25 February 2013

Kalian Seorang Ibu


Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah, kemudian dia bertanya: 
Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” 

Beliau bersabda, “Ibumu”, Orang tersebut bertanya lagi ”Kemudian siapa?”. Beliau bersabda, ”Ibumu”. Orang tersebut bertanya lagi, ”kemudian siapa?” Beliau bersabda, ”Ibumu”. Orang tersebut bertanya lagi, ”kemudian siapa?”. Beliau bersabda, ”Bapakmu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits diatas sebagai pembuka postingan saya kali ini, sudah seminggu sejak mendapat kabar dari sahabat-sahabat saya di komunitas arisan hijabers. Sisil yang suatu malam mengupdate status di BBM bilang kalau putranya (anak pertama) yang berusia belum cukup setahun itu sedang demam. dilihat dari fotonya Zidane tampak rewel, terbayang kekhawatiran Sisil, yang biasanya dia suka menghambur kalau bbman kini jadi balas singkat dan nampak sedih. kabarnya Zidane demam tinggi dia sudah bawa kedokter dan diberi obat. yang saya salutkan, Sisil ini juga bekerja disebuah perusahaan maskapai penerbangan bagian tiketing (Merpati Air Lines) juga sambil meneruskan kuliah nya di bidang politeknik unhas. disamping kesibukannya yang cukup itu dia juga harus tetap merawat Zidane bersama suaminya. belum sembuh Zidane, anak Sisil, ada kabar lagi tentang Shafana yang dirawat di Rumah Sakit, salah satu dari anak kembar Ayu. Sama dengan Sisil, Ayu juga bekerja sebagai perawat disalah satu rumah sakit. karena punya anak kembar, Ayu juga termasuk seorang Ibu yang lincah. seperti sore ini status bbmnya bilag kalau Shaqila, kembaran Shafana yang dirawat... lagi rewel. untungnya Ayu bisa dibantu Orangtuanya untuk merawat bayi kembarnya. 

Sungguh Allah Subhanahu Wata’ala adil. Do’a harapan tercurahkan semoga menjadi anak yang berbakti dan berguna pada agama, orang tua, keluarga dan masyarakat. Hari-hari selanjutnya adalah menunaikan amanah yaitu membesarkan sang anak. tak jarang kudengar kalau mereka Kurang tidur, kurang istirahat, telat makan namun itu adalah hal sering harus dilalui seorang ibu. Letih fisik dan psikis adalah hal yang biasa. Belum lagi bila sang anak sakit, seperti sekarang ini, Sisil sangat ketakutan, dan Ayu pun tak kalah khawatir... ibu dengan ikhlas tidak tidur semalaman untuk menjaga sang anak. Tanpa mengharap pamrih, semua itu dilakukan agar sang anak tenang dan bahagia. Ibaratnya, ibu rela sakit untuk menggantikan rasa sakit sang anak. mungkin memang aku belum merasakan bagaimana menjadi ibu, satu hal, menjadi wanita itu sangat mulia.

untuk Sisil dan Ayu, kalian adalah ibu muda yang luarbiasa, tenang yaaa.. kendalikan kekhawatiran kalian, Allah maha pemberi dan maha penyayang. semoga anak-anak kalian segera diberi kesembuhan. aamiin.




No comments:

Post a Comment