26 March 2011

cara Qiah menghabiskan waktu dalam sebuah penantian jemputan teman..hehehehe... ini lagi mau pergi ke acara syukuran malam "lajang" terkahir (apadeh*) huahuahuahua...



pose pertama.. hmm...



pose kedua.. hihihi...



pose ketiga... uhuhuhu...

24 March 2011

Menjaga Perasaan



di sela penantian, disebuah ruang tunggu yang biasanya senang kami namai Perpustakaan, aku dihampiri seorang wanita yang cantik, dengan rambutnya yang terurai, menjuntai indah sampai ke bahu, apalagi senyumnya yang selalu menyegarkan suasana. namanya Ratih. beberapa menit kemudian kami larut dalam perbincangan. ngobrol dan saling tanya jawab tentang urusan koreksi skripsi dan penentuan draft dari pembimbing_yang belum kelihatan batang hidungnya_ alih-alih tersenyum tertawa, kemudian saling membuka laptop masing-masing. sesaat kemudian dia menselonjorkan kakinya dan berdesah panjang disampingku.

"Huufffff... malas deh klo kayak gini..."

"loh? kenapa neng? haha, katanya td klo buka FB udah semangat, bisa ketawa. ada apa klo boleh tau?" tanyaku sambil tertawa ringan.

"Kak Iwan suka marah, gara2 recent aktivity ku komen-komenan sama teman-teman SMA ku dulu, yang rata2 cowok." keluhnya.

"Oh begitu..." ujarku ringan.

"Padahal saya sudah berkali-kali menjelaskan, klo mereka tuh cuma buat seru-seruan, lagian kita juga gak pernah kontekan selain di fb aja... tapi kak Iwan tetap aja marah, diamin saya. rasanya malas.."

"Eeh, kamu kan sudah dua tahunan ya pacaran sama kak Iwan, pasti sudah saling percaya dong, yang penting kamu cintanya sm kak Iwan, dan kak Iwan juga begitu, gak perlu gimana-gimana lah." saranku yang merasa sok. kemudian aku terkekeh.

"Ini gara-gara saya juga sih, lupa hapus recent komen, buat menjaga perasaannya kak Iwan.." katanya lagi sambil sibuk me-remove semua recent activitynya.

aku memalingkan wajah dari layar laptopnya dan menatap layar laptopku sendiri. ada akun pacarku. lewat nalar yang merespon aku iseng melihat recent activitynya juga, komen terakhir terlihat untukku. kemudian ku refresh dan muncul lah sebuah nama wanita lain yang belum ku kenal dan belum pernah ia ceritakan. terlihat dia berkali-kali mengomentari status wanita itu. isinya biasa hanya menyapa & ngobrol ringan. toh mereka temenan.

DEG!

ada rasa berbeda yang menelusup dalam hati, seketika melihat kembali profilnya kemudian recent akticity coment itu sudah tidak ada lagi. dia menghapusnya supaya tidak kelihatan olehku. begitukah? seperti kata Ratih kah? untuk menjaga perasaanku.

ENTAH !

cinta memiliki ribuan wajah, ribuan sifat, bersayap-sayap, berakar-akar, meski berasal dari satu sifat yang sama, namun ketika berpindah pada pemikiran hati maka cinta berubah sebagaimana pembawaan jiwa yang menjadi tempat bersemayamnya.

cinta bisa menjadi sebuah alasan, cinta bisa kau sandarkan pada suara dan bentuk, namun jika kau memilki ketulusan, kau cukup merasakannya di dalam hati dan jiwa mu, dan kau tidak memerlukan alasan kenapa kau mencintai.


adakah cinta yang terlalu aneh untuk dipahami, terlalu indah untuk dilupakan, terlalu jelek untuk disyukuri?...cinta......sungguh,
jiwa akan bersama dengan apa yg dicintainya, dimintai pertangungjawaban mengenai cara
mencintainya,

sembilan bulan yang lalu, menyimpan sebuah rahasiah tentang sebuah cinta yang terbang lepas dari kuasa, masuk dan rebah diatas sebuah peraduan. dia datang menembus dimensi dengan kecepatan dalam putaran arus memecah batu-batu, mengurai ikatan-ikatan. dalam jarak dia bersemayam.

Jika kau mencintai aku, berhentilah menghitung waktu, aku bukan tubuh, aku bukan keindahan, aku bukan awal, aku bukan akhir, aku hanya sifat yang sudah terkunci. Aku adalah sebagaimana dirimu sayang, pada akhirnya.



Terlalu senyap….
Jiwanya belum lagi bisa mengurai…..
Biarkan saling merindukan….
Biarkan saling menunggu….
Biarkan dalam tangis…
Biarkan dalam tawa-tawa yang tersembunyi….
Sampai waktu yang ditentukan
Sampai terbuka pintu-pintu kegaiban….
Dimana mimpi takakan pernah berakhir…..
Biarkan aku yang terpanggil dari rintihannya yang terakhir….



Banyak dari kita, baik saya dan ratih atau kalian semua terlanjur memahami sesuatu itu masuk akal, ketika berusaha saling menjaga perasaan. agar tak cemburu, agar tak patah hati, agar tak sakit, agar tak terluka.

tak perlu seperti itu bila sudah saling percaya bukan? saling menutup diri, percuma. menyengsarakan perasaan sendiri.

23 March 2011

JALAN PENGHIBUR

Satu lagi pengalaman saya, Suatu hari saya dan teman lama saya sedang berjalan-jalan di pusat pertokoan, karena barang yang kami cari untuk dihadiahkan kepada salah satu sahabat kami yang besok telah menikah, tidak ditemukan di toko yang kami kunjungi, kami harus berputar-putar wilayah lain untuk memperoleh barang tersebut hari itu juga. Untung teman lama saya ini membawa kendaraan yang nyaman jadi kami tidak mengeluh terik mentari atau hujan yang tiba-tiba datang. Satu per satu toko yang dikira menjual barang tersebut kami kunjungi, ada yang bilang habis dan aada juga yang bilang tidak menjualnya.

Sudah lewat waktu isha, Kami hampir putus asa, kemudian muncul ideku untuk menghubungi beberapa teman lain yang kiranya mengetahui dimana tempat penjualan barang yang kami cari ini. Sesaat lamanya seroang teman mengirimkan sms pada saya, “Coba ke jalan sulawesi toko PORE namanya” mengingat kami memang belum kedaerah itu, kami langsung meluncur kesana dari arah somba opu menuju ke jalan sulawesi harus menelusur kearah jalan Nusantara, ruas jalan nusantara ini terkenal dengan pusat klub, tempat pijat, karokean dan tentu saja wanita-wanita penghibur yang gemar dinamai “kupu-kupu malam” oleh sebagian penyair atau musisi.

