24 March 2011

Menjaga Perasaan



di sela penantian, disebuah ruang tunggu yang biasanya senang kami namai Perpustakaan, aku dihampiri seorang wanita yang cantik, dengan rambutnya yang terurai, menjuntai indah sampai ke bahu, apalagi senyumnya yang selalu menyegarkan suasana. namanya Ratih. beberapa menit kemudian kami larut dalam perbincangan. ngobrol dan saling tanya jawab tentang urusan koreksi skripsi dan penentuan draft dari pembimbing_yang belum kelihatan batang hidungnya_ alih-alih tersenyum tertawa, kemudian saling membuka laptop masing-masing. sesaat kemudian dia menselonjorkan kakinya dan berdesah panjang disampingku.

"Huufffff... malas deh klo kayak gini..."

"loh? kenapa neng? haha, katanya td klo buka FB udah semangat, bisa ketawa. ada apa klo boleh tau?" tanyaku sambil tertawa ringan.

"Kak Iwan suka marah, gara2 recent aktivity ku komen-komenan sama teman-teman SMA ku dulu, yang rata2 cowok." keluhnya.

"Oh begitu..." ujarku ringan.

"Padahal saya sudah berkali-kali menjelaskan, klo mereka tuh cuma buat seru-seruan, lagian kita juga gak pernah kontekan selain di fb aja... tapi kak Iwan tetap aja marah, diamin saya. rasanya malas.."

"Eeh, kamu kan sudah dua tahunan ya pacaran sama kak Iwan, pasti sudah saling percaya dong, yang penting kamu cintanya sm kak Iwan, dan kak Iwan juga begitu, gak perlu gimana-gimana lah." saranku yang merasa sok. kemudian aku terkekeh.

"Ini gara-gara saya juga sih, lupa hapus recent komen, buat menjaga perasaannya kak Iwan.." katanya lagi sambil sibuk me-remove semua recent activitynya.

aku memalingkan wajah dari layar laptopnya dan menatap layar laptopku sendiri. ada akun pacarku. lewat nalar yang merespon aku iseng melihat recent activitynya juga, komen terakhir terlihat untukku. kemudian ku refresh dan muncul lah sebuah nama wanita lain yang belum ku kenal dan belum pernah ia ceritakan. terlihat dia berkali-kali mengomentari status wanita itu. isinya biasa hanya menyapa & ngobrol ringan. toh mereka temenan.

DEG!

ada rasa berbeda yang menelusup dalam hati, seketika melihat kembali profilnya kemudian recent akticity coment itu sudah tidak ada lagi. dia menghapusnya supaya tidak kelihatan olehku. begitukah? seperti kata Ratih kah? untuk menjaga perasaanku.

ENTAH !

cinta memiliki ribuan wajah, ribuan sifat, bersayap-sayap, berakar-akar, meski berasal dari satu sifat yang sama, namun ketika berpindah pada pemikiran hati maka cinta berubah sebagaimana pembawaan jiwa yang menjadi tempat bersemayamnya.

cinta bisa menjadi sebuah alasan, cinta bisa kau sandarkan pada suara dan bentuk, namun jika kau memilki ketulusan, kau cukup merasakannya di dalam hati dan jiwa mu, dan kau tidak memerlukan alasan kenapa kau mencintai.


adakah cinta yang terlalu aneh untuk dipahami, terlalu indah untuk dilupakan, terlalu jelek untuk disyukuri?...cinta......sungguh,
jiwa akan bersama dengan apa yg dicintainya, dimintai pertangungjawaban mengenai cara
mencintainya,

sembilan bulan yang lalu, menyimpan sebuah rahasiah tentang sebuah cinta yang terbang lepas dari kuasa, masuk dan rebah diatas sebuah peraduan. dia datang menembus dimensi dengan kecepatan dalam putaran arus memecah batu-batu, mengurai ikatan-ikatan. dalam jarak dia bersemayam.

Jika kau mencintai aku, berhentilah menghitung waktu, aku bukan tubuh, aku bukan keindahan, aku bukan awal, aku bukan akhir, aku hanya sifat yang sudah terkunci. Aku adalah sebagaimana dirimu sayang, pada akhirnya.



Terlalu senyap….
Jiwanya belum lagi bisa mengurai…..
Biarkan saling merindukan….
Biarkan saling menunggu….
Biarkan dalam tangis…
Biarkan dalam tawa-tawa yang tersembunyi….
Sampai waktu yang ditentukan
Sampai terbuka pintu-pintu kegaiban….
Dimana mimpi takakan pernah berakhir…..
Biarkan aku yang terpanggil dari rintihannya yang terakhir….



Banyak dari kita, baik saya dan ratih atau kalian semua terlanjur memahami sesuatu itu masuk akal, ketika berusaha saling menjaga perasaan. agar tak cemburu, agar tak patah hati, agar tak sakit, agar tak terluka.

tak perlu seperti itu bila sudah saling percaya bukan? saling menutup diri, percuma. menyengsarakan perasaan sendiri.

No comments:

Post a Comment