06 June 2011

Qiah nanya : "siapa dibalik hoby?"

Fotografi adalah sebuah hal yang menarik, setidaknya bagi saya. Namun keterbatasan skill dan pengetahuan memotret tentu menjadi kendala outputnya, belum lagi mahalnya harga kamera dan lensa yang bagus. Namun terlepas dari minimnya skill tersebut, dengan modal cuek fotografi juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan, hehehehe...

tentunya tidak begitu saja hoby fotografi ini tertancap dalam naluriku, ada rentetan orang-orang didalamnya yang terus memotivasiku. saya pengen flashback kebelakang.. mengingat-ngingat awal mula saya mengenal dunia fotografri.

1. PAPA (Ismail Naba)
ya, papa.. hehehe ;) aku mengenal yang namanya foto dari beliau, papaku senang mengabadikan gambar lewat kamera yang dulunya tahun 90an di namai dengan "tustel" umur tiga tahun aku diperlihatkan sebuah album foto yang isinya adalah foto-fotoku waktu bayi yang sedang di aqikah. Papa mengenalkan seluruh anggota keluarga lewat foto itu, aku ditanyai, "ini siapa...? kalau yang ini siapa..?" sementara waktu demi waktu yang kukenali hanya Papa dan Umiku saja didalam foto, kemudian mengenali Datok dan Nenekku, seiring waktu aku mulai mengenal seluruh anggota keluarga yang tinggal didalam rumah, tante dan sepupuku.
"Ini adalah album foto, yang akan Papa simpan, supaya sepuluh atau duapuluh tahun lagi kamu bisa membukanya dan menemukan apa makna sebuah foto..." kata papa.
sejauh itu saya di hadiahi kamera digital pertama sebagai hadiah uangtahunku yang ke 17tahun. kamera SONY DSC W55, lewat camdig itu aku mulai belajar mengabadikan gambar, hanya sebatas mengabadikannya saja.
ini hasil-hasil foto yang paliiiiiiiiiiing aku suka :* papa pake kamera jadulnya


2. Kak Ochan (Osan Tawwa Daeng Rumpa)

dia ini sepupu tertuaku, mengenalkanku tentang cara mencetak foto dan mengedit foto di photoshop 6.0 (belum versi CS pada waktu itu tahun 2006) saya sempat kaget dan kagum melihat-lihat foto2 yang bagus di beberapa studio foto, ada yang hanya berfoto di sebuah tembok putih lalu pada saat di cetak bagroundnya berubah jadi lokasi taman dan sebagainya, kemudian juga jerawat pada wajah bisa dihilangkan (hahahah...) pokoknya fotonya di bagus2in gitu. nah si kakak ini yang ngajarin tutorial seperti itu. sebats itu kakak ini mulai sibuk jarang lagi membagi tutorialnya, jadi saya terpaksa belajar sendiri, mengutak-atik apa saja menu yang terpampang disitu dan mengamati hasilnya lalu mengingatnya kemudian berkreasi sendiri saja. serta sering mengikuti perkembangan yang ada . sampai kini :)


3. Randir (Dede Kichi)



Tahun 2008. abang ini sepupuku juga, dia orang pertama yang menjodohkanku dengan kamera DSLR. mempengaruhi alam bawah sadarku atas alias menghipnotisku!! (lebay*) hihihihi... abisnya abang Randir selalu memamerkan hasil2 fotonya yang bagus-bagus itu padaku, awalnya dia memperlihatkan foto pengantin yang bagus-bagus.... kupikir camdig ku bisa juga memperoleh hasil gambar yang sama dengan kamera NIKON D70 yang digantung dilehernya. hufff ternyata tidak. hehehe aku membujukk papa untuk ikut membeli DSLR yang serupa, persis sama dengan punya kak Randir, kak Randir pun mengajariku menggunakan kamera secara manual, mengatur eksposure dan speed. sebatas ini saya hanya baru tau dua hal itu, asal jepret aja padahalnya... yg penting bagus :D dan kalian tak perlu setengah mati mengeditnya lagi di photoshop, mengatur terang gelapnya wajah, karena sudah bisa langsung di atur di kamera NIKON D70 ku ini. ehhehe..


