29 April 2011

Intinya Saya Sudah Potong Rambut!


Akhir-akhir ini sepertinya hidupku agak tidak teratur dari biasanya. Ekspresiku menjadi sulit ditebak oleh orang-orang di sekitarku. Tiba-tiba meledak, sesaat kemudian sudah berubah lagi menjadi seorang penyayang yang super duper sensitif.

Rasanya jiwa ini ingin protes sejadi-jadinya karna sudah tak mampu lagi mengikuti kehendak logikaku yang (kata orang) sangat matematis dan tidak berperasaan.

Lelah juga jadi orang yang terlampau logis. Jadi inget beberapa testimonial di FSku (masi jaman yaaa...?) dari beberapa yang mengatakan bahwa Aku terlalu mengandalkan logika dalam keseharianku.

Aku selalu beranggapan bahwa bergaul dan berinteraksi dengan hati itu selalu menyakitkan (mungkin akibat trauma masa lalu). Ada saat-saat di mana kita menjadi pelaku dan lain waktu mungkin giliran kita menjadi obyek dari rasa sakit itu. Sebetulnya pribadiku itu tidak salah. Namun tidak bisa dibenarkan juga. Ada banyak hal mudah yang menjadi sulit karena mengkaitkan urusan hati di dalamnya. Pun demikian pada saat kita harus mengambil keputusan dalam suatu permasalahan misalnya. Jika Kita hanya bertumpu pada logika benar dan salah, maka peluang untuk menyakiti 'yang salah' pun menjadi terbuka lebar.

Justifikasi dan proses penghakiman ala manusia mulai bermain di sini. Yang salah semakin merasa tertuduh, yang benar semakin merasa menang. Akhirnya proses sakit menyakiti dan dzolim mendzolimi pun menjadi aksi yang bisa dipertontonkan dengan bebas.

Lantas, di mana kita harus memposisikan hati dengan tepat agar tidak terlindas logika kita? Belum lagi jika masih ada ego yang siap untuk membuat kita menjadi semakin tidak mau mengalah(aarrghh....saya banged saat ini) Yang jelas, hati harus tetap ada pada tempatnya dan dalam porsi secukupnya. Karna ketika kita sudah berlebihan mengeluarkan stok sensitifitas dalam hati kita, maka kita pun harus menyiapkan cadangan mental untuk kemudian menjadi siap jika sewaktu-waktu tersakiti. Logika pun tidak perlu mendominasi aktivitas kita karna logika yang terlalu tajam seringkali mengabaikan perasaan orang lain. Masalah ego... setiap orang punya standar ego yang berbeda-beda tergantung kedewasaannya dalam bersikap dan merespon apa yang sedang terjadi di sekitarnya.tauk ahhhhh!!!!

Lagi-lagi mereka kembali menilaiku dengan penilaian yang hampir seragam: jutek, keras, dingin, dan sebagainya. Ternyata harus kembali pada proses kontemplasi besar-besaran dalam diri ini..... huff ... intinya rambutku sudah pendek ! hihi ( nyambung?*)

28 April 2011

Aku dihadiahi Takdir


Mungkin suatu waktu kita pernah bermimpi untuk menjadi seorang yang begini dan begitu. Bahagia karena hal ini dan itu. Tertawa dan menangis hanya karena hal-hal khusus yang kita sekat sendiri keberadaannya.

Yah.. Pada dasarnya Allah memang telah menciptakan terlalu banyak ruang untuk kita bisa tertawa, tersenyum, marah, bahkan sampai menangis sekalipun. Hanya seringnya, kitalah yang dengan ilmu tak seberapa ini mulai menyekati dan membatasi area bahagia dan lahan tertawa kita menjadi lebih sempit dan sesak. Sementara di sisi lain, tanpa kita sadari justru kita sedang melebarkan ruang menangis kita, jalan kesedihan kita, dan kekuatan marah kita.


Siapapun pasti mempunyai takdir, yang tentunya jelas berbeda antara makhluk yang satu dengan yang lainnya. Setiap takdir pasti mempunyai dampak yang berbeda-beda. Hanya saja kekomplitan dari paket Allah yang bernama takdir ini sudah dijamin kelengkapannya. Ada presentase kebahagiaan yang sangat besar dan mendominasi di sana. Semua hal yang telah menjadi takdirNya memang pada hakikatnya adalah takdir bahagia. Dan tidak ada kata lain selain bahagia itu sendiri.

Berbicara masalah takdir, jujur Saya sering penasaran dengan apa yang akan Saya alami di waktu mendatang. Yah.. sering penasaran saja tentang apa yang Dia takdirkan untuk hidup Saya selanjutnya. Misalkan 5 tahun lagi.... Saya sering membayangkan akan jadi apa Saya 5 tahun mendatang (jika masih diberi hidup olehNya ^_^ dan saya sangat berharap itu).
Sudah menikahkah saya?
akan menjadi ibu seperti apa nantinya untuk anak-anak Saya? dan sebagainya.

Mungkin kalian pun demikian yah..? hehe.. Sering membayangkan takdirNya akan mengenai kalian seperti apa untuk masa mendatang nanti. Menurut Saya hal ini sah-sah saja selama kita tidak panjang angan-angan. Cukup dibayangkan memakai skala "kira-kira", tak perlu menggunakan preposisi "seandainya" dan pemancing angan-angan lainnya.


Apapun yang sempat kita bayangkan dan perkirakan tentang diri kita sekarang di masa yang lalu, pada dasarnya inilah takdir kita. Pada apa yang telah mengenai hidup kita secara langsung di saat ini. Saat kita telah menjadi lakon utama dalam takdir kita sendiri. Dan kembali pada pembuka tulisan ini, Dia inginkan kita bahagia dalam presentase besar dalam takdirNya.