Disepanjang jalan itu mereka berkumpul, didepan tempat karokean, di bar dan ditempat klub mereka masing-masing, pakaiannya serba ketat dan serba tipis pula serba pendek, nyaris telanjang bulat. Belum lagi asap rokok menggepul dibibir mereka, sepanjang jalan itu kuperhatikan mereka dengan riangnya tertawa, berjalan dengan gemulai, tangannya yang panjang bergerak-gerak menyetop mobil-mobil yang lewat barangkali ada yang “haus” yang lewat dan singgah pada mereka yang menyiapkan kesegaran dahaga.

Memikat memukai dengan “topeng” diwajahnya, mengalunkan lekuk-leluk tubuh mereka. Astagfirullah... gumamku dalam hati, tapi saya tak mau takabur dengan mengoceh macam-macam tentang mereka. Tapi sejumlah pemikiran dan pertanyaan merengsek kedalam benakku saat itu juga. Yang utama adalah apakah “kupu2 malam” itu memiliki tanda pengenal? Kartu identitas yang menanyakan agama mereka apa?

Meski sudah kita maklumi keberadaan “kupu-kupu malam” ini karena faktor ekonomi keluarga dan beberapa alasan-alasan mendunia yang sampai kiranya pemerintah memberikan izin atas klub, karokean, dan tempat hiburan ini sampai namanya pun jl. Penghibur

“Qi, liat deh mereka gak lebih dari binatang buas yang merampas-rampas suami orang. Naudzubillahi mindzalik yah” ujar temanku yang sambil menyetir pelan, sengaja agar kami bisa lebih seksama memperhatikan mereka.

“Hush... gak boleh ngomong begitu ceu,biarin ajalah, serahin semua sama Allah, biar Allah yang balas perbuatan mereka..." ucapku sambil menselonjorkan kaki di jok mobil.

sambil nyetir teman saya ini tetap berkomentar, "ya gak bisa gitu dong, ada kan yang namanya antisipasi, cewek penghibur kayak gini harusnya dibasmi aja.."

"doakan aja mereka supaya segera cepat dapat hidayah Tuhan"

"Hoalah.. doa saya untuk diri sendiri saja belum dikabul-kabulkan gimana mau doa untuk mereka Qi.?? lagian juga Siapa yang untung kalo kemungkaran, kemasiatan, kesesatan merebak luas di masyarakat Indonesia yang mayoritasnya muslim ini? Mudah ditebak bukan? Pelaku bisnis kemaksiatan-kemungkaran yang bakal dirugikan secara ekonomi jika pelacuran dan kemungkaran-kemaksiatan lain terkendali ketat."

"bener juga sih, tapi apakah semua cewek-cewek penghibur yang kita lihat tadi itu sudah pasti hati mereka masing2 sama?? bukannya ada kaisah pada jaman jahiliyan... kemudian saya pun menceritakan pada teman saya, yg katanya memang sempat diketahuinya.

SUATU hari, dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Rasul, “Wahai, Rasul. Apakah hanya orang-orang ahli ibadah saja yang akan masuk surga?”

“Tidak,” jawab Rasul. “Sesungguhnya, seseorang itu masuk surga bukan semata-mata karena ibadahnya, melainkan karena ketulusan cintanya kepada Tuhan.”

“Apa itu berarti hanya para aulia dan alim-ulama saja yang akan masuk surga?” tanya orang itu lagi.

“Tidak,” tukas Rasul, “bukan begitu. Karena sesungguhnya telah ada seorang pelacur yang masuk ke surga.”

Tentu saja semua yang hadir di majelis itu kaget dan bertanya-tanya. Maka Rasul lalu menceritakan tentang pelacur itu.

Suatu hari, di tengah suatu musim kemarau yang amat kering, ada seekor anjing liar yang hampir mati kehausan. Anjing ini amat buruk rupanya dan penuh kudis badannya. Karena amat hausnya, anjing itu menjilat-jilat tanah lembab di depan rumah seorang ulama terkenal. Melihat makhluk menjijikkan itu, si ulama segera mengusirnya dan bahkan melemparinya dengan batu.

Anjing malang itu lari ketakutan sampai ke luar desa dan akhirnya ambruk di pinggir sumur. Nampaknya, tak ada harapan lagi buat anjing itu. Dia pasti mati kalau tak segera mendapat minum. Di saat kritis itu, lewat seorang pelacur. Ia melihat anjing itu dan merasa iba. Maka, ia lalu melepas terompahnya (alas kakinya) dan merobek gaunnya. Dengan sobekan gaun dan terompah itu ia membuat timba untuk mengambil air dari sumur itu, lalu memberi anjing itu minum.

Setelah puas minum, anjing itu sehat kembali dan lalu pergi. Si Pelacur merasa gembira melihat anjing itu tidak jadi mati kehausan. Melihat apa yang telah diperbuat oleh hambanya yang pelacur itu, Tuhan mengatakan kepada malaikatnya: “Catatlah hambaku itu. Dia adalah salah satu hambaku yang akan masuk surga pertama.


mobil kami melaju lagi ke arah yang beralawan, melewati ujung jalan penghibur itu, kemudian kembali mencari barang yang kami maksud... teman saya mulai terdiam, saya juga terdiam, hanya menikmati saja lagu yang terputar di radio.



mugnkin dalam benak kami masing2 memikirkan Betapa luas rahmat kasih sayang Allah.
Keutamaan sifat rahmat kasih sayang.
Rasulullah ?Shallallaahu ' Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
"Orang-orang yang penyayang pasti di sayang oleh Sang Maha Penyayang. Sayangi yang di bumi, pasti yang di langit sayang kepadamu."...
"Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan di sayangi."
Keutamaan ikhlas, karena Pelacur itu memberikan minum kepada anjing dengan ikhlas tanpa ada seorangpun yang melihatnya.
Kesempurnaan pahala tergantung kesempurnaan usaha, karena Pelacur itu berusaha untuk mengambil air dengan melepas sepatunya dan menghidangkannya kepada anjing.
Rasulullah ?Shallallaahu ' Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
"Pahalamu tergantung kepayahanmu."
Jangan mudah menjatuhkan vonis kepada sesama muslim...

