam untuk mengimunisasi anaknya. bacanya sempat membuat dahi berkerut. ternyata memang pro dan kontra tentang imunisasi anak ini sedang jadi trend perbincangan hangat dikalangan para orangtua. tentunya saya tidak mau begitu saja menelan bulat-bulat membenarkan apayang ditulis artikel itu. saya kembali menelusurinya, benarkah haram? konspirasi Yahudi atau bagaimana sih ini? khawatir dong sebagai orangtua. nah pada akhirnya saya juga menemukan artikel resmi dari web MUI tentang imunisasi (klik disini) dan fatwanya adalah Halal. ada jugapenyelesaian penjelasan tentang pro dan kontra imunisasi di website ini (muslimahfiyah) yang menurut saya sudah cukup jelas :) 

Bagi orang yang menolak pemberian vaksin, banyak dalil yang digunakan sebagai referensi untuk menguatkan pendapatnya. Padahal, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalil-dalil yang digunakan justru keliru dan dapat menyesatkan. Imunisasi dalam sudut pandang Islam pada dasarnya dibolehkan bahkan dianjurkan untuk mencegah terjadinya penyakit. MUI tidak pernah menggeneralisir bahwa vaksin adalah haram. Bahkan, kekurangtepatan dalam mengutip dalil-dalil Islam banyak menyesatkan kelompok-kelompok anti vaksin.
Hadist-hadist Nabi ditempatkan seolah-olah semua pengobatan harus herbal dan menolak pengobatan modern. dinilai MUI ada kekeliruan dalam menempatkan dalil. Lucunya ada juga pengutipan dalil yang salah.
Sebagai contoh, dalil yang mengisahkan tentang Siti Maryam yang diminta menggoyangkan pohon kurma saat ia lapar dan sedang hamil, ditafsirkan menjadi bahwa orang hamil harus memakan kurma. Padahal inti dari dalil tersebut adalah agar wanita hamil mau melakukan ikhtiar. Termasuk juga dalam melakukan vaksinasi, itu ikhtiar. 
Selama ini, MUI baru mengeluarkan 3 fatwa tentang vaksin, yaitu OPV (Oral Polio Vaccine), IPV (Inactivated Poliovirus Vaccines atau vaksin polio khusus) dan meningitis. Sedangkan untuk fatwa haram, hanya diberikan pada beberapa produk vaksin meningitis namun tidak semuanya karena ada beberapa vaksin meningitis yang halal, seperti produksi Novartis dan Tian Yuan. Sedangkan untuk vaksin pada bayi dan anak, hanya vaksin polio yang bersinggungan dengan lemak babi. Ada dua vaksin polio, yaitu OPV yang sekarang menjadi program wajib pemerintah dan IPV (vaksin polio suntik) yang diberikan untuk balita dengan kasus tertentu. Yang bersinggungan dengan babi hanya IPV. Tapi karena hanya digunakan untuk kasus tertentu dan kalau tidak diberikan bisa menimbulkan masalah dan merusak program imunisasi komprehensif, maka disinilah ada hukum darurat. MUI pun menegaskan bahwa jangan sampai masyarakat menggeneralisasi bahwa semua vaksin adalah haram. MUI hanya pernah mengeluarkan fatwa haram untuk beberapa vaksin meningitis dan fatwa itu tidak berlaku untuk semua vaksin. dan ahamdulillah vaksin yang disebutkan haram itu tidak termasuk dalam jadwal imunisasi wajib oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.
dan juga teori Konspirasi Barat Tidak Sepenuhnya Benar. Jika ini memang konspirasi atau akal-akalan negara barat, mereka disana terjadi pro-kontra juga loh... searching aja, Terutama vaksin MMR. Disana juga sempat ribut dan akhirnya diberi kebebasan memilih. Sampai sekarang negara barat juga tetap memberlakukan vaksin sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakatnya. Mengapa beberapa negara barat ada yang tidak lagi menggunakan vaksinasi tertentu atau tidak sama sekali? Konon alasannya karena standar kesehatan mereka sudah lebih tinggi, lingkungan bersih, epidemik (wabah) penyakit infeksi sudah diberantas, kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya tinggi. Mereka sudah mengkonsumsi sayuran organik. Kalau kita bandingkan dengan negara berkembang, memang faktanya agak jauh berbeda. Sayuran dan buah penuh dengan pestisida jika tidak bersih dicuci. Makanan dengan zat pengawet, pewarna, pemanis buatan, mie instant, dan lain-lain.  Dan perlu diketahui jika kita mau masuk ke beberapa negara maju, kita wajib divaksin dengan vaksin jenis tertentu. Karena mereka juga tidak ingin mendapatkan kiriman penyakit dari negara kita tawwa toh? heheheb :)