Bahagia yang lahir dari rasa kesyukuran akan keputusanNya yang terbaik dan datang pada waktu yang baik. KetentuanNya yang paling tepat pada saat yang sangat indah pula. Dan tentunya kita dapat melihat semua keindahan takdirNya dengan hati yang tak pernah lelah untuk bersyukur atas segala pemberian dan nikmatNya.. yang terangkai dalam satu paket istimewa untuk kita... TAKDIR. Dan kita akan yakin sesuatu itu takdir kita manakala kita telah menjadi takdir itu sendiri.

Adakalanya kita menjumpai suatu masalah pelik yang (mungkin) sangat susah untuk dicari solusi dan diselesaikan dengan pemikiran manusia pada umumnya. seperti misalnya penyakit yang saya derita ini ^_^ Apakah yang dapat dilakukan lagi selain menangis dan menangis sembari berikhtiar tanpa putus mengharap Dia akan menyelesaikan dengan caraNya yang super dan Maha Dahsyat?

Mungkin memang menangis itu bukan solusi akhir atas sebuah permasalahan. Tapi yang harus disadari bahwa menangis adalah solusi konkret untuk mencari sedikit ketenangan dalam batin-batin penderita. (kata seorang teman di facebook*)

Ya... semua memang butuh proses karena hidup kita pun idealnya adalah rangkaian proses menuju manusia yang lebih dan lebih baik lagi. ini saya anggap sebuah proses menuju kesabaran dan keikhlasan... terkadang memang kala penyakit saya kambuh, saya merasakan nyeri yang teramat menyesakkan, saya menangis sambil beristigfar... kadang juga saya menangis lalu dalam benak bertanya lagi dan lagi "Kenapa saya yang kau beri penyakit ini Tuhan?" Memang setelah itu Saya menyadari bahwa menangis pun butuh keterampilan khusus. Kita harus pandai memanage bagaimana agar proses menangis itu bermanfaat untuk diri kita dan tidak tercermin sebagai suatu hal yang memalukan. mungkin demikianlah perempuan. Perempuan adalah perempuan saat ia telah mampu menangis dengan benar dan pada tempatnya. (kata orang bijak*)


Dan sekarang, Aku masih sibuk merayu Tuhan.



Terus merajuk pada setiap detik penghambaanku. Aku berharap akan datang suatu keajaiban dengan lekas dan segera. Keajaiban yang dapat mendorongku untuk terus maju dan melangkah. Meski harus merayap, merangkak, dan terus mengiba.... Namun semoga lekas pada ujungnya. Ujung jalan yang selama ini hanya mampu kubayangkan keindahannya. Seperti keindahan yang dipunyai mereka yang dianugerahiNya keindahan tanpa batas. Dan sampai sekarang pun Aku masih mempercayainya..

Bahwa Tuhanku akan memungutku dari tempat ini, suatu saat nanti...
Tuhanku akan mengangkatku pada derajat kemuliaan seperti yang Ia janjikan...
Aku percaya!

17 April 2011

My sisters & My Room II

Dipostingan sebelumnya sy bercerita tentang adik saya yang kedua. sekarang saya akan cerita soal adik saya yang ke tiga dan yang terakhir, ke empat.

Widya Ayudiah (Monyet cilik yang cerdas)

dia lahir tanggal 6 November 1990, nama panggilannya wiya (huruf D-nya dihilangin) hihihi.. dia ini selalu ceria memang berpembawaan energetik penuh kegembiraan. dia juga pintar. coba aja kalian kasi dia buku yang paling ribet dan membosankan, dan Mdia bakalan mengubahnya menjadi sebuah lagu yang indah. dia berbakat, kreatif, dan dermawan. kalau lagi mau ke pesta, maka dia yg paling bisa disebut pusat perhatian, karena apa? karena Daya tarik dan rasa humornya yang tinggi adalah kunci popularitasnya dia. kalau dia ketawa, kalian jg bakaan ikut ketawa meski gak tau apa yg ditertawakan, ngedengerin ketawanya saja sudah cukup lucu.

waktu kecil dia ini kembarannya ummi, kenapa? karena suka dandan! hihi, tempat favoritenya itu didepan meja rias, dan didepan lemari pakaian, dia juga suka bergaya didepan kamera papa! kalau sudah selesai berdandan, dia biasanya langsung berlari mencri papa, "paaa... foto...foto..foto..wiya punya gaya..!" selepas itu ya papa pun langsung mengambil kamera jadul yg masih pake klise, lalu memotret si wiya ini dengan liuk2an gayanya yang kalau waktu itu belum pernah saya liat posenya di tivi ataupun di majalah. berpangku tangan sambil memiringkan kepala.

beranjak remaja, sepertinya dia berubah, dia suka dandan, centil dan ceria, perlahan agak menyusut, dia selalu tampil simple saja. bukan berarti mengenyampingkan perawatan rambut dan tubuhnya. dia yang paling sering creambath-an dan luluran. hohoh....

kalau lg ngumpul dikamar... kadang-kadang pendapat yang dia sosorkan sebetulnya tidak asli alias dibuat-buat. Maklum, dia selalu menjaga citra.(heran deh!) Namun, emosinya sungguhan. kalau wiya lagi ngambek sebetulnya gak lama tapi dia menaruhnya dalam pikiran. aku sampai sekarang gak bisa menduga-duga perasaan apa yg ada dalam hatinya- dia jarang membagi sedihnya. tapi dia pandai memecahkan masalah. di dalam kamar bila ada yang dirembukkan bersama, dia selalu bersolusi ketimbang curhat. dia jarang curhat soal perasaannya pada apapun. apalagi soal cowok. hahahahaha..........! dia tahu bagaimana cara mendengarkan dengan intens dan mencari jalan keluar pada saat bersamaan. Dan mungkin karena wiya ini lahir dikaruniai bakat selalu ingin tahu.

