16 October 2013

Upacara Adat Mappassili | Siraman

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
alhamdulillah sudah bisa memposting upacara adat pernikahanku, yang pertama itu ialah upacara adat Mappassili (siraman) acara mappassili ini semacam ritual pembersihan diri dan jiwa saya sebagai calon pengantin, yang dilaksanakan sehari sebelum hari H. yakni 17 Oktober pagi jam 10.00 wita yang dimana oleh anrong bunting (tetua adat pengantin) dianggap waktu yang baik, waktu duha' :) pagi itu adalah waktu yang membahagiakan untuk saya dan keluarga, bagaimana tidak upacara adat ini adalah yang pertama dari serangkaian upacara adat yang lainnya dalam pernikahan. saya sebagai anak sulung dari keluarga besar saya, dirumah pertamakalinya mengadakan upacara adat pernikahan jadi riuh suasana kebahagiaan itu sangat kental terasa. tepat pukul 09.00 wita saya sudah bersiap dengan pakaian saya yang dipilihkan tante dan ummi kemudian duduk dikamar/diranjang pengantin sambil menunggu waktu baik itu datang dan kita semua siap memulai acara Mappassili. pagi itu baju bordir warna biru tua jadi pilihan ummi dan saya, karena warna biru melambangkan warna kecerahan di atas langit seperti hari ini yang cerah dan suasana yang membahagiakan. saya juga pakai bunga melati yang sudah dirangkai, awalnya mau pakai bunga melati yang plastik tapi karena Alhamdulillah ada sepupuku dai Banjarmasin datang bawain rangkaian bunga melati yang asli dan baunya masih segar karena dibungkus dengan es batu. semerbak :)
tepat pukul 10.30 wita, suasana hening seketika acara Mappassili sudah dimulai, "Ganrang pa'balle" diruang tengah rumah mulai ditabuh, suaranya terdengar begitu sakral dan magis.... seisi rumah terdiam, hanyut mendengar tabuhan ganrang tersebut, seketika instrument "puik-puik" nya mengantarkan kami semua kedalam kenangan kemarin, kenangan bersama orang-orang yang hadir di temmpat dan yang sudah tiada lagi, yang sudah tak bisa hadir bersama menyaksikan upacara adat ini. beliau-beliau yang sudah lebih dulu berpulang seolah hadir memberi restu kepada keluarga kami. seperti Almarhun Datok dan Nenek. 
Suasana berubah jadi haru, isak tangis terdengar mengiringi suara tabuhan gedang adat Makassar, sambil acara mabbu'bu (ritual sebelum siraman) dimulai . seperti ingatanku dibawa jalan kembali ke masa kecilku, tumbuh menjadi anak yang ceria, karena dibesarkan dari sasana keluarga besar ini ada rasa bangga dan rasa syukur yang bertubi atas lahir dan tumbuh besarnya aku dibawah didikan keluarga besarku ini
alasan di buangnya rambut rambut halus di kepalaku, katanya untuk membuang sial yang masih menempel, agar tidak ada lagi halangan atau apapun dalam menyambut hari bahagiaku besok. saya didampingi ummi dan kedua tanteku (saudara kandung ummi yang perempuan) 
setelah ritual mabbu'bu selesai saya diantar kedepan rumah untuk selanjutnya siraman, mappassili. katanya setiap mappassili harus dan baiknya dilaksanakan didepan rumah seperti teras atau halaman yang penting depan rumah biar semua yang tidak baik dari dalam diri sang pengantin keluar dari rumah. masih dalam keadaan haru saya beranjak keluar, lalu duduk di kursi yang sudah disediakan pihak keluarga. perasaanku campur aduk, bahagia, haru dan paling terasa adalah sedih, sedih yang entah kenapa tapi dari dalam hati.
Mappassili ini dilakukan dengan menyiram tubuh calon pengantin, namun ada juga Mappassili hanya memercikkan air dengan beberapa helai daun ke bagian tubuh tertentu, mulai dari atas kepala, bahu, lalu turun ke perut. Bahu menyimbolkan agar kelak saya punya tanggung jawab yang besar dalam kehidupannya. Demikian pula tata cara percikan air dari atas kepala turun ke perut, tak lain agar rejeki saya kelak bisa meluncur seperti air, dan kehidupan rumah tangga lancar bagai air.
dumulai dengan papa.... sekujur tubuhku merinding, ini kah kali terakhir papa memandikan anak sulungnya? ingatanku beranjak ke puluhan tahun silam, waktu kecil, masih kuingat papa memandikanku, menyiram badanku untuk aku segera berangkat ke Sekolah TK...masih kuingat juga pertamakali papa mengajariku untuk berwudhu. semua kuingat, amarahnya yang petanda cinta besarnya padaku. yang menjadikanku Seorang yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahan diri, menjadikanku berani menghadapi kala takut , seorang papa yang menjadikanku Seorang yang tahu akan adanya Engkau ya Allah....kembali ku rasai Rentang perjalanan hidupku sebagai seorang anak yang begitu panjang … namun sesungguhnya singkat saja. Begitu pula…liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana dibawah lindungan pelukan kedua orangtuaku. dan hari ini Papa akan segera melepasku laksana penjaga pantai melepas sebuah pelayaran ke lautan lepas. Bahtera yang telah dipersiapkan akan segera berlayar dalam aneka gelombang persoalan. aku tentu masih ingat apa yang semua Papa katakan setiap alur pergerakan kedewasaan, ada kerut kekhawatiran dan ketakutan diwajahnya....


