23 March 2011

JALAN PENGHIBUR

Satu lagi pengalaman saya, Suatu hari saya dan teman lama saya sedang berjalan-jalan di pusat pertokoan, karena barang yang kami cari untuk dihadiahkan kepada salah satu sahabat kami yang besok telah menikah, tidak ditemukan di toko yang kami kunjungi, kami harus berputar-putar wilayah lain untuk memperoleh barang tersebut hari itu juga. Untung teman lama saya ini membawa kendaraan yang nyaman jadi kami tidak mengeluh terik mentari atau hujan yang tiba-tiba datang. Satu per satu toko yang dikira menjual barang tersebut kami kunjungi, ada yang bilang habis dan aada juga yang bilang tidak menjualnya.

Sudah lewat waktu isha, Kami hampir putus asa, kemudian muncul ideku untuk menghubungi beberapa teman lain yang kiranya mengetahui dimana tempat penjualan barang yang kami cari ini. Sesaat lamanya seroang teman mengirimkan sms pada saya, “Coba ke jalan sulawesi toko PORE namanya” mengingat kami memang belum kedaerah itu, kami langsung meluncur kesana dari arah somba opu menuju ke jalan sulawesi harus menelusur kearah jalan Nusantara, ruas jalan nusantara ini terkenal dengan pusat klub, tempat pijat, karokean dan tentu saja wanita-wanita penghibur yang gemar dinamai “kupu-kupu malam” oleh sebagian penyair atau musisi.

Disepanjang jalan itu mereka berkumpul, didepan tempat karokean, di bar dan ditempat klub mereka masing-masing, pakaiannya serba ketat dan serba tipis pula serba pendek, nyaris telanjang bulat. Belum lagi asap rokok menggepul dibibir mereka, sepanjang jalan itu kuperhatikan mereka dengan riangnya tertawa, berjalan dengan gemulai, tangannya yang panjang bergerak-gerak menyetop mobil-mobil yang lewat barangkali ada yang “haus” yang lewat dan singgah pada mereka yang menyiapkan kesegaran dahaga.

Memikat memukai dengan “topeng” diwajahnya, mengalunkan lekuk-leluk tubuh mereka. Astagfirullah... gumamku dalam hati, tapi saya tak mau takabur dengan mengoceh macam-macam tentang mereka. Tapi sejumlah pemikiran dan pertanyaan merengsek kedalam benakku saat itu juga. Yang utama adalah apakah “kupu2 malam” itu memiliki tanda pengenal? Kartu identitas yang menanyakan agama mereka apa?

Meski sudah kita maklumi keberadaan “kupu-kupu malam” ini karena faktor ekonomi keluarga dan beberapa alasan-alasan mendunia yang sampai kiranya pemerintah memberikan izin atas klub, karokean, dan tempat hiburan ini sampai namanya pun jl. Penghibur

“Qi, liat deh mereka gak lebih dari binatang buas yang merampas-rampas suami orang. Naudzubillahi mindzalik yah” ujar temanku yang sambil menyetir pelan, sengaja agar kami bisa lebih seksama memperhatikan mereka.

“Hush... gak boleh ngomong begitu ceu,biarin ajalah, serahin semua sama Allah, biar Allah yang balas perbuatan mereka..." ucapku sambil menselonjorkan kaki di jok mobil.

sambil nyetir teman saya ini tetap berkomentar, "ya gak bisa gitu dong, ada kan yang namanya antisipasi, cewek penghibur kayak gini harusnya dibasmi aja.."

"doakan aja mereka supaya segera cepat dapat hidayah Tuhan"

"Hoalah.. doa saya untuk diri sendiri saja belum dikabul-kabulkan gimana mau doa untuk mereka Qi.?? lagian juga Siapa yang untung kalo kemungkaran, kemasiatan, kesesatan merebak luas di masyarakat Indonesia yang mayoritasnya muslim ini? Mudah ditebak bukan? Pelaku bisnis kemaksiatan-kemungkaran yang bakal dirugikan secara ekonomi jika pelacuran dan kemungkaran-kemaksiatan lain terkendali ketat."

"bener juga sih, tapi apakah semua cewek-cewek penghibur yang kita lihat tadi itu sudah pasti hati mereka masing2 sama?? bukannya ada kaisah pada jaman jahiliyan... kemudian saya pun menceritakan pada teman saya, yg katanya memang sempat diketahuinya.

SUATU hari, dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Rasul, “Wahai, Rasul. Apakah hanya orang-orang ahli ibadah saja yang akan masuk surga?”

“Tidak,” jawab Rasul. “Sesungguhnya, seseorang itu masuk surga bukan semata-mata karena ibadahnya, melainkan karena ketulusan cintanya kepada Tuhan.”

“Apa itu berarti hanya para aulia dan alim-ulama saja yang akan masuk surga?” tanya orang itu lagi.

“Tidak,” tukas Rasul, “bukan begitu. Karena sesungguhnya telah ada seorang pelacur yang masuk ke surga.”

Tentu saja semua yang hadir di majelis itu kaget dan bertanya-tanya. Maka Rasul lalu menceritakan tentang pelacur itu.

Suatu hari, di tengah suatu musim kemarau yang amat kering, ada seekor anjing liar yang hampir mati kehausan. Anjing ini amat buruk rupanya dan penuh kudis badannya. Karena amat hausnya, anjing itu menjilat-jilat tanah lembab di depan rumah seorang ulama terkenal. Melihat makhluk menjijikkan itu, si ulama segera mengusirnya dan bahkan melemparinya dengan batu.

Anjing malang itu lari ketakutan sampai ke luar desa dan akhirnya ambruk di pinggir sumur. Nampaknya, tak ada harapan lagi buat anjing itu. Dia pasti mati kalau tak segera mendapat minum. Di saat kritis itu, lewat seorang pelacur. Ia melihat anjing itu dan merasa iba. Maka, ia lalu melepas terompahnya (alas kakinya) dan merobek gaunnya. Dengan sobekan gaun dan terompah itu ia membuat timba untuk mengambil air dari sumur itu, lalu memberi anjing itu minum.

Setelah puas minum, anjing itu sehat kembali dan lalu pergi. Si Pelacur merasa gembira melihat anjing itu tidak jadi mati kehausan. Melihat apa yang telah diperbuat oleh hambanya yang pelacur itu, Tuhan mengatakan kepada malaikatnya: “Catatlah hambaku itu. Dia adalah salah satu hambaku yang akan masuk surga pertama.


mobil kami melaju lagi ke arah yang beralawan, melewati ujung jalan penghibur itu, kemudian kembali mencari barang yang kami maksud... teman saya mulai terdiam, saya juga terdiam, hanya menikmati saja lagu yang terputar di radio.



mugnkin dalam benak kami masing2 memikirkan Betapa luas rahmat kasih sayang Allah.
Keutamaan sifat rahmat kasih sayang.
Rasulullah ?Shallallaahu ' Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
"Orang-orang yang penyayang pasti di sayang oleh Sang Maha Penyayang. Sayangi yang di bumi, pasti yang di langit sayang kepadamu."...
"Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan di sayangi."
Keutamaan ikhlas, karena Pelacur itu memberikan minum kepada anjing dengan ikhlas tanpa ada seorangpun yang melihatnya.
Kesempurnaan pahala tergantung kesempurnaan usaha, karena Pelacur itu berusaha untuk mengambil air dengan melepas sepatunya dan menghidangkannya kepada anjing.
Rasulullah ?Shallallaahu ' Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
"Pahalamu tergantung kepayahanmu."
Jangan mudah menjatuhkan vonis kepada sesama muslim...

No comments:

Post a Comment