Meski begitu, wiya yang ceria ini juga punya kelemahan. Kadang-kadang dia tidak logis dan unreasonable. Tapi, dia punya kemampuan untuk membujuk orang lain dan setiap orang di sekelilingnya bahwa dia melakukan hal yang benar.

kalau Sbagai teman, dia loyal dan setia. dia gampang jatuh cinta, apalagi sama artis-artis muda ganteng dibalik layar kaca, tapi dia jg gampang bosan, dan gampang cari idola baru lagi. pokoknya kalau ada yang ganteng dia suka aja!! ada satu kegemaran wiya yang paling mencolok - MAKANAN. walau dia gak kayak- yang selalu senang makan apa pun. tapi kita senang ngeliat dia makan. apapun itu pasti kelihatan enak kalau dia yg makan.. hahahahahakwkw... aneh ya!
saya jarang bertengkar dengannya waktu kecil, dia adik favorite saya, kalau dia mau sesuatu, misalnya sepedaku, sepaturodaku, robot2anku, taliku, pakaianku, atau apapun yg milikku jika dia minta, aku berikan saja. asal dia senang. (mungkin waktu kecil sy tidak sadar* hahahwkwk)

nama makassarnya wiya tuh dg. Carammeng.


ST. Alfiah Suci Pratiwi (Tikus Mungil Menyebalkan)

dia lahir tanggal 04 April 1996, panggilannya uci. dia bungsu tapi paling bongsor diantara kami berempat. dia ini paliiinggg senang berpesta dan menghabiskan waktu untuk kongko-kongko dengan teman-teman. berpikiran sempit dan kuno, senang bergosip-ria, tapi, kalau punya masalah, dia biasanya akan menyimpan dan menanggulanginya sendiri.dengan cara... nangiiiiiisssss dikamarr, kunci pintu dan siapapun tika boleh masuk!!!!!
sepertinya dia lebih suka hidup dengan aturan-aturannya sendiri. dia kurang patuh jarang mau mendengarkan, Karena itu, mau ngomong apa2 sama dia rada sulit. Sebab, dia selalu merasa 100 persen perfeksionis. hufff... walau padahal memang. dilihat dari body, menang dia sih!

waktu dia dilahirkan kami semua sangat berharap2 cemas semoga adik kita ini lelaki, tapi begitu papa menelpon mengabarkan kalau adik kita ini perempuan.. kita mendesah, cewek lagi...cewek lagi... hahahwkwkwhahah... tapi begitu lihat si tikus mungil ini, lucuuuuuu... saya termasuk yang paling sering menggendongnya waktu dia bayi, bahkan pernah menjatuhkannya dari gendongan.. hhihi tapi syukurlah tidak apa-apa, dia nyenengin cuma pas bayi aja (-__-) beranjak masuk taman kanak-kanak, saya yang sering mengantarnya kskolah, menjemputnya juga. menunggunya sampai selesai pelajarannya, tapi dia selalu menangis, dalam alasan apapun, mau makan musti nangis dulu, mau minum, nangis juga, mau mandi nangis, mau tidur dan bangun tidur nangis lagiiiii... pokoknya tiada waktu tanpa menangis merengek dan memanja!! sampai ummi tidak bisa meninggalkannya barang semenit pun,. hal ini keterusan sampai dia masuk SMP, dia masih sering merengek, menangis. saya... saya pun tak jarang memukulnya. wkwkw...

tapi anehnya tuh hal ini kejadian hanya dalam rumah saja, kalau di luar rumah, dilingkungan sekolah, dia tipe pemimpin, kalau sama tetangga-tetangga dia katanya "head"nya, "boss"nya, atau "kepala" geng. hahaha.. karea dia berani dan tidak takut siapapun yang berniat jahat padanya, kalau ada yang bermain curang, dia tidak segan-segan menggertak temannya itu dan mengancam kalau satu kali lagi bermain curang awas!! katanya! widiw.. hohoh. dia bak kasatria kalau diluar rumah, diskolahannya dia paling mencolok, suka berdandan juga. bayangin saja malam-malam dia masih sibuk tanya-tanya soal eyeliner padaku, katanya "duuhh besok pake eyeliner warna biru apa hitam aja ya??" glek!! aku kaget besok hari senin, hari penerimaan siswa baru kenapa ni anak cari2 eyeliner?? gak takut kena gap sama senior apa??!! dia cuek saja. pulang sekolah dia menceritakan pada kami semua, kalau benar td ada senior yang menegurnya tapi dia membantah, dia berontak. o'ow * satu hal lagi, dia bisa bikin orang kangen.

Nama makassarnya uci itu dg. Rilangi'

13 April 2011

My sisters & My Room

Dikamarku, bila ia serupa tabungan kata, maka ia sudah penuh dengan berbagai cerita. tentang aku, dan adik-adikku. adik perempuanku ada tiga orang, kami sudah besar semua, (besar?) hehe maksdunya sudah gadis semua, sudah remaja semua.

Dikamarku, kami membahas apa saja. entah kenapa kamarku alih-alih jadi ruang rapat diantara kami, bukan juga karena luasnya atau kelengkapannya, semua kamar mereka terasa nyaman, sejuk dan menyenangkan tapi kamarku selalu jadi tempat berkumpul. sampai usut punya usut, kamarku paling sering di berantakin, karena mereka picik kamarnya tak mau ada yang berantakan. jadi sambil ngobrol sambil berantakin kamarku. huff... mereka menaruh semua komik, majalah, buku-buku cerita dikamarku, karena kalau mau dibaca dikamarku mereka tidak perlu repot melihat kamarnya berantakan serupa kamarku yang habis ditempati ngumpul. zz...zzzzz... jekkong!* tapi tak apa, selepas itu semuanya kembali rapi dengan satu gertakan dariku. ohohohohohoh :D

kami membahas tentang sebuah kejadian, apa yang terjadi dalam satu hari ini, biasanya pembicaraan yang paling membosankan adalah membahas mengenai sekolahan dan kuliahan kami semua, lebih dari itu kami lebih sering membincangkan soal papa dan ummi. hari ini papa beli apa? hari ni papa dimana? pulang jam berapa? umi dimana? umi ngapain? umi masak apa? dan berita terbaru apa yang lagi segar-segarnya didalam ranah keluarga kita. apalagi kalau ada pengantinan, kami semua sibuk merencanakan design-design model pakaian. atau misalnya merek makeup apa yang bagus, model baju bagaimana yang sedang trend, kadang juga kami membawa sebuah kisah untuk direnungi bersama. dirembukkan bersama. atau kalau sedang malas ngomong, menasehati, memotivasi dan lain sebagainya, kami hanya nonton dvd saja sambil termehek atau mengidolakan superhero didalam film.