Islam menganjurkan kita untuk mencegah datangnya penyakit atau menghindari penyakit, bila memang sudah terlanjur terbukti dan mewabah di suatu tempat. Amirul Mukminin Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu di tengah jalan membatalkan rencananya untuk masuk ke negeri Syam, karena saat itu Syam sedang mengalami wabah penyakit. Tujuannya agar beliau sendiri tidak tertular penyakit yang mewabah, dengan jalan menghindari masuk ke negeri itu. Tetapi hari ini berbagi wabah dari berbagai penyakit sudah melanda dunia, sehingga tidak ada tempat yang 100% aman dari wabah. Prinsip dasar vaksinasi adalah memberikan kekebalan pada tubuh seseorang dari penyakit tertentu, sehingga meski dia berada di negeri yang terkena wabah penyakit tertentu, dia tetap bisa aman dan sehat. Maka kita tidak perlu berlari menghindari negeri yang kena wabah, cukup dengan jalan diberi vaksin sejak masih kecil. Dan penemuan vaksin itu merupakan keberhasilan besar umat manusia, bukannya untuk dimusuhi.Sekarang ini begitu banyak ibu hamil yang sudah membawa virus Toksoplasma, Rubella, Hepatitis B yang membahayakan ibu dan janin, bahkan bisa menyebabkan bayi baru lahir langsung meninggal. Dan semua itu bisa dicegah dengan vaksin. Maka sudah benar upaya vaksin, karena prinsipnya mencegah lebih baik dari mengobati.
well, saya termasuk ibu yang Pro Imunisasi dan Vaksin. saya bertekad agar babyZAM melengkapi imunisasinya nanti sampai waktu yang dianjurkan. bukan karena babyZAM tidak mendapat ASI eksclusive lantas saya melengkapi imunisasinya, meski babyZAM ASI eksclusive pun saya akan tetap ingin melengkapi imunisasinya. ada beberapa yang bilang ke saya, anaknya imunisasi biasa aja di posyandu yang gratisan, tetap sehat aja kok. kan kekebalan tubuh sudah ada memang... Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, kan kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan lingkungan masih rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern. Belum lagi kita tidak bisa menjaga gaya hidup sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, ya salah satu caranya ya dengan melengkapi imunisasi anak.
nah sekarang saa mau cerita jadwal imunisasi babyZAM 
di bulan ke 1, bayi usia satu bulan berat badannya 4,1Kg naik 1,5Kg dari sejak lahirnya. imunisasinya adalah Hepatitis B, Polio dan BCG vaksin tersebut tidak menyebabkan bayi demam, jadi tidak perlu memesan vaksin yang engeric (yg anti demam) dan imunisasinya gratis. bisa di posyandu terdekat di rumah tapi babayZAM imun di RS pertiwi tempat lahirnya biar sekalian catatannya tidak berantakan dan saya jadi bisa dengan gampang mengingat, maklum ibu pelupa haha..

Usia dua bulan,beratnya 5Kg, naik 1Kg, vaksin yang didapat adalah DPT, Hib, PCV, dan Rotavirus. vaksin yang menyebabkan demam adalah DPT dan Rotavirus, jadi saya memesan yang engeric, berbayar dengan harga Rp.550.000 untuk DPT engeric dan Rp.500.000,- umtuk Rotavirus engeric.  

Usia tiga bulan, beratnya 5,5kg, hanya naik 0,5kg. imunisasi IPD (Prevenar) vaksin ini juga menyebabkan bayi demam, jadi saya kembali memesan yang engeric lagi dengan harga Rp.900.000,- oleh dokter Miskat di RS pertiwi dibilang vaksin ini harus dipesan beberapa hari sebelumnya karena persediaan di Rumah Sakit Ibu dan Anak biasanya kosong.

Usia Empat Bulan, beratnya 6,4Kg, naik 1,5kg. babyZAM kembali mengulang vaksinnya di bulan ke dua, yaitu DPT2, HIb2, Polio2, dan Rotavirus2. imunisasi bulan ke empat ini babyZAM sudah di jakarta, di RSIA Bunda Aliyah Pondok bambu, lata dokter Andrew, imun yang kedua kalinya dari vaksin usia dua bulan ini tidak menyebabkan demam, jadi tidak perlu engeric, tapi kok ya saya tetap bayar Rp.750.000,- uuhuhu hihihi :D mungkin RSIA bunda Aliya ini tidak di subsidi pemerintah mungkin ya jadi menyediakan segala keperluannya sendiri.

Yah itu dia perjalanan imunisasi babyZAM sampai di usia 4 bulannya kini. alhamdulillah babyZAM selama itu belum pernah demam dan sakit-sakitan, paling kemarin kena masuk angin ringan waktu usia 2 bulan karena habis perjalanan jauh ke Pare-pare rumah mertua hhe :) semoga sehat selalu ya nak... mama akan selalu memberikan yang terbaik untukmu.


No comments:

Post a Comment