21 March 2011

Yang Melelahkan

Orang itu masih duduk di tempat yang sama, duduk di taman rumput pinggir jalan, memakai topi, dan tidak melakukan apapun kecuali sekedar duduk-duduk saja. Begitulah yang kulihat ketika berangkat PLP ke pengadilan di pagi hari, demikian pula yang kulihat ketika pulang di sore hari. Orang itu masih duduk di tempat sama, dan tidak melakukan apa-apa .

Kemudian terpikir dalam benak ini, apakah saya lebih capek hari itu dibandingkan dia? Rasanya tidak juga. Sepertinya dia juga mengalami kelelahan, mungkin kelelahan mental. Tampaknya duduk bengong seharian akan sama capeknya dengan berkegiatan seharian.

Yang saya rasakan kalau hari libur misalnya, tidur melulu sepanjang hari, lalu berusaha tidak melakukan apapun, hanya nonton TV misalnya, betul-betul keiatan yang membosankan dan melelahkan pikiran. Rasanya diri ini tak berharga, tak menghasilkan apa-apa, dan hanya membuang waktu seharian (sementara umur kita makin pendek). Useless.
Perasaan tak berharga itu sungguh melelahkan .


Jadi saya tahu bahwa nganggur alias ga ngapa-ngapain itu tidak enak, membosankan, melelahkan. Sama capeknya dengan orang bekerja. Karena itu bila Anda sekarang memiliki pekerjaan, bercapek-capek pergi dari rumah ke kantor, kena macet, berimpitan di angkot maupun bis umum, terpaksa lari menghindari hujan maupun berkeringat di terik matahari, dan masih ditambah menghadapi bos yang kurang menyenangkan, maka BERGEMBIRALAH bahwa Anda punya pekerjaan dan tidak nganggur. Nganggur itu tidak enak.

Saya terkadang bilang ke teman, saudara saya, “Tahu tidak bahwa kuliah itu berat, namun tidak kuliah itu lebih berat!” Ya, nganggur, apalagi dengan ketidakpastian dan kecilnya peluang masa depan, merupakan kegiatan yang berat, lebih berat daripada mengerjakan tugas kuliah dan ujian.

Nganggur dan bekerja itu sama capeknya.


saya termasuk orang yang sangat percaya bahwa setiap kita bisa mengubah dunia. Setiap kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di muka bumi ini. Bahwa kita bisa menciptakan perubahan di dunia ini, dengan tangan kita sendiri.

saya percaya bahwa masalah-masalah hanya bisa selesai, perubahan itu hanya bisa terjadi, kalau kita punya kesadaran, kepedulian, dan inisiatif untuk bergerak sendiri. Bukan diselesaikan oleh orang lain. Bukan diciptakan oleh orang lain.

Selama ini kita selalu teriak-teriak dan mengeluh atas kondisi tidak baik yang menimpa kita. Kita bilang pemerintahnya nggak becus ngurus negara lah. Kalo di jalan raya, kita mengeluhkan macet lah. Kita pusing dengan internet yang isinya pornografi, dan televisi dengan acara-acara ga penting. Kita benci koruptor-koruptor dan para mafia itu. Pokoknya pusing karena banyaaaak sekali masalah di depan mata kita.

Tapisaya percaya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Nggak usah nunggu pemerintah, ga usah nunggu stasiun tivi, nggak usah nunggu polisi, nggak usah nunggu orang lain menyelesaikan masalah kita dan menciptakan perubahan. Kita sendiri, pasti bisa melakukannya. Kita pasti bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan menciptakan perubahan. Menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

saya terinspirasi oleh kakak angkat saya (Dhim Dirham) yang sering mengatakan, “Ada 2 jenis pemuda di dunia. Mereka yang menuntut perubahan, dan menciptakan perubahan”
(dari sini). Dia benar dalam hal ini.. Sejak saat itu saya merapat ke barisan pemuda-pemuda yang menciptakan perubahan.

kalau kamu ???

Milkshake di Ruang Chat

Sampai pada akhirnya sy tau, untuk apa malam ini saya membuka facebook saya selain membalas notification dan mengetahui kabar-kabari saudara & saudari maya, yg meski tak pernah bertemu tapi kehadiran mereka begitu memukau, saya sbnrnya senang di sini, diberanda rumah hangat bernama facebook.

saat saya sedang seperti ini, mengatakan dan menyatakan bahwa ini adalah bagian yg tersulit yg sedang sy hadapi... dan ketika saya duduk diberanda facebook, mendapati berbagai cerita dan berita, keluh kesah, canda tawa dan lainnya yg mungkin tidak/jarang saya dapati didunia nyata. dan "wew" setidaknya satu yg dianggap kesulitan hingga berniat melukai diri, menjadi niatan yang urung sy lakukan.

suprise : senyum saya, kembali tersimpul kemudian tawa kecil terajut, hingga membahana dengan "wkwkwk" yang sebenarnya (ngakak*) ajaibnya *:trliinnggg:* seperti tersihir perasaan ini jadi ringan. ini baru duduk diberanda, belum lagi saling menjamu kedalam ruang chat :)

malam ini, sbnrnya saya hanya ingin duduk diberanda saja, tapi ada tawaran bertamu ke ruang chat seorang sahabat maya, anggap saja namanya Maredella (87), seorang perempuan yang baik hatinya juga cantik sepertiku (maaf salah ketik* jgn dianggap narsis alarm)

dia berbisik "ssstt.. ada milkshake choclate..." wohoho me-magnet sekali. langsung saja berpindah, duduk di ruangannya sebelum milkshake choclat itu disajikannya sy membaca2 majalah, dan buku-buku di meja ruang tamunya (profilnya), kemudian melihat-lihat album fotonya, lumayan banyak, dia juga narsis sepertiku (baiklah ini tdk salah ketik*puas?)

album yg rata2 sama dgn kebanyakan org, album "me", album "family", album "friend" yang kulihat beberapa foto diriku juga terpampang disana. kmudian album tak berabjad, yg hanya di isi dengan simbol hati seperti ini ( <3 ) . Nah ini album private, hanya bs dilihat dengan settingan "friend only" mujur krn sy temannya yang memiliki 39 teman yg sama juga jd bisa bebas review semau2 hidungku (halah)

#in this album : Bujana (samaran. 82) begitulah yg tertag di daftar album, hmmm.. sbnrnya saya kurang tertarik melihat foto dibagian album ini, bukan karena Mardellanya yang berpose aneh-aneh atau apa, tapi karena Bujana -_-"
sy kenal lelaki itu, walau sebenarnya belum pernah bertemu, tetapi itulah makanan telinga saya kalau bertemu dengan Mardella di persimpangan jalan, diparkiran, di toilet, direstoran, pokoknya dimanapun kami bertemu "Bujana itu... Bujana bgini.. Bujana begitu.. karena Bujana.. soal Bujana.. Kenapa Bujana.. Bujana.. Bujana.." blablabla

"pluk"

oohh Mardella sudah datang. kami ngobrol santai, membahas soal humanity abaout girl (halah*), design, mode trend, gossip, issue, kabar(i),insert, cek dan ricek, sampai ke silet (loh?) kami membahas/sharing apa saja asal tidak soal politik. ini yg membuat sy suka berbincang dengan Mardella, dia tidak perduli dengan politik. tapi juga kadang tidak nyambung kalau diajak bahas soal 'love story' gitu...