Add caption
kali ini aku akan menceritakan tentang saudara perempuanku semuanya. entah kenapa aku tergugas oleh sebuah catatan seorang teman yang sudah menuliskan sesuatu tentang saudara lelakinya, dia bertanya padaku apa aku punya saudara lelaki? ku jawab tidak! aku sulung, dan adikku semuanya perempuan. dia pun berkata, "kalau begitu ceritakan tentang saudara perempuanmu itu"
mereka sedang tak ada disini, sedang tak bersamaku, jadi otak dan ingatanku berjalan memutar waktu terakhir kali kesempatan bertemu dengan adik-adikku, yaitu dua hari yang lalu, kemudian merengsek lagi saat pertamakali aku bertemu mereka. pada saat mereka lahir. tak banyak yang kuingat aku tak bisa mengingat dengan jelas, tentang kehadiran adik keduaku yang umurnya hanya berbeda setahun denganku.



ST. RAHMI LARASATI (SI ULAR BETINA)
dia lahir pada tanggal 05 July 1989. kenapa ku katakan dia ular betina? haha.. karena dilihat dari pembawaannya, selama saya hidup didekatnya, dia memang seorang anak yang lelet. sulit ditebak, misterius, “dingin”, pendiam, dan cenderung mewakili unsur jahat. kwkwkwkwk... (yg jahatnya-becanda*) Biasanya, tapi sebenarnya dia memiliki rupa cantik dan tubuh seksi, tetapi muram, dingin, dan punya sisi gelap. hahaha.. dramatisir..

Wiwieq nama panggilannya, sy juga tidak tau kenapa dia dipanggil wiwieq, sedang dari nama lengkapnya tidak ada patahan huruf yang menyerupai (aneh bukan? misterius bukan? haha*) selain dia sulit ditebak, dan mengundang pemikiran. dia mudah dicintai. hal konyol yang kuingat tentang kebersamaanku dengan ni anak, waktu duduk dibangku kanak-kanak sampai sekolah dasar, kami sekamar tapi dengan twin bad. dia selalu mengekor, selalu mau sekolah ditempat yang sama dengan saya, selalu mau duduk dibangku kelas yang sama kayak saya dulu, katanya klo naik kelas mau di kelas yang dulu saya duduki. kemana-mana pakaian kami selalu kembaran, sama model tapi berbeda warna. mulai dari pita, badana dan lain sebagainya. kalau saya dibelikan ini, dia juga harus dibelikan. kecuali dalam hal mainan, aku suka robot-robotan, mobil-mobilan, sepatu roda, dan video game. sedangkan dia suka sama boneka dan mainan perlengkapan masak-masakan.

Bertengkar?hahah... waktu kecil, rasanya ada yang kurang kalau tidak memukulnya, menarik rambutnya, merusak bonekanya, menggunting pitanya, menghambur kompor mainannya, dan membuatnya mengamuk, menangis. saya selalu punya ide picik untuk membuatnya menangis meraung-raung. hohohohoh... tapi kalau dia diganggu oleh teman yang lain, atau tetangga, dibuat menangis sama siapapun yang bukan saya, saya biasanya kesal sendiri. haha.. mungkin naluri "kakak" saya nongol juga.

Beranjak dewasa, kami pisah kamar, dia punya kamarnya sendiri, dan saya juga begitu. kamarnya penuh nuansa biru, sudah nampak kalau dia suka dengan warna biru, sedang saya : pink. gak tau kenapa! hihih. merunut soal asrama, sebenenarnya dia agak lama baru pacaran, mungkin nanti SMA kelas III. beda dengan saya, saya SMP sudah hendak-hendak menyukai seseorang dan saling suka sama seseorang, wkwkwk gak penting.

sebenarnya Banyak orang ingin mendekatinya, tetapi takut untuk mendekat. dia suka menyombongkan diri, tetapi mawas diri, luwes, bebas, dan leluasa. terhadap lelaki dia bisa saja menjadi lembut dan kejam dengan pendiriannya. Pesona kontradiktif ini sulit ditangkis. Ekspresinya ibarat “air kolam di musim kemarau” (tenang, hambar, apatis, tetapi memancarkan cahaya yang memikat hati). Orang akan sangat kesulitan untuk membaca isi hatinya hanya berdasarkan ekspresi wajah dan ucapannya karena “hatinya” begitu kecil, bahkan untuk dirinya sendiri. Justru karena sifatnya yang lemah lembut dan sederhana membuat hubungan dengan sesama menjadi lebih seimbang dibandingkan kami-kami semua.

ada satu peristiwa yang membuat kesal satu keluarga, karena sebuah pendiriannya ini, kelas III SMA dia dimasukkan papa di salah satu bimbingan belajar di makassar, yang notabenenya kelas VIP dan semua siswanya berbeda-beda sekolah dan tak saling mengenal satu siswa lain dengan yang lainnya. sehari masuk, dia canggung atau kenapa dia tidak mau masuk lagi, dia ngotot untuk pindah lokasi bimbel di cabang lain yang di Gowa saja katanya. karena disitu lebih banyak teman sekolah yang dia kenal. tapi bila pindah dia harus di transfer dari kelas VIP ke kelas Reguler saja. dan papa sama umi tidak mengijinkan! pokoknya dia harus tetap di tempat bimbel semula, kata papa demi kwalitas belajar menjelang ujian.