4. Violet-Photography Makassar


Ini studio foto pertama yang menerimaku dan mempercayakan aku sebagai seorang designernya ^_^ aku merasa terharu dan bangga bisa menjadi salah satu designer wedding photography di studio yang ada pak Amril Nuryan (ayah), Thaib Chaidar (Pace), Hamry Wabula,kak zahron dan kak Mamat Bloogy Head. mereka semua orang-orang hebat (setidaknya bagiku) disinilah awal mula aku membakati hobbyku, mempelajari hobbyku, dan menjadikan hobyku sebagai pekerjaan yang paling kusenangi. (walau hanya sebagai freelance*) ada banyak hal yang aku pelajari tiap harinya di sini, bahwa Menjadi fotografer yang besar memerlukan banyak kesabaran, suatu mata yang artistik, dan teknis know-hows. dijelaskan beberapa tips yang pasti dapat membantu dalam menciptakan photo indah dan menarik.

a. Kata Ayah (Amril Nuryan * dipanggil ayah karena beliau yang mendirikan studio ini tahun 2005), Pilih kamera yang benar! tak perlu yang mahal.


fotografer itu makan dengan kameranya dan tidur dengan kamera nya. beneran loh (soalnya saya bgitu.wkwkwk*) Kamera adalah hidupku (saya sj sampai kaget). Oleh karena itu, itu tidak lain dari sangat penting untuk pilih kamera yang benar untuk menembak foto yang sempurna itu.Sudah barang tentu bahwa kamera yang terbaik adalah orang-orang yang priciest. Suatu kamera yang baik adalah suatu besar tetapi investasi yang yang dapat dipertimbangkan.

atas kak zahron, bawah pace

saya dapat mulai dengan dua lensa, nomor satu dari 28mm ke 80mm dan satu yang kedua dari 80mm ke 270mm. Ada berbagai macam tentang lensa, yang normal sudut lebar, tanjakan dan lensa yang makro. mereka berdua mengajarkan saya tentang bagaimana menjaga dan merawat kamera dan lensa, juga mengajarkan tutorial-tutorial mendesign seperti masking dan lain sebagainya.



atas (k'mamat) bawah (kak hamry)


semua design yang sudah ku kerjakan, diserahkan dulu sama kak hamry untuk di revisi, design pertamaku memang berkesan memalsukan foto, alias terlalu halus, hilang detail hehehe... kak hary yang banyak mengajariku tentang etika mengedit foto, ribet juga sebenarnya sih tapi pada intinya tuh, detail foto tidak boleh hilang, karena ada beberapa perbedaan antara seorang photograpger dan seorang designer, seorang designer harus menghargai hasil karya foto sang fotografer yang asli langsung di kamera (file mentah) demikian. hehehe..


5. , Muhammad Farid


Sapaan akrabnya daeng gojeng, dari beliaulah aku mengenal rekan-rekan fotografer yang ada di Makassar secara menyeluruh, lewat situs dunia maya, dan lewat hunting bersama. pada mulanya kupikir fotografer itu hanya berkutat di kantor-studio-dan lokasi pemotretan saja. rupanya fotografer juga punya jadwal hunting untuk sekedar seru-seruan bersama. selagi di violet aku hanya berhadapan dengan laptop dan mouse, aku jadi jarang memotret. aku rupanya masih kurang skill memotret, apalagi mengenai angel (gaya mengambil gambar) huff... hehehe.. selain mengatur eksposure dan speed ada juga pengaturan iso, pengaturan flash dan lain sebagainya, belum lagi mengenai jenis-jenis stock foto yang rupanya ada foto Landscape, foto Human Interest, Foto potrait, dan foto Makro. banyaaaaaak sekali yang belum ku ketahui di dunia motret-motret sepanjang terus memperoleh ilmu design di Violet photography. daeng gojeng juga menyarankanku mengupload foto hasil potretanku di facebook lalu men-tag nya ke beberapa rekan agar bisa di komentari untuk memperoleh kritik dan saran sebagai bahan pembelajaran. wah seru rupanya.. semakin jauh semakin banyak mengenal rekan-rekan fotografer lainnya, hunting bersama dan belajar bersama. fotografer itu mementingkan sebuah kebersamaan, keceriaan dan kebersatuan.


itulah 5 orang yang jasa-jasanya tidak akan pernah kulupakan, yang menyentuhkan, memperlihatkan, memperkenalkan, hingga mengajarkan padaku tentang dunia Photography. untuk selanjutnya apa yang terjadi kemudian mengenai saya di dunia ini, khususnya di Indonesia ini, dan utamanya di Makassar ini... tunggu saja saya sedang menuliskannya, nanti juga saya akan posting :) bukan untuk pamer atau unjuk gigi tapi hanya untuk mengenang. karena seorang fotografer tak akan pernah lepas dari yang namanya "sejarah" ^_^ salam jepret dan salam design dariku .Z.Q.A. muuaacch :*

3 comments:

  1. inspiratif.. saya jadi kepikiran menuliskan orang-orang baik disekitar saya, hehehe..

    ReplyDelete
  2. merinding sy membaca tulisan ini, ntah knp????

    ReplyDelete
  3. hehehet terimakasih , semoga bermanfaat :-)

    ReplyDelete