"mana milkshake chocolateku?" tanyaku pada akhirnya setelah send huruk w dan k berulang2 tanpa spasi.
Mardella pun menyodorkannya..

"Bujana..."

hoooaaammmm, belum dilanjutnya sy sudah mengantuk duluan. tapi baiklah karena mengingat kebaikan2 dan kasih sayang Mardella padaku okelah tanggapi saja (qiah..!!? hehe becanda*)

kutanyai dia ada apalagi dengan hubungan mereka. lebih tepatnya ada apalagi soal lelaki yang sudah 2 tahun dikenalinya dan sudah 1tahun menjalin hubungan sbgai kekasihnya, lalu 2bulan sebagai temannya.

yaa Mardella dan Bujana sudah 2 bulan putus hubungan, Mardella sedang jomblo, tapi Bujana dengan ketampanan (yang kata orang bukan kata saya) dan pengetahuannya (kata saya ditranslet sebagai : Gombal Globalnya*) bisa dengan mudah mendapat kekasih.
walau begitu Mardella bukan bodoh kalau memang termakan rayu maut sang Buaya-egh-Bujana. (tampak seperti sy tidak suka sekali yah dengan Bujana ini.. ember!) habisnya sy juga pernah sebentar sekali kena Gombal Globalnya (Pengakuan Terlarang.com) dan tak perlu dipungkiri saya mengenal Maredella karena kasus cinta segitiga dengan Bujana, sy mmg dekat dengan Bujana, come on kakak-adekan taukan? dan rupanya Mardella tidak suka kedekatan kami karena biasalah yg namanya pacar cemburu itu tanda cinta.

Mardella sempat menudingku sbagai couple cocckers-perusak hubungan orang- (sajian kisah klasik tahun 2008) sampai pada akhirnya sy dan Mardella bersahabat seperti ini (basicnya-berawal dari facebook baruku.. lanjut sendiri*) walau bgitu hubunganku dengan Bujana sempat "terganggu" tapi akhir2 ini toh saling pengertian antara mereka jadi membuka silaturrahmi denganku.

Okay lanjut .

"Bujana mau maried...tapi bukan denganku... hiks"


aku pun keselek milkshake .
aku tau pembicaraan ini akan berlanjut ke soal patah hati & bagaimana cara bertahan.
oh sudahlah lebih baik kita tidur saja dulu.
hehehhe... sudah malam saya mengantuk...
besok sy akan membahas tentang "rasa terima"
dengan Mardella ini .




have a sweet night.. dengan atau tanpa airmata.
mimpi akan tetap hadir hiasi tidurmu.

Kertas Bermotif Kupu-kupu

Seumpanya aku sering ingin menulis sesuatu
ketika malam berfase menotok seluruh ucap
dingin dan diam bercampur di dalam gelas pikiran.
tapi aku tak tahu harus menulis apa
tak ada inspirasi yang menyala-nyala

tiba-tiba saja aksara demi aksara berdendang bak instrumen perkusi membrafoni,
yang ketika telapak menabuh jimbe, tersusunlah bait demi bait.
yang dikemudiani dengan goncangan egg shaker, demikianlah kata pun mulai tertata tanpa diminta
suling besi mengikuti alur irama, seperti air terjun yang jatuhnya selalu tak rapi, tapi hanyutlah sebuah makna diatas selebaran kertas bermotif kupu-kupu.
tapi tentang apa.
tulisan kadang jadi sejadi-jadinya saja
lengan tak berhenti memancing rasa untuk menumpah ruah kata.

hingga di pemberhentiannya
pada titik yang dipetik gitar accoustiq
pada koma yang digesek pada biola
mencipta lagi aksara baru, bergelayut dengan alunan yang sepoi sesepoi-sepoinya.

dan hingga semua bercampur
pada gelas kristal yang sexy, tinggi semampai, dan angkuh dengan keanggunannya.
sesiapa yang diseduhi maka bukanlah pembaca sembarang penikmat .
sesiapa yang diseduhi adalah pembaca penikmat alunan, bukan pada susunan
adalah pembaca penikmat hasil bunyi, bukan pada makna
adalah pembaca penikmat pose aksara, bukan pada barisan kata.
atau bahkan adalah pembaca penikmat wadah, gelas kristal sexy yang angkuh dengan keanggunan ... tak peduli bagaimana isinya, yang penting kemewahan pandangannya . hingga ia tertipu dengan lekukan kristal-kristal mengkilap itu yg kadang hanya berisi bait kosong yang pahit namun ia paham & tetap mampu menikmatinya.



Aku terus menulis bukan?
padahal tak pernah merasa jadinya sebuah tulisan adalah ketika tulisan itu dimulai... baru dimulai.. terus dimulai...
demikianlah tulisan ini jadi.
demikianlah cinta ini dimulai
demikianlah perih ini dimulai
demikianlah jenuh ini dimulai
demikianlah bahagia ini dimulai

demikianlah yang baru dimulai .



sementara semua instrumen
perkusi , gitar, dan biola
berubah nada, berubah aliran, berubah lantunan
tapi kisah baru dimulai
kian lama kian samar terdengar.
dan kertas bermotif kupu-kupu itu tak lagi bermotif kupu-kupu.
terbang membawa semua aksara.

