16 December 2012

Datok Berpulang

innalillahi wainnaillaihi rodjiun
segalanya milik Allah dan akan kembali pada Allah
yah itulah kalimat yang harus diucapkan ketika kita sedang ditimpa musibah apa saja, entah itu bencana alam, kecelakaan, kehilangan sesuatu hingga kematian.
yang paling dekat dengan kita adalah kematian
tidak ada yang bisa menghindari kematian, jika telah di catatkan oleh Malaikat, itulah kehendak Allah untuk tiap ummatNYA. meski kita berusaha untuk menghindarinya, kematian akan tetap mendekat, sejauh mana kita mampu berlari menolak kematian? Kematian adalah Takdir, tapi mati dengan cara apa dan bagaimana itulah Nasib manusia sendiri yang bisa mengubahnya dengan usaha, lalu Allah selanjutnya yang memutuskan
bulan Oktober 2012 yang lalu, Datok saya yang bisa dibilang sehat-sehat saja karena rajin bekerja di kebun dan di sawahnya, kesehariannya tidak pernah duduk diam, beliau terus mencari pekerjaan menyibukkan diri. sampai-sampai saya suka bingung mencarinya dimana kalau tiba jam makan :D 

sebagian orang memang banyak yang tidak tinggal bersama Datoknya (kakek) beda denganku, saya dan keluarga tinggal serumah dengan kakek, kami sekeluarga yang bersama Dato, bukan beliau yang mendatangi kami. kabupaten gowa dan kota makassar jaraknya hanya satu jam, daripada datok tinggal sendirian, maka papa dan ummi berpikir untuk tinggal menetap saja di kabupaten Gowa tempat Datok. selesai kuliah saya juga ikut pindah tinggal bersama Datok meski sebelum-sebelumnya cuma tiap weekend kami berjumpa.
Bulan itu, langit mulai berbeda, memanglah lautan tak pernah sedalam lautan dan dalamnya mata tak pernah berbanding dengan dalamnya hati. 

Dato yang begitu tegar ternyata menyimpan sakit ditubuhnya selama bertahun-tahun, ketika dia merasa sakit beliau tidak pernah menyampaikannya ke kami semua, tapi kami tau dari sinar mata beliau, dan ternyata benar, penyakit Dato sudah semakin parah. awalnya beliau sendiri yang bersikukuh mengobatinya dengan obat-obat herbal racikannya sendiri, daun-daun dan lain sebagainya diminumnya. kini tidak lagi, kami sudah membawanya ke dokter dan datok di vonis menderita tumor pencernaan stadium akhir. mengetahui hal itu ummi dan saudara2nya begitu amat sedih. hal ini kami tak beritahukan ke Datok, kami semua gak ingin Datok sedih karena hal ini, kudengar ummi hanya memberi tahu kalau datok itu sakit maag aja karena sering minum kopi dan dadanya sesak karena efek rokok dan mengakibatkannya sering kenyang duluan sebelum makan, karena memang Datok sering begitu.
bulan Oktober sebulan penuh Datok dirawat di Rumah sakit Bhayangara, kemudian ingin pulang kerumah merayakan Hari idul adha 1433H bersama, dengan izin dokter Datok akhirnya diizinkan pulang tapi dengan syarat harus kembali lagi ke Rumah Sakit seminggu setelahnya. Hari itu Datook merayakan idul qurban dengan suka cita dan dengan rasa haru bersama kami semua.