"Coba liat Qiky, dia juga dikelas itu tapi dia nyaman-nyaman saja, malah temannya bertambah, coba buka diri buat bergaul sama teman yang belum dikenal..." kata papa berusaha membujuk.

well begitulah dia, dengan orang asing da tidak terlalu tau berbaur, beranjak dewasa, dia jadi kurang bergaul dengan teman-teman yang lain, dia hanya dekat dengan teman sebangku atau deretan bangku didepannya atau dibelakangnya.
dia mencoba lagi masuk, dan entah kenapa dia jatuh sakit, sakit hatinya karena tekanan batin. papa tidak peduli! papa tetap ngotot dia harus masuk kelas itu, rupanya sakitnya bertambah parah, dia semakin lemah, papa tidak mengajaknya bicara sampai beberapa hari, sampai pada akhirnya ummi dan papa mengalah, dia pun diperbolehkan untuk pindah kelas di Gowa.

Wiwieq mungkin seorang penyendiri, tetapi dia memiliki teknik bergaul tersendiri dan sangat berkelas. dia mudah menghadapi berbagai suasana. dia bisa menjadi lembut, sopan, dan gemerlap pada saat dibutuhkan atau bersikap anggun dan ramah kalau memang diperlukan. dia kurang berlapang hati, suka menghitung, jago malah.. dan membandingkan setiap hal. dia tidak mau mentolerir orang atau sesuatu hal yang tidak menguntungkan baginya. (kan sanging dia ji mau pore*wkwkwk) dia sangat mudah melakukan penyesuaian dalam situasi dan kondisi apa pun.

dia sulit mengubah diri hanya karena keinginan orang lain. Sebaliknya, dia seringkali mempengaruhi orang lain secara halus dan hampir tak kentara (dasar ulara') sebenarnya wiwieq memiliki banyak persamaan dengan aku. Kehidupan dan keberuntungan kami berdua dapat berakhir dengan kemenangan atau bencana, tergantung apa yang kami perbuat. satu lagi : dia takut hantu tapi suka nonton film horor!!! capedeh*




wiwieq punya nama makassar itu namanya Daeng Ningai*


WIDYA AYUDIAH (MONYET CILIK YANG CERDAS)
ST. ALFIAH SUCI PRATIWI (TIKUS MUNGIL MENYEBALKAN)
buat yang dua diatas itu nanti-nanti aja klo sy ada waktu lagi, mau istirahat dulu -__-

11 April 2011

Ketika Qiah Labil

Pengen tau kalau qiah lagi suntuk, bete, boring, marah-marah...atau apalag yang namanya sebel gitu sama sesuatu dan lain hal, entah itu kerjaan, kuliahan, atau perasaan. mungkin juga bisa aja bete sama keluarga, teman, pacar, dan lain sebagainya dan kepada sesiapapun lah pokoknya. oranglain mungkin punya cara berbeda-beda mengatasinya. ada yang dengan nulis puisi, numpahin semua amarahnya, perasaannya kala itu, ada yang menciptakan lagu kalau dia jago bikin musik. ada juga yang nonton aja ngikut suasana hati, pokoknya banyak deh. Qiah juga kadang menulis puisi, cengeng-cengengan, gak ada semangat... pokoknya serba sendu, pengen di hibur tapi kalau ada yang menghibur bawaannya pengen nonjok tu orang. haha!!

gak ngerti kan kenapa tiba-tiba nongol tuh foto??? yang liat pasti udah ketawa-ketawa aja, maaf saya lagi labil!!! hohoho... ketika Qiah labil>> cieh judulnya << hahaha... iya ketika Qiah lagi labil, Qiah ngedit-ngedit foto jadi norak, jadi lucu, jadi aneh, dan jadi alay, lebay dan sebagainya...

ya beginilah cara baru Qiah menghibur diri, ngedit foto sendiri jadi edan-edanan, pake photoscape, pasang efek ini itu, dilucu-lucuin, di gia-gilain. Qiah cari foto Qiah yang emang tampangnya "salah take" alias foto "gak jadi ah" gitu, foto lebay-lebay kayak abege labil. trus dikasi efek macam-macam. abis itu qiah jadi ketawa sendiri deh tanpa harus nonjok siapapun. Qiah akhirnya ngakak sendiri, dan mendadak perasaan seribu edan itu jadi hilang, kosong melopong dan terus aja ngedit yang lucu-lucu. gak perlu merepotkan oranglain untuk menghibur tapi tetap musti di pukulin bahunya, di cubitin lengannya (iya Qiah bahaya dideketin, sangar*) hahahahahah.......
Terlepas dari semua itu (ih ini kayaknya bahasanya hubby deh.. hubbyQuw suka pake istilah itu*hihihi..) terlepas dari semua itu (ahaha jd ingat Hubby*) sebenarnya cara untuk menghilangkan semua kejenuhan atau kegalauan didalam relung-relung hati adalah dengan cara berbicara pada Tuhan... berdoa, mengambil air wudhu lalu membaca asma-asma Allah... jadi, Jangan tiru contoh yang tidak baik ini ya! hahahahahahawwkkw.... (ditulis bukan pada saat suntuk* sy gak bisa nulis klo lg suntuk*maunya marah : mukul & nyubit, hihi...)

07 April 2011

" The Right One And The right time"

Ini tentang sebuah perkenalanku dengan seorang wanita bernama idha. Aku meng-add nya karena tertarik dengan gambar-gambarnya, karya-karyanya yang terposting di album fotonya. Berhubung karena aku juga suka menggambar (hmm..lebih tepatnya sih dibilang coret coret sj karena memang asal-asalan)

tapi kalau idha yang menggambar sepertinya semua disiapkan sempurna, sesempurna pemikirannya tentang kehidupan ini misalnya.
Tentang bagaimana menjadi diri sendiri,
tentang keinginan untuk menjadi orang yang biasa dengan cara luar biasa.