#

"Itukah Hidupmu?"

suatu malam di kesendirian.
seseorang ku sapa, yang lama dirinya tak kujumpai
aku menanyakan kabarnya, dia bilang dia & keluarga kecilnya baik-baik saja
aku senang mendengarnya... sembari membayangkan istrinya & anak lelakinya yang lucu sedang tersenyum dan tertawa menyebut namaku ^_^
aku menyapanya dengan "Daeng" sebagai seseorang yang ku hormati dan ku kasihi.
dia balik bertanya padaku.
pertanyaannya berbeda, dia bertanya "Dimana Hidupmu...?"
sontak aku mengerutkan alisku.. lalu dengan pelan dan hati-hati aku membalas, "Hidupku? maksudnya bagaimana kehidupanku akhir2 ini? ya biasa saja daeng, seperti yg ku update & ku posting di facebook . hehehe..."

"Itukah hidupmu?" tanya nya lagi.
bertambah lagi tanda tanya di kepalaku, Berbeda ya kegiatan dengan kehidupan, aku kelihatan salah menjawab, hehe, beberapa detik ku amati pertanyaan itu... dan pikiranku, ingatanku, anganku, kembali berputar.. berputar dan terus berputar hingga tahun-tahun lampau mulai sejak aku kecil, hingga tertumbuk kembali kesini, ke saat ini ke sekarang ini.

:: THE DAENG'S OPINION ::




Mendefenisikan HIDUP itu tdk seperti mendefenisikan bahwa MOBIL adalah sebuah Alat Transportasi darat atau PESAWAT adlah Alat Transportasi UDARA,

klo ini mah Semua orng Pasti sama Persepsi,Bukan?...

Tapi mendefenisikn HIDUP orang belum tentu Sama Persepsi, klo sudah Salah Persepsi pastilah salah memahami pula,Bukan?.

Defeinisiku Ttng HIDUP ;

adalah Sederhana, Berjuang,dan Tidak Berkeluh KESAH. Alasan sy knp mendefenisikan demikian karena Hidup klo dianggap SUSAH akan malah membuat kita semakin Susah dan berfikir Pesimis, Klo kita tdk BERJUANG mana mungkin orng bisa bertahan HIDUP, Lalu Tuntutan kita untuk tdk Berkeluh Kesah karena kita tahu, kita sudah berikan sesuatu yg Istimewa dan layak untuk disyukuri.

Orng yg selalu berkeluh Kesah or (LUSSA' bahasa makassar) adalah orang yg tidak pandai mensyukuri apa yg dimiliki saat ini.

17 March 2011

CURHATAN TERBANYAK HARI INI



Mengunjungi dunia maya, ada banyak cerita disana, ratusan bahkan ribuan.
tapi salah satu topik yang hampir sama adanya adalah cerita tentang cinta antara pasangan cowok dan cewek, (kalau cinta kepada Allah) saya kira itu paten dalam diri kita masing-masing ya!?

sore seperti ini qiah yang orangnya moodyan memilih berdiam dirumah saja
padhaal biasanya go hunting! apa aja barneg temen2.. hehehe.. sambil memutar lagu-lagu india favorite (yg melow* bukan yang penuh gendang&suling) saya mulai openchat via YM dan FB juga TWITTER.

dalam percintaan sering ya boo kita bilang "aku lagi patah hati, jangan ganggu!" heheh... aduhai hati kita kan kenyal, kenapa bisa patah? hayoo?! ups! permainan kata lagi. hehee..

sebab-sebab orang patah hati itu banyak! dikhianati, diselingkuhin,dibohongin dan macam-macam lah.. tapi rasa sakit yang sebenarnya justru berasal dari dalam diri kita sendiri. padahalkan gampang-gampang saja, masih banyak kok cowok atau cewek lain di luar sana. tapi biasanya jawaban yang paling klasik adalah bahwa sulit untuk melupakan orang yang sudah terlanjur kita cintai.

memang saya gampang ngomong, karena yang mengerti satu hati itu adalah hati kita amsing2, saya nggak ngerti mau kamu apa atau gimana. hehehe... toh yang mengalami hal yang sama yang mengerti. nanti ngerasain baru tau! untuk yang lagi patah hati skrg ini pasti udah ngejudge saya bilang "tau apa lo soal hati gue, ngomong emang gampang"

nah, berdasarkan beberapa pengalaman yang saya peroleh dari teman-teman maupun dari pengalaman sendiri, gak ada satupun orang yang benar-benar bisa melupakan orang yang amat sangat dicintai. [titik] gak pake koma atau pun [titik-titik]

******************************

sekarang begini saja, buat teman-temanku yang sedang patah hati.
Saya tidak peduli apa agama dan kepercayaan kamu,
saya bahkan tidak peduli apakah kamu beragama atau tidak,
yang saya ingin kamu lakukan hanyalah mengucapkan beberapa baris kalimat di bawah ini dengan segenap perasaan dan seluruh niat kamu.
Ambil waktu dan tempat pribadi di manakamu tidak akan diganggu, dan ucapkan kalimat berikut dari dasar hati kamu:


"Saya sangat bersyukur karena telah mendapat kesempatan yang berharga bertemu dengan dia (sebutin nama mantan kamu). Saya bersyukur atas semua masa-masa indah dan kenangan manis yang telah saya alami bersamanya. Maafkan kesalahan saya yang tidak bisa menjaga hubungan ini, dan maafkan kesalahan dia yang tidak bisa mempertahankan hubungan ini. Saya berdoa agar dia selalu bahagia dan mendapatkan apa yang dia cari. Tolong jaga dan lindungi dia karena saya menyayanginya. Terimakasih atas pengalaman yang berharga ini. Saya tidak akan menyia-nyiakannya. Saya menerima dan merelakan semua yang terjadi. Amin..”



Begitu kamu selesai berkata “amin..”,
saya janji kamu akan langsung merasakan kelegaan yang luar biasa.
Kelegaan yang atas segala rasa bersalah dan ketidak relaan yang menghimpit kamu selama ini. saya janji.... ><
kamu akan merasakan tubuh dan hati kamu menjadi lebih ringan,
seolah-olah sebuah beban berat telah diangkat.
Dan kamu pun akan siap untuk langkah yang berikutnya.

Saya tahu persis rasanya.
Saya sangat mengerti bahwa teman-teman yang patah hati sudah cukup menderita dengan penolakan dan putus cinta, jadi rasanya saya tidak perlu lagi memperparah keadaan dengan memarahi kamu atau bahkan melarang kamu melakukan hal-hal bodoh, konyol, dan tidak berguna seperti itu.

