03 April 2011

Ibu, Pujian Untuknya Tak Pernah Habis Dituliskan


Ummi, segala pujian tak akan pernah habis dituliskan untukmu.
Malam ini,
. Di sebuah malam yang tenang, daun-daun bergoyang dengan lembutnya ditiup angin yang berhembus dengan sangat pelannya.
kalau ummi ada disini, aku ingin memelukmu..
erat..
tidur dipangkuanmu...
ummi
Maafkan aku atas tangis ini
Maafkan aku atas rasa bodoh ini
Maafkan aku atas segala laraku
Maaf….
ummi
Mengapa tak sadar diri ini?
bahwa Allah selalu menyayangiku
Lebih dari siapapun...
Apapun...

Aku tak sadar
Ketika Allah selalu mencobaku
Selalu tak terima aku
Ketika Allah sedikit memberiku masalah
Selalu aku tak rela...


Baru kini aku sadari
Bahwa dibalik semua cobaan dariNYA…
Pasti ada sebuah mimpi dan harapan
yang indah...


ummi
Terimakasih atas segala peluhmu
Yang selalu menjagaku
Walau kita saling jauh kini...


kau selalu bisa menyelesaikan masalah dari sana, menelponku, menghandle semua apa yang merumitkanku... ummi, malam ini ingin menangis saja di pangkuanmu, sambil kau tepuk pelan punggungku... hingga aku tertidur...

"Kalau Allah menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan memberikan siksaanNya secara lebih awal di dunia saja.” katamu pelan...

umi yang mengajarkanku tegar
ummi yang mengajarkanku kuat
ummi yang mengajarkanku ikhlas dan sabar

Ummi ku bernama NURSIAH ALI binti Muhammad Ali Nai, beliau lahir pada tanggal 10 Oktober 1965, tingginya 160cm berat badannya kini (hehehe..afwan..ya ummi..qi gak boleh bohong..ehem) 70kg.
Begitu tamat SMA dipersunting oleh pamannya (sepupu dari ibundanya) yang bernama ISMAIL NABA bin SANNEN NABA usia mereka terpaut lima tahun jauhnya. mereka menikah bukan karena dijodohkan, tapi hanya sekedar dipertemukan oleh pihak keluarga, kemudian itu usaha papa untuk membuat langkah selanjutnya sampai bisa membuat ummi jatuh cinta padanya dan kemudian menikah pada tanggal 10 Oktober 1987 (tepat ulangtahun ummi yang ke 22 tahun)
setahun kemudian tepat tanggal 13 july 1988, aku putri pertamanya dilahirkannya, pukul 03.00.


pengen ummi ada disini...saat ini, sekarang juga... terbayang selalu wajah bulat cantik penuh cintanya yang berapi-api...pengen papa ada disini, teriang selalu tone suara rendahnya yang menggelegar penuh kasih.

kangen ummi, kangen ngerumpi bareng, kangen ke salon bareng, kangen diomel, kangen dikritik penampilanku, kangen curhat-curhat bareng, kangen nasehatnya, kangen masakanannya, kangen liat senyumnya, kangen liat caranya menertawakanku, kangen tatapan sinisnya, kangen tatapan sayangnya, kanngen semangatnya... bulan mei cepatlah tiba, biar aku dan adik-adik bisa segera ketemu ummi.

No comments:

Post a Comment