Detail garis yang diciptakannya mulai dari unjung simpul kiri, simpul kanan hingga terbentuk suatu wajah dan bentuk yang hampir sempurna, pula dengan pewarnaan yang begitu harmonis dan berirama. Menyiratkan betapa ceria hatinya tiap saat.betapa langkahnya selalu ikhlas.

aku dan jeung idha sering sharing soal crayon, dia selalu membalas ketakjubanku dengan bahasa yang sederhana, bahasa yang ceria, seperti membalasnya dengan sebuah pelukan persahabatan.



suatu ketika, dia mengirimkan ku sebuah inbox, mengenai dirinya...
jeung Idha yang jauh di cengkareng sana, yang dulu belum sempat kami bertemu walau sudah pernah berada di tanah petak yg sama, aku pernah ke cengkareng beberapa waktu yang lalu tapi mungkin belum watunya kami bertemu., (mudah-mudahan sih besok-besok kalau aku ke cengkaeng lagi bisa keteuan*ngarap betul akunya, hehehe)

sejak aku baca inboxny itu, mungkin sudah meretas sebuah benang di tiap ujung jari kelingking kami masing-masing. ada yang menyambung dan terpintal jd sebuah pita :D pita persahabatan, mungkin. yang entah kapan kita diberi waktu untuk saling melekatkan kelingking kita, hehe...

jeung ida Anak bungsu dari dua brsaudara. kakaknya bernama Ina revinza.pernah Mengenyam Bangku Pondok Pesantren slama enam tahun.sedikit banyak perbedaan Kepribadian antra mereka.

lahir dari keluarga yang begitu kuat Kepercayaan agama Islamnya, sampai orangtua ida Menganngap semua anaknya, akan menjadi anak shaleh dan benar-benar terjaga dari segala hal dengan memperoleh pendidikan di Pondok pesantren.

masalah keluarga memang akan selalu kita hadapi kala kita beranjak dari kepompong menjadi kupu-kupu. tapi satu hal, ida beruntung loh bs skolah di tempat yg ida suka, dan jaminkan saja dgn pekerjaan yg dibakati niscaya akan sukses! ga usah tanya kapan suksesnya. :)

Ida,,
Ida seorang wanita yang global.dan tidak suka Keterikatan. (dia juga nge-fans banget sama Britney Spears lho*) Bukan Berarti ida Lupa dan menyelengkan agama. dirinya mungin Cuma lebih membiarkan Diri Untuk imbang. antara duniawi dan akhirat saja. seperti sebuah do'a yang menyatakan bahwa : "Ya Allah letakkanlah dunia di tanganku, jangan di hatiku!"

aku setuju sama ida, hiduplah mendunia!! global. tp bukan berarti menyampingkan agama, St. Khadijah istri Rosul seorang pebisnis, Istri nabi Ummu Sofia seorang penyair. asalkan pekerjaan & tiap kegiatan kita niatkan untuk hal baik. setuju banget jeung!!

jikalau ditanyai soal Type Cowok, (misua impiannya si Jhonas Rivanno*hihi) bahkan dia Bakal Lbih memilih Cowok yg Begajul ketimbang Harus Lama-lama Berdiam diri di samping Cowok Ikhwan yg sukanya Ceramah n' Ngekang.(menurutnya*)

Sampai Suatu hari, dia Pernah Keceplosan berucap sebuah Kesalahan atau Kesengajaan yg skarang Akhirnya malah berubah jadi membentuk sebuah Komitmen hidup: SAY NO TO PACARAN!! hwhaha

mungkin jayus memang. bagi kalian yang sedang dilanda asmara yang membara.

tapi!! benar, mungkin sampe sekarang dia termakan janji masa kecilnya sendiri..
Beban?
atau sesuatu yang tidak WajaR. dia sering kali mengeluh tetang setiap orang yang bilamana tiba-tiba jadi korban curhat colongannya, mereka semua tak ada yang percaya, kalau ida pernah berkata demikian, say no to pacaran! dibilang kuno lah, dibilang gila lah. hari gini gak mau pacaran?!

Boodooooo..!! tampiknya, dia hanya Berusaha Tutup telinga mendengar Ocehan orang yang tidak memberinya solusi, dia akan tetap pada Pendiriannya untuk tidak pacaran dulu Smpe dirinya dinyatakan sukses.

tapi sebenarnya, banyak yang antri untuk mencoba menjadi kekasih hatinya. bahkan ada juga dari kalangan Non Muslim. karena apa? karena memang jeung idha ini, cantik dan kreatif!!!

katanya Sampai Sekarang Ida tak berani membawa cowok kerumah. mungkin dia kasian pada Mereka kalau harus bertatapan langsung dengan mata tajam, dan waut killer ayahnya.

dan kini, dia masih dalam keadaan yang sama, menekan dalam-dalam sebuah perasaan cintanya kepada lawan jenisnya. sembari menjalani hidup dengan Rutinitas umum yg membosankan baginya,mungkin bagi kalian juga, bagiku pun begitu : Kuliah + magang + NgasDos..huaaahh Cwapeee!!~@_@ (keluhnya* ehehhe)

Haahh...,,
tapi jangan Sediihhh sayangggg..
Cinta Bagi Muslimah memang Membutuhkan ...
.." The Right One And The right time"..
Jiaaahh,,~*usaha ahh jd Bule

dia mencoba meyakinkan dirinya, diriku, dan diri kalian ^_^



Lalu jika ada yang bertanya diantara kalian : mengapa perlu memendam rasa? mungkin jeung idha telah menjawabnya. namun di sisi lain,Berikanlah peluang kepada diri sendiri untuk MENCINTAI & DICINTAI.