Silakan kamu curahkan semua emosi, penyesalan dan kekecewaanmu. Saya akan menunggu di sini. Saya tidak akan ke mana-mana… Karena setelah kamu lelah melakukan itu semua, saya ingin mengulurkan tangan dan mengajak kamu untuk kembali berdiri.

Untuk itu saya ada di sini.
Untuk membantu kamu menata kembali dirimu yang sedang hancur.

Langkah demi langkah..
Perlahan namun pasti..

**********************************

cuma dua hal untuk hal ini, kalau saya bukan yang terbaik untuknya, maka dia bukan yang terbaik untuk saya!!! tapi sekarang saya cuma nyengir2 malu aja.. tapi toh itu adalah kenangan!! kenangan!

sekarang seseorang pernah biang pada saya : "biarkanlah cinta itu tetap ada pada kenangan yang mengajarkan kita ikhlas, biarkanlah hilang dengan sendirinya ketika itulah kita telah belajar menerima & bersyukur... cinta itu akan tetap ada hanya saja tak usah di pupuk lagi..."


satu lagi yang perlu diingat, bahwa bagaimanapun tiap manusia berhak menentukan jalan hiupnya masing-masingm dan kita tidak boleh memaksakan kehendak kita. karena segala sesuatu yang dipaksakan pasti hasilnya pun akan terpaksa.

16 March 2011

MENGOMEL TIAP HARI



Ucapan syukur menghias lidah
Berharap akan selalu bisa terarah
Terik mentari di pagi hari
Cahanya semerbak menyinari hati
Berusaha temukan cinta sejati
Hatiku kini tak lagi pilu
Terbuai dunia yang menipu
AKu berharap ini Akan bersemi selalu
Demi mengharap cinta Dzat Yang Maha Tahu

*********************************************

Aku ingin menjadi manusia terbaik dalam menyongsong hari yang sedang kuhadapi dan sekaligus mampu mengkonsentrasikan keseriusan dan kesungguhanku untuk memperbaiki hari dan detik yang sedang kuhadapi ini.
Karena, pemusatan hati untuk berbuat demikian akan menuntutku untuk mengoptimalkan pekerjaan, dan aku pun dapat terhibur dengannya dari kegundahan dan kesedihan.

Pernahkah kamu mengomel karena melakukan pekerjaan yang sama hampir setiap hari atau setiap minggu atau minimal sekali dalam beberapa jangka waktu tertentu, namun akhirnya terasa kalau semua itu menjadi satu beban buat kamu ?

Misalnya mencuci piring, mencuci baju, menyeterika di rumah, atau membersihkan file, mengetik naskah atau membuat nota, mendesign tanpa isnpirasi, tutup buku setiap bulan di kantor ? Apalagi melakukan pekerjaan yang sifatnya sangat membosankan, atau melakukan sesuatu yang sepertinya baru saja kita kerjakan, tapi kemudian sudah ada lagi hal yang sama, sampe kelihatannya apa yang kita kerjakan barusan itu tidak nampak hasilnya ?

Saya mengalaminya, dan tidak mudah untuk tidak mengomel karenanya. Sebagai contoh adalah mencuci baju. heheheuhuhe... Rasanya baru saja saya bisa menarik nafas lega karena tumpukan baju itu sudah berhasil saya cuci semuanya, eh...beberapa menit kemudian sudah muncul lagi tumpukan baju kotor yang baru. Dan itu sudah cukup menjadi alasan untuk saya ngomel, bukan ?

Karena semuanya itu seperti melakukan sesuatu yang tidak ada hasilnya. Dan setelah beberapa kali mencuci baju, toh tetap saja akan ada lagi dan ada lagi. Sungguh melelahkan.

Belum lagi membersihkan rumah secara keseluruhan. Menyapu lantai, mengelap lemari dan meja supaya bersih dari debu, toh beberapa waktu kemudian, semuanya itu akan kotor lagi dan perlu dibersihkan lagi, lagi, lagi dan lagi. Terkadang saya pikir, betapa menjemukan semua itu.

Hari ini pun saya mengomel lagi untuk hal yang serupa. Saya merasa jenuh dan lelah. saya kekampus mencari dosen pembimbing yang tidak nongol-nongol, bertambah lagi pekerjaan saya yg paliiing membosankan sejagad raya dan seumat mungkin menyetujuinya "menunggu" adalah pekerjaan paling membosankan!!!!??!? aargh...

****

Tapi hari ini, di tengah-tengah semua omelan saya, tiba-tiba Tuhan berbicara dalam hati saya,

‘Itulah yang Kulakukan setiap hari dengan anak-anakKu.’


Saya agak terkejut mendengarnya, malu juga sedikit. Bayangkan saja, ketika saya sedang ngomel-ngomel itu toh Tuhan masih mau berbicara dengan saya. Tapi saya sedang lelah sekali jadi saya menjawab,

’Tapi Tuhan, aku melakukannya setiap hari tanpa ada yang perduli apa kulakukan, dan aku ingin teriak sebetulnya.’


Herannya aku dapat merasakan Dia tersenyum mengerti apa yang kurasakan hari ini.
Dia tidak berbicara lagi, tapi Dia memberikan saya gambaran yang Dia harus lakukan setiap hari dengan hal yang sama, dan seakan-akan semuanya itu tanpa akhir. Dalam pikiran saya terlintas gambaran orang-orang yang setiap hari berbuat kesalahan dan dosa, tapi setiap hari juga mereka mengakuinya dan minta ampun, tapi keesokkan harinya mereka akan melakukannya lagi, lagi dan lagi. Dan itulah sebabnya kenapa Dia mengatakan kalau Dia juga melakukan hal yang sama tadi. Sekarang saya mengerti. Ya, Dia melakukan hal yang sama setiap hari. Itu sebabnya Dia tersenyum mendengar saya mengomel. Dia tahu betul perasaan saya, tapi Dia juga mau saya mengerti hatiNya.

