18 March 2013

Saling mempelajari


Asslamualaikum wr wb
kemarin gitu ada teman yang curhat, anggap namanya Anita,soal hubungannya dengan kekasihnya. dari cara dia menuangkannya ke saya, seolah dialah yang menjadi yang di sakiti. sampai disini saya cukup menjadi pendengar saja, mengiyakan semua yang ditumpahkannya. saya belum mampu memberinya solusi, karena saya mau juga mendengar dari sisi si kekasihnya ini yang kebetulan juga saya kenal seperti apa orangnya. (teman dan teman nih). suatu hari saya ditelepon sama kekasihnya ini, kami memang sering bbman dan telponan, sudah seperti saudara jadi berbicara apa saja kami bahas dengan ringan, termasuk curhatan masalah hubungan mereka yang sudah hampir setahun.sebut saja namanya Dido. Dido nelpon, setelah ngucap salam dan basa basi sedikit, tampaknya dia mulai to the point. 

"Qi,, Anita pernah ketemu kamu? dia cerita apa aja? coba kasih tau..."
apa yang diceritakan anita ke saya, saya sampaikan ke Dido, termasuk dengan intonasi dan raut wajah Anita yang sedih sedu sedan. 

Dido hanya ketawa, dan berujar, "Astagfirullah..., kenapa jadi saya yang salah ya? tau gak Qi, kenapa saya teriak didepannya? sebelumnya dia tuh ngomel-ngomel terus, bicaranya kasar dan gak sopan lagi sama saya, saya cuma tanya baik-baik, cowok itu siapa, soalnya dia sering banged jalan sama cowo yang nggak aku kenal dan dia nggak laporan. ngebetein kan? pas ditanya bukannya jawab malah ngebentak. siapa yang gak kesal?"

naluri saya memang lebih membela Dido , karena saya tau Dido itu sudah berniat menjalin hubungan yang serius dengan Anita, dia sudah enggan lama-lama pacaran dan main-main seperti teman laki2 saya kebanyakan. boleh jujur, sebenarnya Anita memang punya sikap yang agak "keras" tapi dia humble dan baik hati kok. hanya saja dia masih terlalu membuka diri ke teman2 lelakinya yang lain. kesannya seperti Dido itu bukan yang terspecial baginya. hmmmmm.. apa ya.. ya gitu deh :D
tapi sebagai sesama wanita, saya punya pandangan seperti ini, sekasar-kasarnya seorang wanita sudah pasti masih tersimpan kelembutan di baliknya. Wanita dilembutkan hatinya untuk memberikan rasa ketentraman. Kelembutan seorang wanita adalah fitrah dari Allah Agar dia mampu memberikan rasa kasih sayang untuk orang2 tercintanya. trus juga sebenci-bencinya seorang wanita sudah pasti masih tersimpan rasa sayang di baliknya. Walaupun terkadang belum mampu diungkapkan dengan kata2. Karena emosi mungkin tengah menguasai dirinya. mungkin begitu yang Anita alami.


tapi ya semarah-marahnya seorang wanita sudah pasti akan reda juga pada akhirnya. Kadang seorang wanita mencari pelampiasan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Walau kebanyakan ada rasa penyesalan setelahnya. Seorang wanita diteguhkan hatinya untuk tetap bertahan disaat yang lain mulai menyerah. harusnya ia laksana batu karang yang tak mudah roboh oleh kerasnya hempasan ombak yang datang menguji kekuatannya.

jadi, buat Dido (yang merasa namanya saya palsukan,dan kebetulan membaca ini hehe)
Hargailah wanita. Jangan suka mengungkit-ungkit kesalahannya jika dia sudah meminta maaf serta menyadari kekhilafannya. Karena jika tidak maka akan kembali membangkitkan emosi yang telah reda sebelumnya.

dan, untuk si Anita
Belajarlah untuk setia dan berbakti kepada satu lelaki. Walau diluar sana banyak lelaki menawarkan berjuta keindahan yang pada hakekatnya hanyalah kebahagiaan semu. Bujuklah hati agar menyadari bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika dirimu mampu menaklukkan rasa dalam egomu untuk meraih kebaikan dan kebahagiaan bersama.
Okelah :) sampai disini dulu kisah yang mau saya bagikan heheheh semoga ada manfaat ya setidaknya jadikan pelajaran bagi yang mau mengambil pelajaran haha. semakin banyak kisah semakin banyak yg bisa dipelajari bukan jd kalau ada yang mau curhatan gitu hahhaha silahkan :p saya ini pendengar yg baik (heiii*) terimakasih sudah membaca :) sketsa yg saya lampirkan ini gambar2 lama saya jaman2nya ada wkatu buat gambar2 hhehe. wassalam

No comments:

Post a Comment