Bila disodori pilihan mencintai atau dicintai, tak usah memilih semuanya. Pilihlah CINTA sebebas udara kapan dan di mana saja. Mencintai, dicintai, atau saling cinta akan mengucurkan racun rindu dan harapan yang bisa menggalaukan yang mencintai dan mengganggu yang dicintai. PERASAAN mencintai, dicintai, atau saling cinta tak selalu membebaskan atau justru membelenggu. Sekali lagi, pilihlah cinta. Itu saja.

04 April 2011

Berubahkah Aku?



Setiap dengar kata ”berubah”, saya selalu ingat dengan Ksatria Baja Hitam yang kerap mengumandangkan slogan ”BERUBAH !!!” setiap kali dia akan melakukan tindakan-tindakan memberantas kejahatan. Hehe… masih ingat?

Kemarin, sambil menghabiskan waktu berkelana ke ranah virtual, saya bertemu dengan sebuah sajak yang bertema ”I wanted to change the world”, seperti di bawah ini:

When I was a young man, I wanted to change the world. I found it was difficult to change the world, so I tried to change my nation. When I found I couldn’t change the nation, I began to focus on my town. I couldn’t change the town and as an older man, I tried to change my family.

Now, as an old man, I realize the only thing I can change is myself, and suddenly I realize that if long ago I had changed myself, I could have made an impact on my family. My family and I could have made an impact on our town. Their impact could have changed the nation and I could indeed have changed the world.”

By Unknown Monk, 1100 A.D.

Hmm… langsung terpikir, tidak perlu menjelma jadi Ksatria Baja Hitam dulu untuk dapat berubah, tak perlu muluk-muluk ingin memberantas kejahatan kelas internasional, tak perlu berkhayal jadi pemimpin dunia, tapi coba bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita melakukan yang terbaik bagi diri kita sendiri? melakukan tindakan-tindakan yang bisa membawa dampak positif bagi orang lain, bagi lingkungan, maupun bagi masyarakat di sekitar kita?

Temans,
Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan, asalkan itu dilakukan untuk kebaikan, pastilah akan ada manfaatnya. Contohnya, membuang sampah pada tempatnya, datang tepat waktu ke kantor atau pada saat meeting – itu bukanlah hal yang sia-sia, bahkan bisa menggugah orang lain untuk juga berlaku sama seperti yang kita lakukan. Alhasil, dampaknya akan terasa tidak hanya bagi diri kita, tapi juga bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.


Jangan menunggu sampai kesulitan menimpa kita, jangan menunda hal-hal positif yang bisa kita kerjakan. Lakukanlah perubahan (ke arah yang lebih baik tentunya) mulai saat ini, karena sedikit demi sedikit perubahan yang kita lakukan akan berdampak besar bagi masyarakat yang lebih luas. ini juga saya tulis untuk diri saya sendiri, mengingatkan saya sendiri bahwa waktu terus berlalu ^__^ oke kalau begitu saya mau berubah dulu jadi ksatria fotografer, wkkwkwkwkw mau pergi hunting......... see youuuuuu........

Aku Mencoba Semangat Lagi dan Lagi


Saya sadar, saya punya keterbatasan, Ada ketikanya saya perlu melontarkan kemarahan saya dan biarlah dunia ini mengetahuinya. Sungguhpun begitu, selalu terbuka kemungkinan bagi saya menyalurkan tenaga dari kejengkelan, bahkan kemarahan, dan menyalurkannya bagi suatu kegiatan yang positif. bagaimana saja jadinya? bila saya marah, marah akan keterbatasan yang saya miliki, saya akan menciptakan sebuah pelarian. misalhnya saya sedang marah kesal dan jengkel dengan urusan kampus atau kantor yang dalam bidang sama, yakni tentang HUKUM, pelarian saya adalah SENI, mencari sejuta konsep untuk dibiakkan, menyadur semua ide dan inspirasi yang jauh dari sebuah tuntutan akademik.

ini sebenarnya bukan apa-apa. ini hanya soal saya yang masih berusaha untuk belajar ikhlas. antara masa lalu yang "telah" terjadi. "masalah" yang saya derita kadang menyita pikiran saya. sepersekian saya cuek terhadapnya, menganggap seolah ini tak pernah ada, menjalani aktifitas senormalnya, saya ini tergolong aktifis, hiperaktif tidak suka terlalu banyak diamnya, tinggalnya dan lain sebagainya. padahal karena adanya "masalah" ini saya tidak boleh terlalu demikian.

terkadang bila ia mengganggu aktifitas saya, saya kadang mengumpat,
"kenapa sih ini musti ada??"

saya istigfar. menyemangati diri, mau mengeluh sama siapa. takut orang2 bosan dan jadi "diam kasian" atau apalah namanya terhadap saya, dan saya tak ingin hal itu terjadi.

mungkin telah ada yang membuktikan bahwa orang yang memandang kehidupan ini dengan positif akan lebih kecil kemungkinannya untuk menderita sakit, daripada orang yang memandang kehidupan ini dengan pandangan yang negatif. Mereka juga memiliki lebih banyak tenaga.

Bila saya mengakui suatu hal yang negatif, maka itu bukan berarti saya meratapinya, tetapi saya menghadapi kenyataan itu dan berjalan terus. Dengan mengutarakan hal-hal buruk yang saya alami pada seorang teman,curhat dengan orang yang saya percayai, yang tak hanya bisa mendengarkan saja, tapi juga memberikan solusi...walau semua hal selalu berbalik pada saya sendiri nantinya. maka ada kemunkinan saya akan merasa lebih segar dan bertenaga. mungkin...

masa depan yang belum pasti terjadi, saya tau Tuhan selalu ada untuk orang yang senantiasa berusaha, man jadda wa jadda !!
terlalu banyak batas yang melintangi, saya kadang teriak,
apa ini sebenarnya penghalang???!!

dan sebelah diri saya yg lainnya pun menyahut,
bukan qi .. semangat qi... ini bukan penghalang....