Yang paling berhak untuk mengomel adalah Tuhan sendiri seharusnya

selamat melanjutkan aktifitas dengan penuh keikhlasan ^_^

HATI KITA [mencoba menyadur & berhikmah]

Menurut cerita pada masa perang dunia kedua ada seorang pianis yang ditawan oleh pasukan musuh dalam suatu ajang peperangan. Ia disekab di dalam kurungan yang ukurannya persis dengan tubuhnya, hingga 7 tahun lamanya. Setelah 7 tahun berlalu tubuhnya yang telah demikian tersiksa itu sudah tidak berdaya lagi, teman-teman di sekitarnya mati satu demi satu, tapi di dalam hatinya masih penuh dengan hasrat untuk tetap bertahan hidup. Setelah perang selesai, pianis tersebut diantar pulang ke negaranya, disana ia memulai hidup baru. Semua orang heran setelah mendapati bahwa kemampuan bermain pianonya bukan hanya tidak mengalami kemunduran, namun justru lebih mahir dibandingkan sebelum ia menjadi tahanan. Ternyata selama menjadi tawanan perang, untuk mengatasi rasa takut yang amat sangat, juga untuk menyemangati dirinya untuk tetap bertahan hidup, setiap hari dia selalu bermain piano di dalam benaknya, semua gerakan yang berada di dalam benaknya selama tujuh tahun itu, persis sama dengan gerakan dalam keadaan nyata, semua bagian hingga yang terkecil diingatnya dengan sangat jelas, sedikitpun tidak ada perbedaan.



Kisah si pujangga besar pada jaman Dinasti Song yang bernama Su Dongpo, suatu saat ia sedang duduk bersemedi bersama seorang bhiksu bernama Foyin. Setelah beberapa saat berlalu Su Dongpo membuka matanya dan bertanya pada Foyin, “Coba anda lihat, saya duduk bersemedi begini terlihat seperti apa?” Foyin melihat sekuyur tubuh Su Dongpo dengan seksama, kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya dan memuji, “Anda terlihat seperti Buddha (Sang Sadar) yang agung dan khidmat,”

Mendengar pujian dari Foyin, diam-diam Su Dongpo merasa sangat senang. Tak lama kemudian, Foyin balik bertanya pada dirinya, “Coba anda lihat, saya sendiri seperti apa?” Su Dongpo sengaja ingin mengolok-olok Foyin segera menjawab, “Saya lihat anda seperti seonggok kotoran sapi.” Setelah mendengar perkataan itu Foyin hanya tersenyum, dan sama sekali tidak melontarkan sepatah kata pun. Su Dongpo mengira ia telah berhasil mengerjai Foyin, setibanya di rumah ia segera menceritakan kejadian itu kepada adik perempuannya, Su Xiaomei. Tak disangka setelah sang adik mendengar seluruh cerita tersebut bukannya memuji dirinya, bahkan sebaliknya menertawakan sang kakak yang pikirannya lamban. Dengan penuh rasa ingin tahu ia bertanya pada sang adik, “Mengapa kamu menertawakan aku?”

Dengan sepasang mata yang berbinar penuh akal, Su Xiaomei pun menjawab, “Di dalam hati Bhiksu Foyin ada Buddha (Sang Sadar) maka ia memandang dirimu seperti Buddha, sedangkan didalam hatimu hanya ada kotoran sapi, jadi melihat orang lain juga seperti kotoran sapi!”

Dari kisah ini dapat diketahui, dari perkataan orang yang mengkritik orang lain, tidak dapat diketahui secara pasti akar permasalahan dari orang yang dikritik tersebut, namun dari kata-kata kritikan itu dapat dikeltahui apa yang ada di dalam hati pikiran si pengkritik, pandangannya, pengetahuan, dan pengalaman serta taraf pemikirannya. Ini disebabkan oleh karena hati manusia seperti cermin, ketika seseorang mencaci maki orang lain, makian itulah merupakan pencerminan sesungguhnya dari taraf dan perangai orang yang mencaci tersebut, kondisi pikirannya, dan taraf pemikiran jiwanya juga kurang lebih sama seperti itu, “Cahaya Ilahi menerangi seluruh penjuru, menegakkan kebenaran memberikan penerangan.” Jika di dalam hati seorang senantiasa dipenuhi dengan kedamaian dan belas kasih, pasti bisa membuat takdir pertemuan yang buruk dalam hidupnya terurai menjadi kebajikan, maka segala sesuatu dalam pandangan hidupnya akan menjadi indah.

15 March 2011

KEPADA SI PEMBAWA BAHAGIA

hei .

Kamu pasti mengantongi banyak candaan
Didalam laci lemarimu adakah kesedihan sebanyak yang aku punya ?
Banyak orang berlalu lalang, singgah, hanya untuk menawarkan kesedihan, lalu kusimpan didalam laciku. Entah kenapa saat itu aku selalu ikhlas menerima tawaran demi tawaran.

Rasa penat sudah sering datang bertamu, yang kami bincangkan tak banyak, hanya soal kesedihan yang tertumpuk dilaci lemariku.

Apa yang biasa kalian tukarkan kepada mereka untuk mendapatkan kebahagiaan?
Dimana kalian menyimpan kebahagiaan agar tak pernah tercecer lagi, bahkan menghilang entah kemana.

Tangis juga sudah terlalu sering menginap dikamarku, tidur berdua denganku sembari menghitung jumlah kesedihan didalam laci itu. Juga merapikan yang berserak-serakan.

Malam itu, pintuku diketuk, Rasa penat, dan tangis terkaget, “siapa itu?” tanya kami. Lalu suara dari balik pintu itu terdengar menjawab: “Ini aku si pembawa kebahagiaan!”.

Aku dan kedua sahabatku saling memandang, kuingat kembali dirimu yang punya banyak candaan, terlalu mahal membeli kebahagiaan karena hanya canda.

Rasa penat bertanya lagi: “Berapa harga satu kebahagiaan yang kau jual?”.

“Tak mahal, kalau kau punya satu kesedihan, bisa kau tukarkan dengan 100 kebahagiaan...” katanya.

Aku beranjak menuju pintu, tapi Tangis menghadangku untuk membuka pintu, Tangis bertanya, “Lalu kalau aku punya banyak, apa yang kau lakukan dengannya?”

“kesedihan yang sudah kau tukarkan padaku, akan aku jual ke Si para pembuat puisi untuk membeli Keindahan.”

“Kenapa ke para pembuat puisi”

“Karena si pembuat puisi tau bagaimana menjadikan kesedihan di atas kertasnya menjadi keindahan, lalu memuai menjadi rasa haru”

Aku membuka pintu lebar-lebar untuknya, untuk si pembawa kebagiaan ini... tanpa peduli pada sahabatku yang merasa dikucilkan, mereka berdua marah lalu pergi...

Terimakasih Penat
Terimakasih Tangis
Tanpa kalian aku bukan wanita

Terimakasih kesedihan
Tanpamu aku tak bisa mendapatkan kebahagiaan

Terimakasih pembawa kebahagian
Tanpamu aku tak akan pernah tau fungsi kesedihan didalam laciku.