Tidak terhingga ucapan terimakasih ku padamu kedua orangtuaku, papa... ummii... tak terhingga juga rasa syukurku pada Allah SWT. karena hingga hari yang membahagiakan ini kedua kalian masih bersama-sama hadir disampingku, sementara banyak orang yang tak seberuntung diriku yang masih didampingi keduaorangtuanya melaksanakan pernikahan. Subhanallah Walhamdulillah. Wallahu Akbar.


Asyhadu Allaailaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah

Papa...,Ummi...betapa besar jasa dan kasih sayangmu, aku, anak sulungmu betapa sangat berhutang budi, namun ananda belum bisa membalasnya, dan kusadari betul betapa banyak doa-dosaku pada papa dan ummi selama ini.... sujud dan salimku kepada kalian untuk memohon maaf....atas segala kesalahan ananda.
selanjutnya pada hari esok, aku akan melaksanakan sunnatullah dan sunnatur Rasulullah Saw. ananda telah menjalin cinta dan kasih sayang dan telah sepakat serta berjanji untuk hidup bersama membangun rumah tangga sakinah mawaddah warahmah, untuk itu ananda bermohon Izin kepada Papa dan Ummi serta mohon perkenankan, Papa Nikahkan dan kawinkan ananda kepada seorang pria calon suami ananda yang bernama .... Mardiansyah Mannan.... Semoga pernikahan ini membawa Rahmat dan keberkahan serta memperoleh kebahagiaan dunia dan akhierat. aamiin.

------------------------------------------------------------------------------

documentation photo by : Dblurphoto.com
edited & design by Me

7 comments:

  1. Maaf telat ngucapinnya kak, selamat menempuh hidup baru... semoga menjadi keluarga yang samawa... Aamiin...:)

    ReplyDelete
  2. mba qiah selmat yaaa,,,, ftony keren, acranya jg kyknya keren bgeeet

    ReplyDelete
  3. dini >> terimakasih adik say...jazakillah yaa :)

    puji >> hehehhehe makasih puji..

    ReplyDelete
  4. dear kak, terharu liatnya ---___----

    ReplyDelete
  5. makasiihhh yaaaaa ... hiks... #masihnangis juga :p heheh :(

    ReplyDelete