pikiran saya, pikiran saya pun tak mau munafik. walau hati saya penuh dengan semangat...

bukankah Memang kebenaran harus diungkapkan,.ia dipakai untuk mengungkapkan hati nurani saya kan? bukan untuk mengejek orang lain dan memaksakan kehendak sendiri. saya tau bila mengungkap kebenaran selalu ada unsur risiko, cabaran, sukacita dan yang paling sering lagi adalah omelan, semua seakan salah saya, bila saya mengatakan saya merasakan begini-begitu, saya pasti ditimpali begini...
kan sudah dibilang... jangan begini...jangan begitu..kamu sih... nggak dengar...
hahaha huff.. meski tau setiap omelan atau kemarahan adalah bagian dari rasa cinta dan sayang seseorang pada saya. atau saja saya bisa menganggap sebuah rasa yang namanya kasihan. memilukan sekali.

di sisi lain... saya tidak dapat menggali tenaga secara paksa.saya tidak dapat membangunkannya kalau saya tidak menggunakannya. Berdiam diri sebentar adalah sebahagian daripada setiap rencana tindakan saya kok. Tetapi jauh saya sadari sikap berdiam diri yang tidak disusuli dengan tindakan positif akan membuat saya lebih putus asa.

Hakikatnya, masih terdapat banyak sesuatu hal yang konstruktif dan kreatif untuk saya lakukan nantinya. walau saat ini cuma bisa disini, karena saya berbatas kini, atau karena saya sadar diri...

seseorang pernah berkata pada saya, bahwa selama hidup, kita tidak bisa bebas dari masalah karena masalah adalah bagian dari kehidupan., masalah tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga bisa positif. Bila seseorang mampu mengatasi masalahnya dengan baik, maka
selain meningkatkan ketegaran juga menjadikan lebih matang dan dewasa. Intinya adalah bagaimana menghadapi masalah dan mengatasinya, serta apakah saya dapat belajar dari pengalaman yang saya jalani ini.

Dengan mengalami masalah, akan mengingatkan kita bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan diri kita sendiri akan tetapi ada sesuatu di luar diri kita yang lebih berkuasa. keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan
bahwa di balik masalah ada hikmah yang bisa diambil merupakan sikap positif
dan sehat.

Akhirnya, kalau saya sadar bahwa "masalah" saya ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan selalu ada cara untuk mengatasinya serta selalu ada hikmah di baliknya, maka saya tidak akan lari. karena saya dilahirkan untuk menghadapinya. dunia masih butuh orang seperti saya. saya harus tetap berjuang. InsyaAllah.
Ya Allah, semoga sakit & kepayahan yang kuderita tidak sia-sia !!

03 April 2011

Ibu, Pujian Untuknya Tak Pernah Habis Dituliskan


Ummi, segala pujian tak akan pernah habis dituliskan untukmu.
Malam ini,
. Di sebuah malam yang tenang, daun-daun bergoyang dengan lembutnya ditiup angin yang berhembus dengan sangat pelannya.
kalau ummi ada disini, aku ingin memelukmu..
erat..
tidur dipangkuanmu...
ummi
Maafkan aku atas tangis ini
Maafkan aku atas rasa bodoh ini
Maafkan aku atas segala laraku
Maaf….
ummi
Mengapa tak sadar diri ini?
bahwa Allah selalu menyayangiku
Lebih dari siapapun...
Apapun...

Aku tak sadar
Ketika Allah selalu mencobaku
Selalu tak terima aku
Ketika Allah sedikit memberiku masalah
Selalu aku tak rela...


Baru kini aku sadari
Bahwa dibalik semua cobaan dariNYA…
Pasti ada sebuah mimpi dan harapan
yang indah...


ummi
Terimakasih atas segala peluhmu
Yang selalu menjagaku
Walau kita saling jauh kini...


kau selalu bisa menyelesaikan masalah dari sana, menelponku, menghandle semua apa yang merumitkanku... ummi, malam ini ingin menangis saja di pangkuanmu, sambil kau tepuk pelan punggungku... hingga aku tertidur...

"Kalau Allah menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan memberikan siksaanNya secara lebih awal di dunia saja.” katamu pelan...

umi yang mengajarkanku tegar
ummi yang mengajarkanku kuat
ummi yang mengajarkanku ikhlas dan sabar

Ummi ku bernama NURSIAH ALI binti Muhammad Ali Nai, beliau lahir pada tanggal 10 Oktober 1965, tingginya 160cm berat badannya kini (hehehe..afwan..ya ummi..qi gak boleh bohong..ehem) 70kg.
Begitu tamat SMA dipersunting oleh pamannya (sepupu dari ibundanya) yang bernama ISMAIL NABA bin SANNEN NABA usia mereka terpaut lima tahun jauhnya. mereka menikah bukan karena dijodohkan, tapi hanya sekedar dipertemukan oleh pihak keluarga, kemudian itu usaha papa untuk membuat langkah selanjutnya sampai bisa membuat ummi jatuh cinta padanya dan kemudian menikah pada tanggal 10 Oktober 1987 (tepat ulangtahun ummi yang ke 22 tahun)
setahun kemudian tepat tanggal 13 july 1988, aku putri pertamanya dilahirkannya, pukul 03.00.


pengen ummi ada disini...saat ini, sekarang juga... terbayang selalu wajah bulat cantik penuh cintanya yang berapi-api...pengen papa ada disini, teriang selalu tone suara rendahnya yang menggelegar penuh kasih.

kangen ummi, kangen ngerumpi bareng, kangen ke salon bareng, kangen diomel, kangen dikritik penampilanku, kangen curhat-curhat bareng, kangen nasehatnya, kangen masakanannya, kangen liat senyumnya, kangen liat caranya menertawakanku, kangen tatapan sinisnya, kangen tatapan sayangnya, kanngen semangatnya... bulan mei cepatlah tiba, biar aku dan adik-adik bisa segera ketemu ummi.