tak ada yang bisa menduga secara baik, kalau saja foto ini adalah foto kami semua bersama Datok untuk terakhir kali dalam masa hidupnya .... idul adha tahun depan dan ramadhan yang akan datang tidak akan ada lagi jasad datok ditengahtengah kami, tak ada lagi foto bersama datok
26 November kemarin beliau menjalani operasi pengangkatan tumor ditubuhnya, tapi kata doter didalam tubuh datok ada tuimor sebesar kepala manusia yang tidak bisa lagi diangkat, sebab kalau diangkat maka jantungnya akan terikut, sehingga semua jaringan aktif dalam tubuh akan tidak berfungsi lagi. jadi dokter hanya menyuruh kami berpasrah sepenuhnya kepada Allah SWT. 
pagi itu seminggu setelah operasi, ditanggal 04 desember 2012 saya mengantar ummi ke Rumah Sakit, biasanya ummi nginap terus di RS tapi karena suatu keperluan beliau pulang kerumah, dan kemudian sayan mengantarnya kembali ke RS ditengah perjalanan om Sofyan (adik ipar ummi) menelpon berkata bahwa Dokter mencari ummi, ada sesuatu yang ingin dibicarakan, alat-alat yang ditempelkan ke tubuh datok sudah di cabut semua dan berkata, Datok sudah boleh pulang kerumah. Ummi senang tapi agak bimbang, karena kondisi Datok belum pulih sebagaimana mestinya. Om sofyan juga bilang katanya Datok juga sudah tidak sabar ingin pulang kerumah, Datok ingin melihat rumah setelah 2 bulan penuh tidak dirumah. 
diperjalanan, ummi terus berdzikir,dan memintaku untuk mengemudi cepat. jalanan macet 
om sofyan menelpon lagi ...
......
.......

Datok menghembuskan nafas terakhirnya di RS bhayangkara, tepat pukul 13.00
tanpa ada ummi dan saya di sampingnya.
papa dan juga adik-adik saya.
yang disampingnya hanya tante om dan yang lain yang tidak tinggal serumah dengan datok. cuma keluargaku yang tinggal serumah dengan beliau. sebelum meninggal. seentara perjalanan menuju rumah sakit masih ada tujuh kilometer, dalam keadaan terenyuh aku menyetir mempercepat gas namun senantiasa istiqfar dan terus berdoa semoga kami sampai di RS dengan selamat, tak peduli lagi siapa yang mengklaksoni mobilku dari belakang, siapa yang mengumpatku karena menancap gas. begitu sampai di RS ummi dan saya berlari menuju ruangan datok, tangis dan kelemahan jiwa berkumpul di kamar itu, Datok sudah tiada..... pergi meninggalkan kami dan tak menunggu Ummi tiba, Beliau telah pergi bersama para malaikat pencabut nyawa. tangis ummi meledak, tak kuasa beliau menahan kesedihannya, Ayahnya yang tercinta dan kakekku yang tersayang. iringan tahlil bergema, suster mulai membawa keranda dan ambulans telah siap untuk mengantar jenazah Datok kami. sebelum wafat, Datok sempat berkata ke tante bahwa Datok pamit kepada ummi, papa, saya, dan ke empat adikku... yang datang terlambat. Datok pamit untuk pergi dalam bahasa makassar Datok berkata : 

"Sampaikan ke kakakmu dan suami serta anak-anaknya, saya pergi dulu, sampaikan maafku, saya tidak tega pergi dihadapan mereka..."
begitulah Datok, rasa kasih yang dimilikinya sangat besar.... kini sosok itu telah menjadi sebuah jenazah, jiwanya telah berpulang... suara sirine ambulans mulai mengaung. tulang-tulangku seperti di lolosi satu persatu, tangisku pun makin menjadi dan semua memori kenanganku bersana Datok terputar dikepala.. dan sekarang mungkin Datok sudah bertemu dengan belahan jiwanya (Nenek) yang lebih dulu meninggal (2001)

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un wa inna ila rabbina lamunqalibun
Allahumma uktubhu 'indaka fil muhsinin waj'al kitabahu fi 'illiyyin
wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin
wala tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu
aamiin.


2 comments:

  1. turut berduka cita kakaa...semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.. #Al-Fatihah

    ReplyDelete
  2. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’fu anhu.. waj’al jannata matswahu... Turut berduka ya sist :-* Tabah yaaa

    ReplyDelete