05 July 2012

Ukiran Di Atas Batu

"Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, 
bagaikan ukiran di atas batu. "

suatu sore saya dikagetin sama pertanyaan adek sepupu saya 
yang seperti biasanya kita tuh kalau sore hari ngumpul di teras rumahku yang ada balai-balainya semuanya kadang ngumpul disitu bermain sambil ngobrol2 apa aja sesama sepupu2. seppu2 ku semua kebanyakan masih duduk di bangku sekolah dasar. potensi keingintahuannya terus meningkat tiap hari. terbukti dari makin banyaknya pertanyaan2 mereka ke kita2 sepupunya yang udah gede2 yang udah dewasa dan bahkan udah bisa menggantikan posisi mama bagi mereka hahahak. (iya soalnya ga jarang sepupu kecil pada nginap dirumah kakek dan yang jadi baby sitternya itu sepupu yang gede2 :D
nah sore itu  Saya lagi ngatur strategi jitu untuk menjawab segala pertanyaan yang terlontar dari sepupuku si Imam dan si Rifal yang sedang tumbuh2 proses pembelajarannya. dibangku kelas 5SD dan 6SD
 Karena saya pun percaya dengan pepatah arab diaatas, pengetahuan di masa kecil sangat membekas sampai tua. Sebab itulah saya gak mau bohong kalau sepupu bertanya. Saya sangat sadar dia bukan anak kecil dibawah lima tahun lagi yang sedang tumbuh Mempersiapkan mental dan jiwa yang yang tangguh demi kehidupannya, itu juga adalah tanggung jawab saya dan keluarga, bukan cuma mama dan papanya mereka aja :D tanggungjawab bersama sesama keluarga. betul tidak? ^^ 

Akibat dari pemberitaan media yang tak henti-hentinya memblow-up tindakan menteri kesehatan yang membagi-bagikan "kondom" dengan gratis, tak ayal menimbulkan pertanyaan dari sepupu2ku yang masih SD tersebut, yang kalau malam abis magribh mereka mantengin tivi otomatis lliat berita. juga koran2 dan pembicaraan2 dari orang sekitarnya. 




saat itu mereka mendekat ke saya, 
"Kak.. Kondom itu apa sih?" 
glek! wajar dia pertanyakan itu, dia memang ga tau dan ga pernah liat hal itu.
saya mengedip2kan mata kemudian atur nafas sebentar.
Pertanyaan mereka terasa lebih sulit menjawabnya daripada pertanyaan orang dewasa karena kita harus menjawab pertanyaan anak sesuai tingkat pemahama anak2 ini. 
Kita juga harus menjawab dengan kalimat-kalimat yang memancing kreativitas dan pengembangan pola pikirnya. Inilah hal yang paling sulit! ga boleh bohong mengada2akan jawaban.
aku terus mencobaaaa menyusun strateginya jitu menjawabnya
dan akhirnya jawaban yang ku lontarkan adalah
"Kondom itu... 
alat semacam balon pembungkus 
untuk orang dewasa yang bisa tidak bisa punya anak... "


aku tahan nafas, harap2 cemas menunggu pertanyaan selanjutnya, pan biasanya gitu anak kecil kalau udah nanya sekali, nanya seterusnya...
tapi alhamdulillah mereka hanya berujar "Oh" aja kemudian langsung main lagi
entahlah... mungkin mereka sadar kalau pertanyaan dilanjutkan itu ga sopan atau mungkin itu bukan pembasahan yang pantas. mudah2an mereka membahasnya sama orangtua mereka aja .
selamat ! 
ehehhe :D fiuhhh lega.. yang penting aku udah jawab mereka dengan sungguh-sunggguh karena tau mereka bertanya karena keingintahuan mereka, benar2 ingin tau bukan malah mengajak ataupun mengetes.
Yang perlu digarisbawahi adalah segala sesuatu ada ilmunya. Untuk menjadi orangtua/kakak/ataupun sepupu  yang baikpun ada ilmunya. Cara menjawab pertanyaan anak kecil jadi sesuatu yang harus dipelajari setiap seorang kakak yang peduli terhadap pertumbuhan mental, kepribadian dan kecerdasan adik2nya. Menjawab pertanyaan anak kecil tidak semudah menjawab pertanyaan mahasiswa atau orang dewasa lainnya karena disetiap jawaban itulah torehan tinta pada hati dan pikiran si anak akan mewarnai perjalanan hidupnya.
wallahualam. sekian cerita kali ini
wassalam ^_^

No comments:

Post a Comment