“ada berapa kesedihan yang kau miliki?” tanya si pembawa kebahagiaan.

“Ada berapa kebahagiaan yang kau bawa?” tanyaku.



*

PUISIMU BERJUDUL LUPA

Pertama :

adalah pertama kalinya dia memungut puisi.
berjudul LUPA.
yang bait demi bait telah dirangkum bersama
susunan yang acak, acapkali menghasilkan tawa
kadang diam, mendiami kata berikutnya
kita tak mau asal, walau asal muasal puisi ini hanya asal-asalan saja.
kata pertama adalah "Kita"

Kedua :

kedua kata kita yang tergabung.
namun Belum bersusun.
tapi masih saling berpegangan.
mungkin mereka sedang mengikat janji
dalam kalimat untuk menjadi paragraph
dalamnya cinta yang harus digoreskan, mampu merobek kertas ini. bila mau tak mau kita tetap menuliskannya. dan kertas adalah Hati kita masing-masing.
kedua kata itu adalah "Aku, Kamu"


Ketiga :

detik ketiga, ketika entah apa lagi.
kita bicara saja.
biarkan mereka berlarian, bertabrakan, lalu saling jatuh cinta. bersatu dan menjadi sebuah ungkapan.
disamping kata oleh karena, ingin selalu disamping kata itu
biarkAn mereka, berjabat tangan, berkenalan, dan saling suka. hingga saling melengkapi menjadi essay yang menjelaskan.
biarkan mereka, saling pandang, saling ejek, dan saling membenci. hingga yang tak perlu, tak perlulah diucap.
dan ketiga kata itu adalah "aku mencintai kamu"

Ke empat :

bila memang ada kata yang harus diulang,
cukuplah yang sanggup dimengerti
setidaknya bagi kita.
cukupkn dulu permainan mereka, yang sebenarnya adalah rahasia-rahasi indah yang terungkap.
bertahta dalam kamus
ke empat kata itu adalah "Aku akan selalu cinta"


Ke Lima :

dari diam yang tak berkecukupan.
ada yang memberontak
rupanya pikiran kita dan sang Hati .
kita senyumi mereka, memaklumi mereka
karena sisanya adalah sebuah kepastian
ke lima kata itu adalah "Mungkin suatu saat aku LUPA"

sudahlah, kita simpan Naskah indah ini
milik kita berdua .
dari percakapan yang berlangsung,
sejak mengawasi permainan kata-kata
kita telah menciptakan sebuah puisi berjudul LUPA





Tanpa disadari suatu saat nanti aku akan berhenti memikirkanmu
Saat itulah jantungku berhenti berdetak.
Mungkin suatu saat nanti aku akan melupakanmu
Mungkin saat itulah aku lupa bagaimana cara untuk bernafas.
Bilapun kau harus pergi dari ingatanku, itu karena Tuhan yang mengambilnya.

Ingatanku tentang mu selalu ada dibumi
Khayalanku akan dirimu seterang matahari
Bayanganmu selalu ada pada bulan
Kita adalah sebuah galaksi
Bila satu terlepas, maka berakhirlah semuanya

karena matahari menyisihkan waktu untuk bergeser kebelahan bumi tempatku berpijak ini, Maka Bila malam tiba, aku dapat memandangi bulan, menikmati indah cahayanya.
Matahari tak akan berarti tanpa bumi
Matahari akan merasa dihargai karena adanya bumi
Matahari tau tujuannya bersiniar karena adanya bumi
Karena hanya bumilah planet yang menerima kehangatan matahari dengan tulus dan membiru.

Cinta kita layaknya udara yang menjelma oksigen. Bernafas dan berpikir.
Tanpanya, semua tak akan berarti, nafas ini dan pikirian ini.
Cinta kita layaknya udara yang menjelma oksigen, tak terlihat, tapi bisa kita rasakan. Tanpa disadari, kita membutuhkannya, untuk bernafas dan berpikir.


NIRWANA

Andai ada wadah menempatkan rasa cinta yang ‘tersendiri’ itu, mungkin nirwana sudah meletakkannya sejak dulu...
Begitulah,... enam tahun lalu, aku masih ingat bagaimana Nirwana berujar padaku soal betapa kagumnya dia pada seseorang, “Dia baik, senang memberiku barang-barang bagus dan suka mentrakirku makan, serta mengajakku jalan-jalan”

ya rencana awal dia hanya ingin morotin seorang lelaki ‘mata keranjang’ yang lalu berketerusan dari kenalan, menjadi teman, teman berbagi suka dan duka, teman cerita, teman curhat, alih-alih berubah jadi sahabat.

Antara lelaki dan perempuan ‘kurang’ orang yg mampu menganggap sebagai sahabat, kemudian benih-benih cinta mulai tumbuh... disiram, di pupuk dan di buatkan pagar.

Nirwana mulai jatuh cinta pada lelaki itu.

Tak ada yang salah, persoalan benar dan salah tidak ada dalam rasa cinta.
Cinta itu timbul karena terbiasa. Terbiasa bersama...
yaa..Nirwana hanya wanita biasa, yang lemah dan tidak bisa menguatkan iman saat lelaki itu menyentuh lubuk hatinya yang paling dalam.

Persoalan cinta tidak mengenal kuat dan lemah. Persoalan cinta bukan perkara hukum. Yang bisa di adili dan di doktrin bersalah...

Nirwana tidak salah jika ia jatuh cinta pada lelaki itu,.
Nirwana tidak menginginkan perasaannya mendalam sedalam lautan india pada lelaki itu, Nirwana tidak salah menyukai setiap saat kebersamaan mereka, Nirwana tidak salah menginginkan pelangi setelah hujan selesai.



Nirwana tidak salah...
Hanya saja...
Setiap rasa cinta punya “rasa” dan “khasiat” berbeda-beda...

Yang salah hanyalah waktu!
Mengapa baru “saat itu” mereka dipertemukan?
Mengapa baru saat ada wanita lain dalam kehidupan lelaki itu mengapit kisah mereka?
Seorang wanita yang telah berikrar janji dan berijab kabul di hadapan Tuhan dengan lelaki itu

Mengapa baru “saat itu” mereka dipertemukan?
Mengapa baru saat ada hati kecil yang dibagikan membaur dalam kisah mereka?
Malaikat-malaikat kecil yang telah disambut ke dunia yang dijanji untuk dibesarkan dengan kasih sayang lelaki itu

Yang salah hanya waktu...