25 December 2012

Kontroversi Ucapan Natal Bagi Seorang Muslim

saya punya teman, bahkan sahabat yang non muslim. dan sebenarnya Umat islam wajib berbuat baik dan adil kepada umat agama lain dalam hal-hal duniawi.dalam khidupan sehari2 yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas keagamaan mereka. 

Misalnya: jika ada yang sakit maka diobati, jika ada yang miskin maka diberi harta, jika ada yang haus maka diberi minum, jika ada yang lapar maka diberi makan, jika ada yang butuh nasehat maka diberi nasehat, jika ada yang menghadapi masalah maka diberi jalan keluar, dan lain-lain. 

                 


sama saya dan violen, sahabat saya ini, kami berinteraksi sosial biasa aja, kalau membahas sesuatu lebih ke kemanusiaannya. berbeda kalau Sedangkan dalam syiar/ritual/perayaan agama lain maka umat islam tidak boleh mencampuri,, tidak boleh mengganggu. waktu lebaran kemarin, Violen juga tidak mengucapkan selaat Idul fitri ke saya, dia hanya nyelutuk "Bagi-bagi ketupatnya yaaaa..." paling juga violen ke rumah menghabiskan semua makanan dan kue kue bersama-sama dgn teman yang lain. 

dan kemarin tanggak 25 desember itu vivi sudah mulai sibuk sibuk mengupdate peringatan hari rayanya. dan saya hanya mengucapkan sebuah ucapan selamat berbahagia buat dia dan keluarganya :D via BBM dan ke esokan harinya vivi masih tetap saja mengupdate hari raya Natalnya. saya pun tidak mengganggunya :) 


Memang sih Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. kenapa ya? apa karena Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan), jadinya mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani itu boleh aja. padahal jelas-jelas diperintahkan tidak boleh. 

Toleransi yanG diperbolehkan adalah toleransi ANTAR UMAT beragama, bukan ANTAR AGAMA. ucapin selamat NATAL artinya ridho atas hari raya umat nashrani, apa hal ini masih didalam ruang lingkup ANTAR UMAT? atau sudah memasuki ANTAR AGAMA? .

dan kalau ada yang bilang ini tentang negara NKRI, memang kita ada didalam negara NKRI namun apakah aturan agama lepas begitu saja jika negara kita bukan negara islam? apakah kita lebih menganut pancasila dari pada Al-Quran dan As-Sunnah untuk pedoman kehidupan ? pancasila hanya pedoman dalam BERNEGARA yang isinnya pun tidak bertentangan dengan AL-QURAN. jadi tetap, sebagai umat muslim kita harus tetap mengikuti ajaran kita dimanapun dan kapanpun, dinegara kafir, netral atau negara muslim.

bukankah untuk mengetahui manakah yang benar, tentu saja kita harus merujuk pada Al Qur’an dan As Sunnah, juga pada ulama yang mumpuni, yang betul-betul memahami agama ini. kan dalam hadits di perintahkan tuh kalau Ajaran islam ini jangan diambil dari sembarang orang, (apalagi orang-orang JIL) walaupun mungkin orang-orang yang diambil ilmunya tersebut dikatakan sebagai cendekiawan. Namun sayang seribu sayang, sumber orang-orang semacam ini kebanyakan merujuk pada perkataan orientalis barat yang ingin menghancurkan agama ini. Mereka berusaha mengutak-atik dalil atau perkataan para ulama yang sesuai dengan hawa nafsunya. Orang JIL dan bebek2nya bukan karena ingin mencari kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya, namun sekedar mengikuti hawa nafsu. Jika sesuai dengan pikiran mereka yang sudah terkotori dengan paham orientalis, barulah mereka ambil. Namun jika tidak bersesuaian dengan hawa nafsu mereka, mereka akan tolak mentah-mentah. 
apa bila muncul SYUBHAT atau keraguan lebih baik di tinggalkan sampai menemukan kebenaran yang diyakini,.semoga bermanfaat 

Ya Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dari berbagai jalan yang diperselisihkan 
–dengan izin-Mu-
Wassalam :)


2 comments: